Techno
Huawei Luncurkan Huawei Watch GT Runner 2

Huawei resmi meluncurkan Huawei Watch GT Runner 2 di Indonesia, pada April ini. Dikembangkan bersama legenda maraton Eliud Kipchoge dan tim lari kelas dunia dsm-firmenich, smartwatch lari generasi terbaru ini memadukan wawasan atlet profesional dengan teknologi wearable Huawei untuk mendukung pelari dalam mengejar performa terbaik mereka.
Terinspirasi oleh filosofi Eliud Kipchoge tentang disiplin, ketekunan, dan keberanian melampaui batas, kolaborasi ini dihadirkan melalui semangat “Now Is Your Run” sebagai ajakan untuk menjadikan lari sebagai perjalanan menuju versi terbaik diri.
Berangkat dari semangat tersebut, Huawei Watch GT Runner 2 hadir dengan serangkaian inovasi yang dirancang untuk membantu pelari berlatih dengan lebih presisi, menyusun strategi yang lebih efektif, dan menjaga performa secara konsisten dari sesi latihan hingga race day.
Untuk mendukung pendekatan latihan yang lebih komprehensif, Huawei Watch GT Runner 2 juga menghadirkan teknologi pemosisian yang dirancang agar pelari dapat memantau setiap sesi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Huawei Watch GT Runner 2 memiliki 3D Floating Antenna Architecture yang meningkatkan performa GPS hingga 50% dan memberikan posisi yang jauh lebih akurat.
Selain itu, smartwatch ini juga didukung algoritma XDR yang mampu menjaga akurasi posisi bahkan di area sinyal lemah seperti di area yang menantang, seperti di dalam terowongan, gedung tinggi, atau saat naik gunung. Data rute, jarak, dan kecepatan yang presisi membuat pelari mudah menganalisis performa dan merencanakan latihan yang lebih efektif. Dengan kemampuan ini, pengguna dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai rute, jarak, dan kecepatan, sehingga setiap latihan tidak hanya tercatat dengan presisi.
Tidak hanya itu, dengan adanya sistem TruSense serta algoritma NPU+AI yang sudah ditingkatkan menjadikansmartwatch ini mampu memberikan akurasi detak jantung hingga 98%.
Sementara itu, di tengah tren lari maraton yang terus meningkat secara global, di mana semakin banyak orang menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat, Huawei GT Runner 2 menjadi smartwatch pertama yang menawarkan fitur intelligent marathon analysis. Hadir sebagai pelatih digital di pergelangan tangan, menawarkan sistem performa maraton end-to-end yang lengkap. Fitur-fitur seperti personal racing assistant prediksi performa, strategi kecepatan, dan strategi isi ulang energi membantu pelari mempersiapkan diri untuk race day dengan lebih baik.
Untuk mengembangkan fitur pemantauan lactate threshold pada mode ini, Huawei bekerja sama dengan Beijing Sport University. Fitur ini secara otomatis menghitung intensitas latihan tanpa perangkat tambahan. Pelari cukup mengenakan jam ini saat melakukan latihan, di mana hasilnya langsung muncul serta membantu menentukan pace optimal dan estimasi waktu finish dengan akurat.
Bahkan, sebelum memulai running, pengguna bisa memilih event lari di aplikasi, menetapkan target, dan mengikuti program latihan yang dibagi menjadi beberapa tahap.
Smartwatch ini juga memantau kondisi tubuh. Jika terdeteksi kelelahan atau risiko cedera, akan muncul saran istirahat atau penyesuaian latihan.
Saat berlari, Huawei Watch GT Runner 2 menghadirkan Marathon Guidance yang komprehensif, mulai dari panduan pace secara real-time hinggaRefuel Reminder, yang programnya dirancang bersama Eliud Kipchoge untuk membantu pelari menjaga performa optimal hingga garis finish. Setelah lari, semua data penting dirangkum dan dianalisis untuk membantu pelari meraih hasil terbaik.
Selain menghadirkan rangkaian fitur dan teknologi untuk mendukung performa lari, Huawei Watch GT Runner 2 hadir dengan desain ramping yang nyaman digunakan siang dan malam. Bobotnya yang hanya 43,5 gram yang menjadikannya running smartwatch berbahan logam paling ringan di industri. Casing titanium yang kuat, dipadukan dengan Kunlun Glass tahan banting dan strap tenun AirDry yang anti-keringat, membuatnya siap mendampingi berbagai sesi lari, termasuk di lintasan yang menantang. Tersedia dalam tiga pilihan warna dengan karakter berbeda—Dawn Orange yang menghadirkan rasa percaya diri, Dusk Blue yang menenangkan, serta Midnight Black dengan aksen merah yang merepresentasikan kekuatan dan semangat.
Melengkapi pengalaman tersebut, baterainya mampu bertahan hingga 32 jam dengan penggunaan GPS nonstop atau setara lima maraton penuh maupun ultra marathon 100 km, serta hingga 14 hari dalam penggunaan harian ringan. Fitur NFC dan Scan QR juga menambah kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, sementara kompatibilitas dengan perangkat iOS dan Android menghadirkan pengalaman yang lebih fleksibel dan seamless.
Huawei Watch GT Runner 2 hadir dengan sistem Huawei TruSense yang memantau detak jantung dengan akurasi hingga 98%. Cukup dipakai di pergelangan tangan, teknologi ini mampu hadirkan akurasi tinggi dalam memantau intensitas latihan, detak jantung saat istirahat, proses pemulihan, serta sigap memberi peringatan jika tubuh berisiko mengalami masalah. Fitur-fitur kesehatan lain seperti EKG, HRV, dan sleep tracker semakin membantu memastikan latihan tetap aman dan efektif.
Dengan presisi GPS terdepan, training intelligence tingkat juara, desain premium ringan, dan manajemen kesehatan komprehensif, Huawei Watch GT Runner 2 adalah revolusi dalam kategori running smartwatch. Dirancang bersama Eliud Kipchoge, perangkat ini tidak hanya menawarkan data akurat tetapi juga motivasi untuk mencapai target tertinggi.
Saat ini, Huawei Watch GT Runner 2 telah tersedia mulai 15 April 2026 dengan harga Rp5.499.00. Huawei juga menawarkan hadiah gratis hingga Rp1,5 juta.
Pembelian online tersedia di sejumlah platform eCommerce. Untuk pembelian offline, Huawei Watch GT Runner 2 hadir di jaringan Huawei Authorized Experience Store, Erafone, Blibli, dan mitra-mitra ritel resmi di seluruh Indonesia.
Pemerintahan6 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Nasional6 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum6 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Pemerintahan6 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten6 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional6 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025
Nasional6 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden
Bisnis6 hari ago96 Persen Masyarakat Jarang ke Dokter Gigi, Pepsodent Luncurkan Program Dentfluencer



















