Techno
Aplikasi Freedrama Apa Bisa Menghasilkan Uang, Awas Scam!

Aplikasi streaming FreeDrama yang dikembangkan oleh Game Laws tengah menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di berbagai media sosial dan forum online. Aplikasi ini menawarkan layanan menonton drama secara gratis, bahkan diklaim dapat menghasilkan uang bagi penggunanya.
Namun, berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, termasuk ulasan pengguna di forum seperti Reddit, banyak keluhan bermunculan terkait fitur penghasilan dalam aplikasi tersebut.
Sejumlah pengguna mengaku tidak pernah berhasil melakukan penarikan dana (withdraw) meski telah memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan. Beberapa di antaranya menyebut bahwa sistem aplikasi terus menambah syarat baru, seperti kenaikan level atau kewajiban login harian, sehingga proses pencairan dana menjadi tidak pernah terealisasi.
“Sudah sampai level tinggi tapi tetap tidak bisa withdraw,” tulis salah satu pengguna dalam diskusi online. Pengguna lain juga menyebut aplikasi tersebut sebagai skema “ad farming”, di mana pengguna diminta menonton iklan dalam jumlah besar tanpa imbalan yang jelas.
Temuan tersebut juga diperkuat oleh sejumlah ulasan video di platform YouTube, di mana kreator melakukan uji coba langsung terhadap sistem aplikasi. Dalam pengujian tersebut, pengguna memang dapat mengumpulkan poin dengan relatif mudah. Namun saat mencoba melakukan penarikan dana, muncul berbagai syarat tambahan seperti kewajiban menonton lebih banyak iklan, login harian, hingga mencapai level tertentu yang terus berubah.
Dalam beberapa kasus, batas minimum penarikan disebut cukup tinggi, bahkan mencapai ratusan ribu rupiah. Meski syarat telah dipenuhi, tidak ada bukti kuat bahwa dana benar-benar berhasil dicairkan ke pengguna.
Selain itu, aplikasi ini juga dinilai mencurigakan dari sisi transparansi. Meski telah diunduh jutaan kali di platform distribusi aplikasi, informasi mengenai pengembang dinilai minim dan tidak mencerminkan perusahaan besar atau resmi seperti layanan streaming pada umumnya.
Dari sisi keamanan, aplikasi ini diketahui mengumpulkan sejumlah data pengguna, seperti aktivitas aplikasi dan identitas perangkat. Namun, tidak tersedia opsi yang jelas bagi pengguna untuk menghapus data tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi.
Pengamat teknologi menilai fenomena ini bukan hal baru. Banyak aplikasi serupa yang memanfaatkan iming-iming penghasilan untuk menarik pengguna, namun pada praktiknya hanya berfungsi sebagai sarana monetisasi iklan.
Sebagai perbandingan, platform streaming resmi seperti Netflix, Viu, dan iQIYI menawarkan layanan legal dengan sistem langganan atau iklan yang transparan tanpa menjanjikan penghasilan kepada pengguna.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengembang terkait berbagai keluhan tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi yang menawarkan keuntungan finansial tanpa kejelasan sistem dan legalitas.
Dengan banyaknya laporan serupa di berbagai platform, pengguna disarankan untuk tidak mudah tergiur dengan janji penghasilan instan dari aplikasi digital, serta selalu memeriksa kredibilitas layanan sebelum menggunakannya.
Sport4 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Pendidikan4 minggu agoPahami Poin-Poin Perubahan Juknis Serdos Tahun 2026
Banten4 minggu agoLamiPak Bersama Frisian Flag Resmikan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik di Kabupaten Serang
Nasional3 minggu agoProf Asep Saepudin Jahar: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul
Nasional4 minggu agoHarga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan3 minggu ago379 Masjid dan 376 Musala di Tangsel Terhubung Internet Gratis, Diskominfo Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Edukasi



















