Connect with us

Lifestyle

Isu Kesehatan Mental Dokter yang Menangani COVID-19

Wabah COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 2.700 korban jiwa dan menyebabkan sekitar 81.000 kasus secara global ternyata memberikan dampak gangguan mental terhadap orang sehat, termasuk tenaga kesehatan. Seperti apa dampak kesehatan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien COVID-19?

Isu kesehatan mental di antara kalangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya kadang diabaikan karena tidak terlihat secara kasat mata. Akan tetapi, apabila masalah ini berlangsung terus menerus dan dalam waktu yang lama, tentu akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik. 

Maka itu, penting sekali membahas kesehatan mental yang dimiliki oleh dokter dan tenaga kesehatan dalam menghadapi COVID-19. 

Kesehatan mental dokter menghadapi COVID-19

Advertisement

dokter spesialis

Sampai saat ini, jumlah kasus COVID-19 terus meningkat, baik di Tiongkok maupun di luar Tiongkok. Tidak mengherankan, ada sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang kewalahan mengurusi pasien yang terus bertambah. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan akhirnya meninggal dunia.

Menghadapi wabah penyakit menular dalam skala besar ini, tentu membuat mereka berada di bawah tekanan besar. Pada akhirnya mental mereka pun terganggu.

Jumlah dokter dan tenaga medis yang tidak sebanding dengan jumlah pasien yang datang membuat mereka dituntut untuk bekerja tanpa henti dan kurang beristirahat. Selain itu, mereka juga menyaksikan puluhan ribu pasien yang tersiksa akibat COVID-19, sehingga tidak heran jika kesehatan mental tim dokter terganggu. 

sedang stres

sedang stres

Pemerintah Tiongkok pun menyadari hal tersebut dan mencoba berbagai hal untuk memandu staf medis menangani masalah psikologis umum. Tetapi, menurut penelitian dari Lancet, layanan tersebut mengalami hambatan. Banyak tenaga kesehatan enggan berpartisipasi dalam bantuan yang diberikan pemerintah. 

Advertisement

Beberapa perawat menunjukkan sikap penolakan, menolak beristirahat, tetapi menunjukkan tanda-tanda tertekan secara batin meskipun mengatakan tidak memiliki masalah. Maka itu, para peneliti melakukan wawancara selama 30 menit dengan para dokter dan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 untuk melihat isu kesehatan mental mereka. 

stres saat puasa

stres saat puasa

Hasilnya, diketahui beberapa alasan mengapa para staf medis mengalami tekanan psikologis selama menjalankan tugas:

  • awal bekerja tidak begitu khawatir dapat terinfeksi virus
  • tidak ingin membuat keluarga cemas
  • tidak tahu bagaimana menangani pasien ketika mereka tidak mau melakukan karantina
  • mencemaskan ketersediaan alat pelindung diri dan masker
  • merasa tidak mampu ketika dihadapkan dengan pasien yang kritis

Tidak sedikit dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang mengungkapkan bahwa mereka tidak membutuhkan psikolog. Mereka justru memerlukan waktu beristirahat lebih banyak tanpa gangguan dan ketersediaan alat pelindung yang cukup. 

Bahkan, staf medis menyarankan untuk menyediakan pelatihan keterampilan psikologis. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membantu menangani kecemasan, kepanikan, dan masalah emosional yang dihadapi oleh pasien. 

Bagaimana pemerintah Tiongkok mengatasi masalah ini?

akibat stress berat

akibat stress berat

Isu kesehatan mental yang dialami oleh tim dokter dan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 tentu bukan masalah yang dapat diabaikan begitu saja. 

Advertisement

Pada saat kesehatan mental terganggu ketika mengobati pasien tentu akan berdampak pada kesehatan fisik mereka. Akibatnya, staf medis lebih rentan tertular dari pasien atau dokter lainnya yang sudah terinfeksi virus SARS-CoV-2. 

Oleh karena itu, akhirnya pemerintah menyesuaikan cara membantu staf medis dalam menghadapi isu kesehatan mental mereka, seperti:

1. Menyediakan tempat istirahat bagi tim medis

Istirahat langkah pengobatan akibat penularan hepatitis a

Istirahat langkah pengobatan akibat penularan hepatitis a

Salah satu cara pemerintah untuk menangani isu kesehatan mental yang dialami oleh dokter dan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 adalah menyediakan tempat istirahat. Tempat istirahat yang disediakan oleh pihak rumah sakit sifatnya seperti ‘ruang isolasi’ dari keluarga dan rekan kerja mereka. 

Selain itu, mereka juga dijamin makanan dan persediaan barang sehari-hari. Bahkan, para dokter dan tenaga kesehatan juga dibantu dalam merekam kegiatan sehari-hari di rumah sakit untuk dibagikan kepada keluarga mereka. 

Advertisement

Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa cemas yang dirasakan oleh anggota keluarga mereka. Intinya, kesejahteraan ketika merawat pasien sangat diutamakan dalam menjaga kesehatan mental para staf medis. 

2. Mengadakan pelatihan pra-kerja

belajar hal baru

belajar hal baru

Selain mengadakan pelatihan pra-kerja tentang pengetahuan penyakit dan cara mengurangi risiko menularnya infeksi, para staf medis juga dibekali tentang masalah psikologis pasien. Maksudnya, para dokter akan dibekali pengetahuan dasar tentang merespons pasien COVID-19 yang mengalami isu kesehatan mental terkait wabah tersebut. 

Para dokter yang tidak tahu harus berbuat apa ketika pasien menolak dikarantina juga akan dibantu. Rumah sakit akan mengirimkan staf keamanan agar pasien lebih kooperatif. Dengan begitu, tekanan psikologis yang dialami oleh dokter dan tim medis terkait pasien yang tidak dapat bekerja sama atau mengalami isu kesehatan mental dapat berkurang. 

3. Mengembangkan peraturan tentang APD COVID-19

tenaga kesehatan pengobatan diabetes

tenaga kesehatan pengobatan diabetes

Para tenaga medis juga khawatir terhadap persediaan alat pelindung diri (APD), seperti baju pelindung dan masker. Akhirnya mereka berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan metode konvensial yang ternyata tidak cukup aman, seperti:

Advertisement
  • menambal masker pelindung sekali pakai 
  • menggunakan googles sekali pakai berulang kali
  • membungkus sepatu dengan kantong plastik karena penutup khusus tidak ada

Kekurangan tersebut meningkatkan risiko penularan kepada staf medis menjadi cukup tinggi, mengingat mereka berada di ‘sarang’ virus, yaitu rumah sakit. 

Agar persediaan dapat kembali terpenuhi, pemerintah akhirnya mengeluarkan aturan penggunaan masker yang diterapkan di seluruh Wuhan. Hal ini bertujuan sebagai salah satu upaya ‘menyelamatkan’ kesehatan mental para dokter yang menangani COVID-19. 

4. Memberikan fasilitas untuk bersantai

istirahat santai

istirahat santai

Pemerintah Tiongkok sangat khawatir dengan kegiatan dokter dan staf medis lainnya yang sibuk menangani COVID-19, sehingga mengabaikan kesehatan mental mereka. Maka itu, beberapa rumah sakit membuka fasilitas untuk bersantai dan pelatihan cara bersantai di tengah wabah penyakit untuk mengelola stres staf medis. 

Pemerintah pun mendatangkan konselor psikologis secara teratur yang akan mengunjungi tempat istirahat mereka. Selama sesi tersebut berlangsung, para dokter dan tenaga kesehatan lainnya diminta untuk bercerita dan konselor akan memberikan dukungan yang sesuai. 

Dengan begitu, ratusan staf medis di pusat wabah Wuhan dapat beristirahat di tempat yang sudah disediakan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang merasa nyaman dengan fasilitas ini. 

Advertisement

Menjaga kesehatan mental staf medis seperti dokter dan perawat saat menangani penyakit menular COVID-19 ini ternyata cukup penting. Walaupun demikian, pendekatan terbaik menyelesaikan isu tekanan psikologis selama wabah penyakit berlangsung masih belum jelas. 

Akan tetapi, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah setidaknya dapat mengurangi beban stres yang dialami oleh mereka.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan2 hari ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan2 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan2 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan3 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan3 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan5 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan5 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport6 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan6 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi7 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi7 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport1 minggu ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport1 minggu ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten1 minggu ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten1 minggu ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Sport1 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport1 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Sport2 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Serba-Serbi2 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis1 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Bisnis1 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

SHR Miner
Internasional3 minggu ago

Editor’s Note: Outstanding Guest Post Payment from SHR Miner Representative

Pemerintahan3 minggu ago

Diskominfo Tangsel Bersama Karang Taruna Bambu Apus Hadirkan Pelatihan Literasi dan Konten Digital

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Serba-Serbi7 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Nasional2 minggu ago

DeepTalk Indonesia: Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Dorong Reformasi Kejaksaan, Kawal Tuntas Proses Hukum Febrie Adriansyah

Pemerintahan3 minggu ago

Tangsel Digital Academy Hadir di Pesantren, Benyamin Davnie Dorong Santri Kuasai AI dan Literasi Digital

Populer