Nasional
Jika PDIP Menang, Jokowi Presiden: Jangan Sampai Tersandera Koalisi

Prediksi PDI Perjuangan akan memenangkan Pemilu 2014 sudah menjadi pengetahuan umum. Hal itu terjadi karena hampir semua lembaga survei mengumumkan prediksi yang serupa. Kemenangan PDI Perjuangan semakin diperkuat dengan telah ditetapkannya mandat capres bagi Joko widodo (Jokowi). Penetapan Jokowi sebagai Capres PDI Perjuangan sebelum Pemilu Legislatif 2014 diduga memang sengaja dilakukan untuk menaikan perolehan suara PDI Perjuangan.
Pengamat politik dari Konsep Indonesia (Konsepindo) Kholis Ridha mengatakan, bahwa PDIP akan menjadi gadis cantik yang menarik dan banyak yang ingin meminang partai berlambang banteng bermoncong putih itu untuk dijadikan mitra koalisi.
“Posisi di atas angin seperti itu tentu selalu menarik minat, saya menduga banyak partai yang akan merapat untuk berkoalisi,” ujarnya, Selasa, (8/4/2014).
Kholis mengatakan koalisi yang akan dibangun PDIP akan banyak disorot berbagai pihak.
“Pasti akan ditunggu, dengan siapa PDIP berkoalisi, itu menyangkut pemerintahan dan kebijakannya ke depan,” jelas Kholis.
Adapun yang terpenting, imbuh kholis, terlepas nanti PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai apapun, jangan sampai tersandera koalisi, apalagi transaksi bagi-bagi kursi menteri.
Di tempat terpisah, Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi, menyatakan PDIP dinilai lebih pantas berkoalisi dengan PAN dan PKB. Dua parpol yang lahir dari ormas Islam itu dinilai sangat layak mendampingi PDIP untuk membangun Indonesia lima tahun kedepan .
Apalagi, lanjut Muradi, keterikatan historis – ideologis antar ketiganya sangat kuat sekali. PAN merepresentasikan basis massa Muhammadiyah. Sedangkan PKB memiliki akar rumput yang kuat dari kalangan NU. Meskipun ada PPP, PKB dinilai lebih dianggap sebagai ‘anak yang disayang’.
Baik NU maupun Muhammadiyah, sama – sama berhubungan akrab dengan sumber ideologi PDIP, yaitu Bung Karno. Proklamator Kemerdekaan RI itu selalu meminta pendapat kepada kedua ormas itu terkait dengan keislaman. Hubungan emosional ketiganya terjalin kuat, karena sama – sama berjuang memerdekakan Indonesia.
“Saya kira sangat mungkin koalisi terbangun,” jelas Muradi.
Muradi Menambahkan, PDIP saat ini sudah jauh lebih ideologis dibandingkan yang dulu. Kondisi ini membuat koalisi yang akan dibangun nantinya, tidak berdasarkan pragmatisme, tetapi ideologi. NU, Muhammadiyah, dan PDIP dengan Soekarnoismenya, akan menjadi sinergi yang kuat membangun bangsa ini.
Sementara itu, Wasekjen PDIP, Eriko Sotarduga, menjelaskan pihaknya selalu berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan banyak pihak, termasuk dengan kedua parpol tersebut. “Hanya mengenai kerjasama atau koalisi, pembicaraan secara khusus setelah pileg nanti,” jelasnya. (ip/kp/red)
Pemerintahan2 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Sport3 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Sport3 minggu agoJadwal Lengkap Piala AFF 2026
Otomotif2 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Sport3 minggu agoPiala Presiden 2026: Peserta, Grup, Jadwal, Tiket, hingga Format Pertandingan
Sport3 minggu agoJadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Lawan Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura
Sport4 minggu agoSiapa Lawan Spanyol di Final Piala Dunia 2026? Argentina atau Inggris?
Tips4 minggu agoReview Sepatu Padel Asics Sonic Smash Padel, Nyaman Dipakai Main Berjam-jam?





















