Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Serang, Banten — Jaringan pemuda Peduli Kesejahteraan Sosial (JPPKS) Banten mendukung target Kementerian Sosial (Kemensos) untuk perluasan program Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di seluruh wilayah di Indonesia.
LKS yang rencananya akan dibentuk sebanyak 2000 titik oleh Kemensos dinilai dapat membantu penyandangan masalah sosial di masyarakat. Sehingga, persoalan sosial dapat tertangani secara integratif dan sistematis.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Koordinator JPPKS Banten, Ronny K. Suryanegara pada Rabu (1/3) di Serang, Banten.
“Seiring dengan target pembentukan LKS sebanyak 2000 titik oleh menteri sosial Ibu Khofifah Indar Parawansa, JPPKS menyatakan dukungan dan menyambut baik dengan rencana ini”, ucap Koordinator JPPKS Banten, Ronny K. Suryanegara melalui siaran pers yang diterima kabartangsel.com, Rabu (1/3).
Sikap JPPKS dikatakan oleh Ronny berdasarkan pada Permensos nomor 184 tahun 2011, bahwa LKS merupakan bentuk kontribusi nyata unsur-unsur masyarakat seperti pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh cendekiawan untuk ikut terlibat aktif, berpartisipasi dan berkolaborasi dalam mempercepat penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial,dan penanggulangan kemiskinan.
“LKS jadi tanggungjawab kita semua, tidak hanya pemerintah tapi juga seluruh lapisan masyarakat, ini pelembagaan dari rasa solidaritas masyarakat agar tercapainya kondisi sosial awareness dan sosial inslusive di masyarakat”, jelas Ronny.
Selain itu, Ia mengaku, secara swadaya JPPKS telah melakukan sosialisasi LKS di Banten. Ia berharap pembentukan LKS bisa terus ditambahkan, juga diimbangi oleh komitmen untuk dilibatkannya LKS secara maksimal sebagai mitra kemensos.
“Insyallah kami akan membantu melakukan perluasan LKS ini, terutama di wilayah tertinggal seperti Lebak dan Pandeglang di Banten. Secara swadaya sosialisasi melalui advokasi ke masyarakat sudah kami lakukan”, pungkas Ronny. (fid)










