Connect with us

Lifestyle

Kebutuhan Karbohidrat yang Ideal untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi balita sangat penting untuk tumbuh kembangnya, termasuk asupan karbohidrat. Kandungan makanan yang satu ini merupakan sumber energi yang bisa ditemui dalam berbagai jenis menu dan kudapan. Berikut penjelasan seputar kebutuhan karbohidrat balita, mulai dari jenis karbohidrat, cara tubuh mengolahnya, sampai membatasi konsumsi karbohidrat demi kesehatan anak.

Mengapa karbohidrat penting untuk kebutuhan nutrisi balita?

Karbohidrat termasuk sumber energi utama yang bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Setidaknya, setiap satu gram karbohidrat, menghasilkan 4 kilokalori (kkal). Untuk balita usia 2-5 tahun, kebutuhan karbohidrat sekitar 55-65 persen dari total kalori. 

Pada dasarnya, karbohidrat menjadi zat gizi utama untuk kebutuhan otak anak. Jadi, tidak bisa menghilangkan makanan berkarbohidrat meski Anda ingin menurunkan berat badan anak karena kegemukan. 

Advertisement

Selain itu, karbohirat juga punya banyak manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Jenis-jenis karbohidrat yang penting untuk kebutuhan balita

Ada dua jenis karbohidrat yang terkandung di dalam makanan, karbohidrat kompleks dan sederhana. Berikut penjelasannya mengutip Kids Health:

Karbohidrat sederhana

Nama lain dari jenis karbohidrat ini adalah gula. Karbohidrat sederhana bisa Anda temukan di gula putih, buah, susu, madu, sampai permen lolipop.

Meski banyak makanan mengandung karbohidrat sederhana, Anda perlu memilih sesuai dengan kebutuhan gizi balita.

Advertisement

Jadi, pastikan Anda memilih jenis karbohidrat sederhana yang rendah gula. Adapun karbohidrat sederhana rendah gula yaitu buah dan susu yang juga mengandung nutrisi lain, seperti serat dan kalsium. 

Dibanding jenis karbohidrat lain, karbohidrat sederhana paling cepat diserap oleh tubuh karena mudah dicerna. Namun, karbohidrat sederhana juga sangat mudah diubah menjadi gula darah di dalam tubuh. 

Konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak pada balita dan orang dewasa sering menjadi sorotan karena bisa memicu diabetes pada anak.

Anda bisa menggantinya dengan pemanis alami dari daun stevia. Ini baik untuk menghindarkan balita dari diabetes atau mengurangi risikonya di usia dewasa kelak.

Advertisement

Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang cenderung lebih sulit dicerna. Oleh karena itu, karbohidrat kompleks biasanya cenderung lebih sehat karena tidak menaikkan gula darah dengan cepat.

Beberapa makanan yang termasuk karbohidrat kompleks yaitu:

  • Kelompok umbi-umbian (kentang dan ubi)
  • Roti
  • Pasta
  • Jagung
  • Gandum
  • Singkong

Selain mengandung karbohidrat yang bisa melengkapi kebutuhan nutrisi balita, makanan di atas juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu pencernaan.

Selain itu, jenis karbohidrat kompleks juga membuat anak lebih cepat kenyang. Ada dua kelompok karbohidrat kompleks, yaitu:

Pati

Semua makanan pokok mengandung jenis karbohidrat kompleks yang mengandung pati. Makanan yang mengandung pati cenderung lebih lama dicerna tubuh karena memiliki struktur yang rumit dibanding karbohidrat sederhana.

Advertisement

Serat

Jenis makanan yang termasuk karbohidrat kompleks dan mengandung serat adalah sayur dan buah. Jenis karbohidrat ini juga bisa Anda temukan di makanan pokok lain, seperti nasi merah atau roti gandum. 

Mengingat kadar seratnya yang tinggi, makanan yang mengandung karbohidrat komplek satu ini tidak berdampak buruk pada kesehatan gula darah.

Karbohidrat mengandung serat tinggi cocok untuk balita yang memiliki kebutuhan khusus dalam masalah gula darah dan obesitas. 

Bagaimana tubuh mengolah karbohidrat?

Ketika anak Anda mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi gula sederhana dan diserap ke dalam aliran darah.

Advertisement

Ketika kadar gula naik, pankreas melepas hormon bernama insulin yang berperan untuk memindahkan gula dari darah ke dalam sel. Gula di sini berguna sebagai sumber energi. 

Proses ini berjalan cepat dan membuat si kecil lebih mudah lapar. Bila Anda memberikan karbohidrat tinggi serat seperti gandum dan kentang untuk balita usia 2-5 tahun, energi anak lebih lama bertahan di dalam tubuh. 

Perlukah balita membatasi konsumsi karbohidrat?

Bagi orang dewasa, diet karbohidrat cukup familiar untuk mengurangi kadar gula dalam darah. Namun, perlukah balita melakukan hal yang sama? Sebenarnya tidak perlu.

Prinsip diet ini membuat asupan karbohidrat balita tidak boleh melebihi 30 persen dari kebutuhan harian. Padahal, anak masih butuh 50-60 persen dari kebutuhan kalori setiap harinya. 

Advertisement

Bila Anda menerapkan diet rendah karbohidrat pada balita, bisa menurunkan berat badan anak dengan cepat. Bila salah langkah dalam penerapan diet ini, justru bisa membuat pertumbuhan dan perkembangan balita terganggu.

Hal ini mengingat, balita usia 2-5 tahun masih dalam masa pertumbuhan. Beberapa efek yang ditimbulkan bila balita diet karbohidrat yaitu:

Penurunan kemampuan otak

Disadari atau tidak, balita yang kekurangan kebutuhan karbohidrat mengalami penurunan kemampuan berpikir. Karbohidrat berperan untuk meningkatkan kinerja otak sehingga ketika kandungan ini berkurang, kinerja otak bisa menurun.

Penurunan berat badan

Orang dewasa mungkin senang ketika berat badannya turun, tapi bagi balita, ini kondisi yang kurang baik. Penurunan berat badan secara drastis bisa membuat anak kekurangan gizi dan kemungkinan buruknya yaitu terjadi malnutrisi.

Advertisement

Kalau memang anak kegemukan atau obesitas dan ingin melakukan diet, konsultasikan dulu ke dokter anak. Ceritakan seputar kondisi si kecil mulai dari kebiasaan makan dan apa yang harus diubah. 

Lebih cepat lelah

Balita usia 2-5 tahun merupakan masa anak sedang sangat aktif dan karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama.

Ketika Anda mengurangi porsinya, tubuh anak kesulitan mendapatkan energi dan membuatnya lesu, tidak aktif, dan lebih cepat lelah. 

Porsi kebutuhan karbohidrat yang sesuai dengan usia balita

Meski karbohidrat untuk anak tidak boleh dihilangkan, Anda tetap harus memilih jenis dan menyesuaikan dengan porsi makan anak.

Advertisement

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, rata-rata kebutuhan karbohidrat balita, yaitu:

  • 1-3 tahun: 155 gram
  • 4-6 tahun: 220 gram

Pada rentang usia balita 2-5 tahun, kebutuhan karbohidrat menyesuaikan dengan poin di atas.

Anda bisa memilih karbohidrat yang tidak hanya mengandung kalori, tetapi juga menyediakan vitamin, mineral dan serat.

Agar kebutuhan karbohidrat balita tetap terjaga dengan baik, pilihsumber karbohidrat kaya nutrisi misalnya, roti gandum, seream, kentang, dan kacang-kacangan. 

Bagaimana dengan susu rendah lemak? Eat Right menjelaskan bahwa susu rendah lemak mengandung karbohidrat alami yang disebut laktosa. Jadi, Anda tetap bisa memberikan susu rendah lemak tanpa pemanis untuk si kecil.

Advertisement

Bagaimana menghadapi anak picky eater agar mau mengonsumsi karbohidrat?

Ketika si kecil seorang picky eater, tentu ada kesulitan sendiri dan harus mengakali agar ia mau makan karbohidrat. Berikut berbagai tips yang bisa dicoba agar anak mau makan karbohidrat:

  • Tidak terburu-buru dalam mengubah kebiasaan makan anak
  • Membuat waktu makan jadi menyenangkan misalnya dengan melibatkannya saat memasak
  • Kreasikan karbohidrat yang sehat menjadi lebih menarik untuk anak
  • Membuat makanan kaya warna sehingga anak semangat makan

Pastikan Anda melakukan langkah di atas dalam pengawasan dokter agak kesehatan si kecil tidak terganggu. Jika si kecil tetap tidak mau makan karbohidrat, segera konsultasikan ke dokter untuk tahu solusi terbaiknya.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan1 hari ago

HUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba

Nasional1 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Nasional1 hari ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Nasional1 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan1 hari ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 hari ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

Melalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital

Pemerintahan2 hari ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan4 hari ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan4 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan5 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan5 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan5 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan5 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan1 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan1 minggu ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport1 minggu ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Sport2 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport2 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Sport3 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport3 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Serba-Serbi3 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Bisnis2 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Sport3 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis2 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Nasional3 minggu ago

DeepTalk Indonesia: Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Dorong Reformasi Kejaksaan, Kawal Tuntas Proses Hukum Febrie Adriansyah

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Pemerintahan5 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Banten1 minggu ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Populer