Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) menggelar pertemuan koordinasi bina wilayah dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di Provinsi Jawa Timur secara daring dan luring pada Selasa (3/11) di Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari terhitung sejak tanggal 3 November sampai 5 November 2020 tersebut, diikuti sebanyak 50 peserta luring dan 300 peserta daring yang terdiri dari peserta dari jajaran di tingkat fasilitas kesehatan Kabupaten/Kota, RS-RS yang menangani COVID-19 baik RSUD maupun RS swasta, BPKAD, KKP, dan BTKL.
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, yang ditandai dengan prosesi pemukulan gong.
“Dengan mengucap Bismillahhirahmanirrahim, acara Pertemuan koordinasi pembinaan wilayah Provinsi Jawa Timur saya nyatakan resmi dibuka,” kata Oscar.
Dalam sambutannya, Oscar mengatakan bahwa kegiatan bina wilayah yang telah dimulai sejak tahun 2016 yang lalu, merupakan upaya penting untuk meyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam upaya penanganan persoalan kesehatan di daerah termasuk dalam hal penanganan COVID-19.
“Semoga pertemuan ini memberikan manfaat baik Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Kesehatan dalam upaya kita mewujudkan pembangunan di Bidang Kesehatan,” tuturnya.
Kendati fokus perhatian pemerintah saat ini adalah penanganan COVID-19. Pada saat yang sama, pemerintah juga terus melakukan upaya penanganan masalah kesehatan lainnya yang merupakan program prioritas nasional seperti Pencapaian Indikator PIS-PK, Capaian IKP PPSDM, dan saat ini adalah Penyelesaian Insentif Tenaga Kesehatan, dan Pemantauan Perkembangan COVID-19 di Provinsi Jawa Timur.
“Dimana saat ini perkembangan COVID-19 di Jawa Timur sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Terimakasih kepada tim Taskforce yang sudah mendampingi Provinsi Jawa Timur dan mengadakan kegiatan terintegrasi pada kegiatan ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan PPSDMK Trisa Wahjuni Putri melaporkan bahwa kegiatan binwil kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Pasalnya, di gelar ditengah pandemi COVID-19, kegiatan binwil ini sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Jawa Timur.
“Binwil kali ini terasa istimewa, karena terjadi di masa pandemi COVID-19, untuk itu pertemuan ini tidak hanya berdiskusi seputar PISPK namun juga perkembangan COVID-19 di Jawa Timur,” kata Trisa.
Lebih lanjut, panel diskusi juga akan membahas seputar SDM Kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang optimal serta seputar Insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan COVID-19, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dan membantu realisasi anggaran dari pusat. (rls/fid)
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan4 minggu agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri














