Kenali Gejala Alergi Susu Pada Bayi, Beda Dengan Intoleransi Laktosa!

By on Jumat, 9 November 2018

Alergi susu adalah salah satu jenis alergi yang umum dialami bayi. Hampir 2-3% bayi di dunia ini memiliki alergi susu. Gejala alergi susu pada bayi juga mirip seperti masalah kesehatan umum, semisal diare atau demam, sehingga sering terlewatkan oleh orangtua. Ya, mengetahui bayi memiliki alergi susu atau tidak mungkin tidak sesederhana yang Anda kira. Namun, ada baiknya Anda mengetahui apa saja tanda-tanda alergi susu pada bayi.

Kenali tanda-tanda bayi alergi susu

Alergi susu biasanya berkembang saat bayi sudah diperkenalkan dengan susu formula atau ketika bayi sudah mulai makan makanan padat. Hal ini karena kebanyakan susu formula mengandung protein susu sapi.

Sangat jarang bayi yang menyusu ASI eksklusif punya alergi susu. Namun, bisa saja hal ini terjadi karena protein susu sapi yang diminum ibu masuk ke tubuh bayi melalui ASI.

Terdapat dua tipe utama dari alergi susu pada bayi. Pertama, tipe langsung, di mana gejala alergi mulai muncul dalam hitungan menit sejak bayi minum susu sapi atau susu formula. Kedua, yaitu tipe alergi susu yang tertunda, di mana gejala alergi akan mulai terlihat setelah beberapa jam atau bahkan hari semenjak bayi mengonsumsi susu sapi.

Oleh karena itu, jika bayi mulai menunjukkan gejala alergi susu, ibu harus waspada. Beberapa gejala yang bisa timbul akibat alergi susu pada bayi adalah:

  • Muntah
  • Sakit perut
  • Bayi rewel
  • Diare
  • Ada darah dalam feses bayi
  • Ruam pada kulit
  • Batuk atau mengi
  • Mata berair dan hidung tersumbat
  • Sulit bernapas, bahkan warna kulit menjadi kebiruan
  • Pembengkakan, terutama pada mulut dan tenggorokan

Beda alergi susu dengan intoleransi laktosa

Kadang, alergi susu dan intoleransi laktosa tidak dapat dibedakan. Beberapa ibu mungkin mengira bahwa bayinya mengalami alergi susu, padahal sebenarnya bayinya mengalami intoleransi laktosa. Ini merupakan dua hal yang berbeda.

Pada alergi susu, sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi negatif terhadap protein dalam susu sapi. Bayi yang diberi ASI akan bereaksi terhadap susu yang dikonsumsi ibunya (yang sampai ke tubuh bayi melalui ASI), sedangkan bayi yang diberi susu formula akan bereaksi terhadap protein susu sapi yang terkandung dalam susu formula.

Sistem kekebalan tubuh bayi akan bereaksi terhadap protein dalam susu sapi karena melihatnya sebagai zat asing. Sebagai pertahanan diri, tubuh bayi akan melepaskan histamin dan zat lainnya yang dapat menimbulkan gejala alergi.

Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak ada hubungannya sama sekali dengan sistem kekebalan tubuh dan protein susu sapi. Sistem pencernaan bayi yang memiliki intoleransi laktosa tidak dapat mencerna gula dalam susu (yang disebut laktosa) dengan baik.

Intoleransi laktosa jarang ditemukan pada bayi. Intoleransi laktosa justru lebih sering terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan bahkan orang dewasa.

Bagaimana mendiagnosis alergi susu pada bayi?

Tidak mudah memang mengetahui bayi memiliki alergi susu atau tidak. Dokter pun perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemeriksaan fisik dan pemeriksaan feses untuk bisa mendiagnosis alergi susu pada bayi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, dokter biasanya juga akan meminta Anda untuk tidak minum susu (jika Anda menyusui) atau meminta Anda mengganti susu formula bayi ke susu formula jenis tertentu.

Setelah seminggu bayi terbebas dari susu sapi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk memberi kembali susu sapi ke bayi untuk melihat apakah bayi masih bereaksi terhadap susu sapi.

Kabartangsel.com

Source