Lifestyle
Ketika Anak Sakit Parah, Ini 5 Cara Bagi Orangtua untuk Menguatkan Diri

Stres dan cemas adalah segelintir emosi yang muncul dalam benak orangtua ketika mendengar sang anak didiagnosis sakit parah. Reaksi itu amat lumrah, mengingat penyakit parah yang diderita dapat menimbulkan dampak serius. Lantas, harus bagaimana orangtua menguatkan diri menghadapi anak yang sakit parah?
Cara orangtua menguatkan diri ketika anak sakit parah
Menghadapi diagnosis penyakit parah memang tidaklah mudah. Namun, jangan biarkan emosi tersebut menghalangi Anda untuk berpikir jernih. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sebagai orangtua untuk menguatkan diri dan menunjang pemulihan anak:
1. Mengatasi emosi negatif yang muncul
Kebanyakan orangtua akan merasa bersalah dan marah saat mengetahui anaknya terdiagnosis penyakit yang berat. Namun, cara terbaik untuk mengatasi emosi negatif ini justru adalah dengan menghadapinya.
Menerima segalanya adalah langkah awal bagi orangtua untuk menguatkan diri ketika sang anak didiagnosis sebuah penyakit.
Sebuah penelitian menemukan bahwa rasa cemas dan depresi pada orangtua dari anak pengidap kanker dapat menurun jika orangtua berperan aktif dalam proses pengobatan.
Sebaliknya, orangtua yang menolak kenyataan dan menghindari situasi seperti ini justru memiliki tingkat stres yang lebih tinggi.
2. Mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit
Peran serta orangtua sangatlah penting ketika mendampingi anak yang sakit parah. Meski demikian, tindakan yang keliru dapat membahayakan buah hati Anda sehingga menghambat pemulihannya.
Jadi, pastikan bahwa Anda dan pasangan telah membekali diri dengan beragam informasi tentang penyakit terkait. Pahami setiap gejala yang muncul, pengobatan, perawatan, hingga pantangan makan jika ada.
Carilah semua informasi tersebut dari sumber yang dapat dipercaya. Terutama dari dokter spesialis, perawat, website resmi institusi kesehatan, serta buku-buku yang khusus membahas penyakit tersebut.

3. Merencanakan pengobatan
Bagi orangtua, menguatkan diri saat anak sakit adalah hal yang harus dilakukan. Sebab, dengan begitu Anda juga dapat lebih tenang merencanakan pengobatan.
Ketika anak menderita sakit parah, jadwal pengobatan menjadi suatu hal yang sangat penting. Anak Anda mungkin perlu menjalani berbagai macam pemeriksaan dan harus mengonsumsi banyak obat.
Susunlah perencanaan lengkap yang berisikan semua hal terkait pengobatan anak. Misalnya, jadwal kunjungan rutin ke dokter, obat yang harus diminum serta waktunya, hingga perawatan darurat jika kondisi anak menurun sewaktu-waktu.
4. Mencari dukungan
Menghadapi penyakit parah anak tentu tidak mudah bila dilakukan hanya bersama pasangan. Maka dari itu, carilah dukungan profesional dari para tenaga medis yang menangani kasus anak Anda serta psikolog bila diperlukan.
Anda juga bisa mencari tempat berbagi dalam komunitas, yayasan, atau sesama orangtua yang menghadapi kasus serupa. Kehadiran mereka tidak hanya bermanfaat sebagai sumber informasi, tapi juga agar Anda tidak merasa sendiri.
Dengan begitu, para orangtua bisa saling menguatkan diri ketika anak didiagnosis penyakit parah.
5. Melakukan hal yang membahagiakan
Kebahagiaan keluarga tidak berakhir ketika anak didiagnosis sakit parah. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kebahagiaan dan mood baik dalam keluarga, seperti:
- Menyempatkan waktu untuk bersantai sejenak di antara jadwal pengobatan anak
- Melakukan kegiatan menyenangkan bersama keluarga, misalnya merayakan ulang tahun bersama
- Mendorong anak Anda untuk melakukan kegiatan yang ia sukai
- Sering mengobrol dengan anak Anda untuk semakin memahaminya
Setiap orangtua memiliki cara yang berbeda untuk menguatkan diri ketika anak didiagnosis sakit parah. Jika langkah di atas tidak berhasil, Anda selalu bisa mencari cara lain untuk menghadapi situasi ini. Sharing bisa menjadi salah satu cara yang ampuh.
Wajar apabila Anda merasa lelah, sebab mendampingi anak yang menderita penyakit parah adalah suatu proses yang panjang. Namun, selama Anda tetap berpikir jernih dan fokus pada pengobatan sang buah hati, lambat laun Anda akan mampu beradaptasi.
Kabartangsel.com
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026


















