Banten
KH. Ahmad Sadeli Karim: Mathla’ul Anwar Tak Akan Segan Koreksi Pemerintah

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar KH Ahmad Sadeli Karim menyatakan Mathla’ul Anwar tidak akan segan mengoreksi pemerintah jika menyimpang dan menyeleweng dari konstitusi termasuk nilai-nilai agama.
“Hubungan Mathla’ul Anwar (MA) dengan pemerintah tetap berjalan baik. Kalau pemerintah baik dan benar, maka MA akan berada di depan untuk mendukung pemerintah dalam bingkai NKRI,” katanya saat pembukaan Muktamar ke XIX dan Milad ke-100 MA di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu, (8/8/2015).
Namun, kata dia, kalau pemerintah menyimpang dan menyeleweng dari konstitusi maka MA tidak segan untuk melakukan koreksi. MA siap dan mengajak seluruh pihak bekerja sama bahu-membahu membangun bangsa ini.
Muktamar MA ke XIX dibuka Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungannya presiden didampingi Menkopolhukam Tedjo Edy Purdijanto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Kepala BIN Sutiyoso.
Sadeli juga mendambakan Indonesia menjadi bangsa yang cerdas, bermartabat, berdaya saing, berbudi pekerti luhur dan memiliki kualitas tinggi, dan itu merupakan wasiat dari para pendiri bangsa yang harus dilaksanakan oleh generasi penerus.
“Mathlaul Anwar turut mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita luhur itu,” kata Sadeli yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal pemilihan Proivinsi Banten tersebut.
Bagi MA, kata dia, cerdas adalah berilmu dan bermoral, artinya adanya keseimbangan antara sisi intelektual, emosional dan spiritual.

“Makna kecerdasan yang kami pahami sangat luas. Manusia yang cerdas yakni mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi secara arif dan bijaksana,” katanya.
Karena itu, kata dia, MA yakin bahwa hanya dengan meningkatkan kecerdasan segala permasalahan yang dihadapi akan bisa diselesaikan.
Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi pada MA yang selama ini telah berperan aktif dalam mencerdaskan dan malakukan pemberdayaan pada umat di Tanah Air.
“MA memiliki modal sosial dan kultural yang merupakan warisan para pendirinya, dan didukung oleh pondok pesantren. Jadi sangat potensial mencetak SDM Islam yang berintelektual. Modal sosial dan kultural ini dapat diterapkan dalam mengatasi segala permasalahan yang dihadapi,” katanya. (ant/kts)
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku























