Banten
Kinerja Perbankan Di Provinsi Banten Dinilai Membaik

Informasi yang dilansir kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, kinerja perbankan di wilayah ini pada kuartal terakhir 2014 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Budiharto Setyawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, mengatakan hal itu terlihat dari pertumbuhan aset secara year on year pada kuartal IV/2014 mencapai 14,8% lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 12,87%.
“Pertumbuhan aset lebih dominan disebabkan oleh penyaluran kredit di akhir tahun yang meningkat. Hal ini karena sejumlah bank mempercepat penyaluran kredit di akhir tahun untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya, Selasa (10/3/2015).
Hal itu, ujarnya, terlihat dari meningkatnya rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) dari 72,67% pada kuartal sebelumnya menjadi 73,32% pada kuartal IV/2014. Peningkatan LDR ditopang oleh bank konvensional yang mencapai 71,77%.
Pada periode ini aset perbankan Banten tercatat mencapai Rp140,87 triliun, dengan pangsa terbesar dimiliki oleh perbankan konvensional senilai Rp133,88 triliun dan sisanya Rp6,98 triliun dimiliki oleh perbankan syariah. (bis/kt)
Banten5 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Pemerintahan2 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
Nasional2 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf



































