Connect with us

Bisnis

Ali Tranghanda: 2015 Kebangkitan Properti Indonesia

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda optimistis tahun 2015 dapat menjadi kebangkitan properti di Indonesia berdasarkan sejumlah faktor ekonomi yang akan mendorong daya beli masyarakat.

“Faktor ekonomi itu diantaranya BI rate turun dari level 7,75 persen menjadi 7 persen, sehingga membuat bunga KPR juga turun,” kata Ali Tranghanda di Tangerang, Minggu, (15/3), dalam seminar Indonesia Property Outlook 2015.

Kemudian kebijakan pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM kepada pembangunan infrastruktur juga akan memberikan keuntungan bagi pembangunan properti, kondisi demikian juga didukung stabilitas ekonomi tahun 2015 dilihat dari perkembangan inflasi yang masih dalam kendali pemerintah, ujar Ali.

Advertisement

Seminar Indonesia Property Outlook 2015 merupakan rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan di 10 kota besar Padang, Pekanbaru, Jakarta, Tangerang, Bandung, Bali, Surabaya, Medan, Makassar dan Balikpapan.

Seminar menghadirkan pembicara Ali Tranghanda dan Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi bertujuan untuk meyakinkan pelaku di sektor properti bahwa investasi properti masih menjadi pilihan yang menguntungkan pada tahun 2015.

Bahkan Ali dalam seminar tersebut mengatakan,i berdasarkan catatan para pengamat properti, tahun 2015 akan menjadi tonggak kebangkitan properti Indonesia.

“Industri properti menengah atas mulai jenuh dan bergeser ke segmen menengah yang sebagian besar adalah end user (pengguna),” ujar Ali.

Advertisement

Oleh karena itu, saat ini pengembang pun telah membidik pasar tersebut dengan melakukan strategi resizing dengan menjual tipe-tipe yang lebih kecil dengan harga berkisar antara Rp 500 juta -Rp 1 miliar yang akan menjadi primadona pasar properti.

Di sisi lain, menurut Ali, ada beberapa lokasi yang menunjukkan pertumbuhan dan menyimpan potensi pasar yang tinggi, diantaranya kawasan Serpong-Tangerang.

Dengan melihat analisis di atas dapat disimpulkan bahwa optimistis sektor properti akan berjalan positif pada tahun ini, khususnya untuk rumah tapak (residensial). Namun pengembang harus jeli memanfaatkan pasar dan memberikan strategi yang tepat dengan menawarkan produk yang berbeda dan sesuai keinginan konsumen.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, menghadapi persaingan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015, para pengembang harus selalu siap menghadapi berbagai kondisi yang ada diantaranya masuknya investor asing untuk menanamkan modalnya karena peluang potensi pasar yang luar biasa besar, pembangunan infrastruktur baru hingga peluang kemitraan lokal dan asing.

Advertisement

Pada kesempatan yang sama, Andreas Nawawi, menyampaikan, semua sektor usaha mengalami koreksi termasuk industri properti pada tahun 2014 dan 2015.

Namun, perlambatan siklus pasar ini bukan berarti bisnis dan peluang investasi tidak berkembang. Nilai properti akan terus meningkat karena properti merupakan obyek investasi sepanjang masa, ujarnya.

Segmen kelas menengah Indonesia tahun 2015 diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar 90 juta orang, dengan tingkat konsumsi dan daya beli yang tinggi. Kondisi ini juga akan berimplikasi pada peningkatan pemenuhan kebutuhan akan hunian yang bertambah banyak, seiring terjadinya pertumbuhan populasi.

Melihat perkembangan permintaan dan kebutuhan konsumen yang beragam Paramount Land di awal tahun 2015 ini, menawarkan konsep baru `custom homes¿  di Malibu Village. Yaitu konsumen dapat memilih rumah sesuai selera dan kebutuhan.

Advertisement

Malibu Village merupakan klaster di kota Gading Serpong yang mengakomodasi keinginan konsumen untuk memberikan sentuhan personal pada desain rumahnya sendiri. Terdapat 18 pilihan desain fasad, 3 pilihan finishing fasad, 3 pilihan warna dan 8 pilihan kelengkapan rumah.

Untuk fasad ada 9 gaya rumah, yaitu gaya classic, American, Scandinavian, Japan, Mediteranian, modern, victorian, colonial dan Art Deco. Masing-masing gaya memiliki dua desain fasad  pilihan sehingga membuat konsumen lebih leluasa menentukan rumah sesuai keinginan.(ant/kt)

Advertisement

Populer