Opini
Lawan Airin, Ikhsan Modjo Dongkrak Popularitas, Arsid Politik Teraniaya

Hari ini publik disuguhi pemberitaan koordinator timses pasangan calon nomor urut 2, Arsid-Elvier, merasa diintimidasi oleh aparat kepolisian. Ketika itu polisi bertugas untuk meminta data seputar visi misi pasangan calon Arsid-Elvier, sekaligus mencari informasi serta mendokumentasikan gambar alat peraga kampanye.
Entah kenapa tiba-tiba berita yang muncul bahwa petugas polisi tersebut melakukan intimidasi. Tak lama kemudian, Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan langsung membantah dan menegaskan, bahwa pengumpulan informasi tersebut juga dilakukan kepada seluruh pasangan calon.
Jika merunut rentetan-rentetan atau hiruk-pikuk tiga pekan terakhir, dibalik kejadian-kejadian tersebut ada sesuatu yang tersurat. Sebelum diungkap apa itu yang tersurat, sebelumnya memang perlu diakui, bahwa pasangan petahana Airin-Benyamin merupakan pesaing kuat bagi dua pasangan calon lainnya, Ikhsan-Li Claudia dan Arsid-Elvier sendiri. Sehingga wajar, jika momentum sepanjang tiga pekan tersebut, para timses akan bertarung opini publik sebagai bagian dari strategi politik massa.
Ikhsan-Li Claudia misalnya, timsesnya terus-terusan membombardir Airin-Ben dengan isu-isu dugaan pelanggaran kampanye. Pertanyaannya kemudian? Kenapa timses pasangan calon nomor urut 1 ini lebih memilih pasangan Airin-Ben sebagai pihak yang banyak dilaporkan.
Jika mengacu pada “dinamika kelompok dan politik bunyi-bunyian” pasangan Ikhsan-Li Claudian harus mendongkrak popularitasnya. Caranya bagaimana? Adalah menjadikan Airin-Ben sebagai sasaran tembak lantaran pasangan tersebut merupakan “lawan besar.” Teorinya: “Jika ingin besar cari lawan yang besar, jangan cari lawan yang kecil.”
Dengan melaporkan dugaan pelanggaran-pelanggaran Airin-Ben, maka Ikhsan-Li Claudia akan terus ter-ekspose dan menjadi objek liputan media. Bagaimana hal itu terjadi? Ya, karena Airin-Ben, ingat….adalah pasangan petahana. Mereka inilah “lawan besarnya.” Dengan menyerang terus Airin-Ben, maka Ikhsan-Li Claudia akan semakin dikenal publik.
Nah…Arsid-Elvier bagaimana? Sebelum membebernya, kita kembali dulu ke belakang saat Arsid berpasangan Andry Taulani ketika Pilkada 2010. Pernah terjadi insiden pelemparan batu ke rumah Andry. Esoknya muncul pemberitaan yang mampu menciptakan opini bahwa aksi pelemparan tersebut dilakukan oleh salah satu tim pasangan calon lainnya.
Entah serupa atau nyaris serupa, apa yang terjadi hari ini ketika polisi datang ke rumah koordinator timses Arsid-Elvier, kesan “diintimidasi” kembali menguak ke publik melalui pemberitaan media. Ada pertanyaan menggelitik dari rekam jejak konstelasi pilkada Tangsel sekarang. Keduanya memanfaatkan pasangan “Airin-Ben” sebagai “lawan besar” yang dijadikan sebagai alat mendongkrak popularitas.
Jika timses Ikhsan-Li Claudia memanfaatkan popularitas Airin-Ben untuk menaikkan popularitasnya, sementara Arsid-Elvier masih dengan pola sama, “terkesan teraniaya.” Apakah benar demikian? Entahlah…
Penulis: Sonny Majid, Penggiat Muda Nahdlatul Ulama (NU), warga Ciputat.
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport1 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport1 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional5 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport1 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya








































