Pemerintahan
Lurah dan Camat di Tangsel Diminta Harus Banyak Turun ke Lapangan

Kondisi dan kinerja sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai tak maksimal sehingga perolehan hasil nilai Piala Adipura tahap ke dua (P2) tahun 2014 dibawah standar. Walikota Tangsel minta jajarannya untuk lebih kerja keras lagi menanggani masalah ini.
“Yang jelas sangat jauh dari harapan hasil penilaian tahap dua untuk kegiatan tersebut lurah dan camat serta lainnya harus banyak turun ke lapangan,” tegas Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat mengevaluasi kinerja jajarannya di Puspitek, Setu.
Harus banyak turun ke lapangan dan jangan hanya terima laporan anak buah serta menonton saja terhadap kegiatan di lapangan. Pasalnya, hasil penilaian tahap dua ini untuk Kota Tangsel seperti pemukiman hanya memperoleh 71,49 poin seharusnya minimal memperoleh 75 poin.
Keheranan, Airin Rachmi Diany, tentunya sangat beralasan karena kawasan perumahan seharusnya lebih mudah ditangani kebersihan dan ketertibannya serta memperoleh nilai yang bagus bukan dibawah target yang ditentukan.
Sebagai contoh perumahan Pondok Benda ternyata baru memperoleh nilai 62,7 poin seharusnya lebih mudah dipantau dan ditangani. “Camat dan Lurah kemana saja?” celetuknya yang berharap secepatnya diantisipasi sejak sekarang.
Hal yang sama juga dilihat dari penangganan kebersihan dan penertiban di kawasan Pasar Ciputat dan Cimanggis yang hanya mendapatkan nilai 30 poin. “Masalah belum diserah terimakan penangganan pasar dari Kab. Tangerang ke Pemkot Tangsel jangan jadi alasan nilai jeblok,” tuturnya.
Kawasan Pasar Ciputat dan Cimanggis yang letaknya berbatasan dengan DKI Jakarta, Depok dan Bogor tentunya menjadi salah satu pintu utama Kota Tangsel selain kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong. “Tentunya jika seperti ini yang dinilai masyarakat atau pemakai jalan penangganan yang dilakukan Pemkot Tangsel,” imbuhnya kecewa.
Penangganan kebersihan yang dilakukan petugas kebersihan jalanan di wilayah Jl. Raya Puspitek juga masih jauh dari harapan walaupun ada petugas kebersihan lapangan setiap hari. “Masa hanya memperoleh nilai 59.6 poin. Saya minta semua harus terus mengecek ke lapangan jangan enak-enakan atau santai saja,” geram Airin Rachmi Diany.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) setempat, M. Taher Rochmadi, menambahkan masalah penilaian penangganan kebersihan dari tim penilaian dinilai ada yang salah. “Kami sudah maksimal menanggani masalah kebersihan tapi jika dinilai masih kurang tentunya secepatnya ditindak lanjuti di lapangan,” tuturnya. (pk/kt)
Tangerang6 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport5 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional5 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional5 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas4 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden























