Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) menggelar Dzikir Kebangsaan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas I) pada Rabu-Jum’at, 21-23 Februari 2018, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Selain menyusun program kerja, Rakernas tersebut membahas isu-isu krusial sosial di masyarakat yang tengah berkembang.
Juru Bicara Sekretariat Nasional (Seknas) Pengurus Besar (PB) MDHW, M. Donk Ghanie yang dihubungi melalui sambungan telepon menegaskan, akan banyak rangkaian kegiatan dalam Rakernas I tersebut. Pertama adalah Dzikir Kebangsaan yang dipimpin Kyai-kyai sepuh Nusantara, Halaqoh Kebangsaan dan Seminar Kebangsaan.
“Insya Allah Dzikir Kebangsaan akan dihadiri Presiden Jokowi,” katanya belum lama ini.
Dilanjutkannya, Seminar Kebangsaan akan bertabur bintang lantaran sejumlah narasumber yang diundang adalah para Jenderal. Di antaranya: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Para narasumber akan banyak menyingung persoalan tantangan dan strategi pertahanan keamanan serta kepemimpinan nasional.
“Pengamat juga akan diundang, beberapa yang kami hubungi antara lain, Hermawan Sulistyo, J. Kristiadi dan Sukardi Rinakit,” papar Dhonk-sapaan akrabnya.
Ditambahkan Donk, para kyai sepuh MDHW akan difasilitasi melalui forum halaqoh. Beberapa kyai yang telah kami minta untuk memberikan wejangan seperti Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, AGH Sanusi Baco yang merupakan kyai sepuh dari Sulawesi Selatan.
“Kami menyebut kegiatan ini halaqoh kebangsaan,” ujarnya.
Pada kesempatan sama, Sekjen PB MDHW Hery Haryanto Azumi mengatakan, dalam konteks yang lebih luas, melalui landasan Islam Kebangsaan yang kokoh, MDHW ingin mewujudkan apa yang disebut dengan orde nasional. Sebuah tatanan nasional yang dilandasi semangat bahwa setiap warga muslim Indonesia perlu mengambil peran strategis. Warga muslim Indonesia harus tampil menjadi pionir dan dinamisator dari setiap perubahan yang ada.
“Atas dasar itulah maka Rakernas I MDHW sengaja mengambil tema Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan menuju Orde Nasional,” tegas pria yang akrab disapa Hery ini.
MDHW menilai, kehidupan berbangsa dan bernegara harus dibangun di atas nilai-nilai persaudaraan, persatuan dan kesatuan nasional. Perpaduan Islam dan nasionalis harus dikuatkan agar ada bangunan pemahaman yang mengedepankan kasih sayang (rahmah), perdamaian (salam), toleransi (tasamuh). Kekuatan Islam dan nasionalis menjadi faktor integratif (pemersatu).
MDHW lanjut Hery, ingin mewujudkan suatu tatanan masyarakat agamis, nasionalis, berkeadilan dan demokratis melalui langkah konsolidatif terhadap semua elemen/perwakilan kelompok masyarakat untuk mencarikan jalan keluar penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi bangsa. (sm/fid)
Nasional4 minggu agoProf Asep Saepudin Jahar: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu ago379 Masjid dan 376 Musala di Tangsel Terhubung Internet Gratis, Diskominfo Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Edukasi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis2 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPagar Alam Studi Tiru ke Tangsel, Pilar Saga Ichsan Paparkan Inovasi Digital dan Optimalisasi Pendapatan Daerah
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Pemerintahan4 minggu agoHadapi Era AI, Benyamin Davnie: Pemkot Tangsel Siapkan ASN yang Adaptif dan Kompetitif














