Aries Kurniawan, Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan, pengerjaan drainase di Jalan Ciater Raya, tepatnya di dekat kantor Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, terganjal masalahan lahan. Padahal, lahan milik H Maruf sudah dibayarkan melalui konsinyasi di pengadilan. Akibatnya, pengerjaan drainase di titik tersebut, menjadi kendala tersendiri bagi ruas Jalan Ciater Raya. Pasalnya setiap kali hujan turun, titik tersebut selalu tergenang lantaran buntunya sistem pembuangan air.
“Pelaksana pengerjaan tidak bisa menggarap drainase. Karena dari penuturan pelaksana, lahan yang akan dibangun drainase itu masih diklaim sebagai milik H Maruf,” kata Aries Kurniawan.
Aries menjelaskan, Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Tangsel sudah membayarkan uang peganti lahan tersebut. Metode pembayarannya yakni dengan menitipkan uang pembebasan lahan di pengadilan.
“Kami komunikasikan dengan Bagian pertanahan agar bisa menyelesaikan persoalan lahan itu. Untuk saat ini, pelaksana belum bisa melakukan pembangunan drainase hingga masalah ini diselesaikan Bagian Pertanahan,” tandasnya.
Di titik tersebut, menurutnya ROW Jalan Ciater hanya 20 meter. Sedangkan titik lainnya sudah rata semua sesuai perencanaan dengan ROW 24 meter. Artinya, di titik tersebut masih kurang 4 meter yang peruntukannya bagi drainase dan pedestrian.
Melihat kendala yang terjadi, Aries tidak dapat memastikan apakah proyek drainase dan pedestrian Jalan Ciater Raya bisa rampung sesuai kontrak kerja pada Desember 2016 nanti.
“Tugas daripada Bina Marga adalah pengerjaan dua bidang itu sementara pembebasan lahan ada pada pertanahan, untuk itu seharusnya ada persoalan ini pertanahan dapat menyelesaikan,” tandasnya.(it/fid)
Nasional6 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport5 hari agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM













