Lifestyle
Memilih Alpukat untuk Bayi Harus Tepat, Ikuti 4 Tipsnya Berikut Ini

Saat anak memasuki usia 6 bulan, mungkin Anda mulai sibuk dan asyik mencari berbagai menu untuk makanan pendamping ASI. Buah-buahan menjadi salah satu menu MPASI yang menjadi favorit. Selain pisang yang menjadi primadona, alpukat juga bisa dijadikan pilihan. Agar manfaatnya maksimal, simak tips memilih alpukat untuk bayi Anda berikut ini.
Apa saja manfaat alpukat untuk bayi?
Mengenalkan makanan padat pada bayi tidak boleh sembarangan. Lantaran belum memiliki gigi, makanan dengan tekstur lembut kerap dijadikan pilihan, di antaranya buah alpukat.
Menurut Dietitians Association of Australia, buah alpukat mengandung banyak nutrisi yang bagus untuk kesehatan dan perkembangan bayi.
Alpukat merupakan sumber asam folat, yaitu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh.
Selain itu, alpukat juga kaya antioksidan, seperti beta karoten, lutein, dan zeaxanthin. Ketiganya dapat melindungi kesehatan mata dan mencegah terjadinya peradangan dalam tubuh.
Alpukat juga dilengkapi dengan vitamin B, vitamin C, serat, dan lemak tak jenuh tunggal yang mendukung kesehatan jantung dan sistem imun.
Berlimpahnya manfaat ini tentu akan sangat berguna bayi yang sedang dalam tahap perkembangan.
Cara memilih alpukat yang tepat untuk bayi

Walaupun alpukat kaya akan manfaat untuk buah hati Anda yang masih bayi, cara Anda memilih buah ini juga harus tepat.
Kenapa? Sebab ukuran, jenis, dan kondisi buah alpukat akan memengaruhi kandungan nutrisi di dalamnya.
Berikut adalah beberapa tips memilih buah alpukat untuk anak bayi.
1. Pastikan Anda membeli di tempat yang bersih
Salah satu cara tepat memilih alpukat untuk bayi adalah memerhatikan tempat membelinya.
Alpukat sangat mudah ditemui, baik itu di pasar tradisional, toko buah, maupun pasar swalayan. Anda bebas memilihnya, hanya saja pastikan jika tempat membeli alpukat untuk bayi tersebut bersih.
Ingat, tempat yang kotor biasanya menjadi sarang kuman. Meskipun bisa dibersihkan dengan dicuci, alpukat yang bebas kuman tentu akan jauh lebih baik untuk bayi, bukan?
Jadi, alangkah lebih baik jika Anda memilih tempat membeli alpukat yang bersih.
2. Boleh pilih yang sudah matang atau masih mentah
Di pasar, Anda dapat menemukan alpukat yang kondisinya mentah dan matang. Bila ingin membeli alpukat matang siap makan, carilah yang kulitnya sedikit bergelombang (tidak rata) dan warnanya hijau gelap.
Daging buah yang lunak bisa Anda rasakan ketika menekannya perlahan.
Alpukat yang terlalu matang juga bisa menjadi pilihan untuk bayi. Tekstur alpukat yang sangat lunak ini tentu mudah dimakan oleh bayi.
Meski sayangnya, ini akan membuatnya menjadi lebih mudah busuk. Kalau memutuskan membeli alpukat yang sangat matang, pastikan Anda memberikan kepada anak dengan segera.
Agar tidak mubazir jika memilih alpukat yang terlalu matang untuk bayi, salah satu cara mengakalinya adalah dengan membeli dalam jumlah sedikit dan secukupnya.
Biasanya alpukat yang terlalu matang akan memiliki kulit yang berwarna kecokelatan.
Jika Anda memilih yang kondisinya masih mentah, Anda perlu menyimpannya sampai matang. Alpukat mentah biasanya memiliki kulit yang keras dan warnanya hijau cerah kekuningan.
3. Pilih yang kondisinya baik
Memilih alpukat yang kondisinya baik tentu menjadi salah satu cara wajib yang Anda penuhi ketika ingin membeli untuk bayi Anda.
Walaupun tampilan luarnya bagus, terkadang bagian dalam alpukat juga bisa rusak. Itulah sebabnya Anda perlu memerhatikan bagian daging buah alpukat ketika dibelah.
Alpukat yang baik untuk bayi, haruslah matang sempurna. Tandanya ketika dibelah, daging alpukat akan berwarna kuning mentega dengan bagian tepi kehijauan.
Bila pada daging buah terdapat bercak kecokelatan kehitaman, sebaiknya Anda membuangnya. Ambil daging buah yang berwarna kuning saja.
4. Perhatikan waktu penyimpanannya
Untuk persediaan, biasanya Anda akan membeli alpukat lebih dari satu buah. Jika masih bersisa, simpan alpukat dengan benar supaya tidak mudah busuk.
Alpukat mentah bisa Anda simpan di dalam kantong kertas cokelat selama satu atau dua hari. Setelah matang, barulah simpan di dalam lemari es.
Alpukat yang matang dan disimpan dalam kulkas ini biasanya dapat bertahan hingga dua hari. Lebih dari itu, kondisi dan rasa alpukat sudah tidak lagi enak.
Kondisi alpukat sangat cepat berubah. Jadi, jangan biarkan alpukat yang sudah dipotong didiamkan di udara terbuka.
Nah, dengan menerapkan beberapa cara memilih alpukat untuk bayi di atas, Anda bisa mendapatkan alpukat dengan kualitas baik.
Kabartangsel.com
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap




























