Connect with us

Nasional

“Memimpin Dengan Hati” Dari Suhardi Alius Untuk Generasi Masa Depan Indonesia

FIN.CO.ID, JAKARTA – Bertepatan dengan hari kasih sayang, 14 Februari 2019 di Auditorium Lemhanas, Jakarta, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, meluncurkan sebuah buku berjudul “’Catatan Suhardi Alius: Memimpin Dengan Hati: Pengalaman sebagai Kepala BNPT”. Buku ini berisi pengalaman reflektif Suhardi selama memimpin BNPT. Karya ini adalah kesaksian hidup tentang bagaimana bahasa hati difungsikan dalam upaya melakukan penanggulangan terorisme terutama strategi-strategi jitu pendekatan kemanusiaan atau soft power approach dalam program deradikalisasi.

“Memimpin Dengan Hati” ini merupakan buku keempat dari empat serangkai buku yang pernah ditulis mantan Kabareskrim Polri ini. Sebelumnya Suhardi Alius sudah menerbitkan tiga buah buku yaitu ‘Catatan Suhardi Alius: Pemahaman Membawa Bencana: Bunga Rampai Penanggulangan Terorisme’. Kemudian berjudul ‘Catatan Suhardi Alius: Menjalin Sinergi: 14 Bulan sebagai Kabareskrim Polri’. Dan ‘Catatan Suhardi Alius: Resonansi Kebangsaan: Membangkitkan Nasionalisme dan Keteladanan’.

Komjen Suhardi Alius dilantik menjadi Kepala BNPT oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Juli 2016 menggantikan Jenderal Pol. Tito Karnavian. Selama berkarir di kepolisian, pria berkumis dan rendah hati, memiliki karir yang mengkilap. Hampir semua jabatan strategis pernah dipegangnya seperti Kapolres Depok, Wakalpolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, sampai Kabareskrim Polri. Sebelum menjadi Kepala BNPT, Suhardi sempat menjabat sebagai Sestama Lemhanas.

Advertisement

Dengan latar belakang sebagai polisi, orang beranggapan Suhardi Alius akan melanjutkan strategi penanggulangan terorisme dengan menitikberatkan penegakkan hukum (hard approach). Namun perkiraan itu tidak sepenuhnya betul. Memang, penegakkan hukum tetap dilakukan, tetapi Suhardi mempunyai pemikiran lain dengan mengumpulkan para ahli yang terdiri dari para profesor dari yang ahli agama, hukum, psikologi, sosiologi, hubungan internasional untuk mencari akar masalah terorisme mulai dari hulu sampai hilir. Para ahli itu antara lain Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Hamdi Muluk, Msi, Prof. Dr. Syaiful Bakhri, SH, MH, Irjen Pol (purn) Ansyaad Mbai, Prof. Dr. Hikmahanto Juwana, Prof Dr Hamdan Zoelva SH MH , Prof. Dr. Ramli Atmasasmita, Prof. Iwan Gardono, Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D.

Tidak hanya itu, Suhardi Alius bahkan berani mendatangi kampung Tenggulan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, yang notabene merupakan kampung para bomber Bom Bali Amrozi dan Muklas. Dari situlah Suhardi terus melakukan pendekatan secara aktif sampai akhirnya ia berhasil merangkul lebih kurang 43 mantan teroris dengan membantu membangunkan TPA dan Musholla. Sekarang 43 mantan teroris itu telah tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian dibawah pimpinan adik Amrozi, Ali Fauzi, yang selalu membantu BNPT dalam melakukan deradikalisasi terhadap para mantan teroris.

Tidak hanya di Lamongan, Suhardi Alius juga mendatangi pesantren kecil milik mantan teroris ustadz Khairul Ghazali di Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara. Saat kali pertama datang, Suhardi mendapati sebuah pondok pesantren kecil dengan hanya terdiri dari saung dan pondokan sederhana. Padahal pesantren itu dihuni oleh anak-anak para mantan teroris. Dari situlah Suhardi berinisiatif membangun masjid dan pondok pesantren yang lebih besar dan diberi nama “Al Hidayah”. Kini puluhan anak teroris yang dulu sempat benci dengan Indonesia, benci dengan aparat kepolisian, apalagi BNPT, sudah tegap dan gagah mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya pada peringatan Proklamasi 17 Agustus. Bahkan para anak mantan teroris ini kini banyak yang bercita-cita menjadi polisi, tentara, bahkan Kepala BNPT.

Tidak hanya itu, belum tiga tahun memimpin, Suhardi bersama jajaran BNPT membantu para mantan napi terorisme dan korban terorisme (penyintas) di bidang kewirausahaan dengan menggandeng PopWarung di Sukoharjo, Jawa Tengah. Pemberdayaan ekonomi Popwarung tersebut, BNPT melatih para mantan napi dan penyintas kewirausahaan agar mereka memiliki keterampilan dan modal untuk mencukupi kehidupan mereka.

Advertisement

Program lainnya adalah Silarahmi Kebangsaan atau ‘Satukan NKRI” yang mempertemukan mantan teroris dengan korban. Acara itu digelar di Hotel Borobudur, 26-27 Februari 2018. “Satukan NKRI” itu mempertemukan 51 korban terorisme atau penyintas dengan 124 mantan teroris. Melalui acara silaturahmi ini para penyintas dan mantan napi terorisme bisa saling memaafkan sehingga dapat memberikan pesan perdamaian ke semua.

Selain itu, BNPT berhasil merangkul ratusan anak muda Indonesia untuk menjadi duta damai dunia maya. Program ini memberdayakan kaum milenial untuk melawan propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya dengan cara dan bahasa mereka. Pasalnya, propaganda radikalisme dan terorisme itu menyasar kaum muda yang masih labil dan haus ilmu sehingga mudah untuk diprovokasi. Itu hanya bisa dilawan dengan anak muda dengan gaya dan bahasa mereka.

Program-program soft approach gaya Suhardi Alius itu ini banyak mendapat apresiasi dan pengakuan dunia. Maklum, baru Indonesia negara yang melakukan penanggulangan terorisme dengan soft power approach tersebut. Alhasil Suhardi Alius pun harus berkeliling dunia ke kantor PBB New York, ke Jerman, Belanda, Perancis, Rusia, Arab Saudi, Maroko, Australia, Selandia Baru, serta negara-negara ASEAN, untuk menjelaskan strategi soft power approach tersebut.

Bahkan Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok datang ke Tenggulun untuk melihat langsung cara BNPT memperlakukan mantan teroris juga Kepala BNPT Jepang. Juga wakil Kepala BNPT Jerman yang mengunjungi Ponpes Al Hidayah, Sei Mencirim.

Advertisement

Coretan perjalanan memimpin BNPT itulah yang dituangkan Suhardi Alius dalam buku terbarunya ini. Ia berharap, buku tersebut bisa menjadi catatan pengalaman bagi para penerusnya.

“Mudah-mudahan berguna buat adik saya. Karena tahun depan saya akan paripurna,” kata Suhardi.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan selama ini yang dilakukan di BNPT, hanya demi keluar dari zona nyaman dan melakukan hal yang baru.

“Ini keluar zona zaman. Pemikiran harus out the box. Salah satunya saya buktikan saya datang ke Desa Tenggulun. Itu hal yang baru,” tutur Suhardi disaksikan keluarga tercinta yaitu istri, ibunda, putra dan putri.

Advertisement

Peluncuran empat serangkai buku karya Suhardi Alius dihadiri narasumber yang juga tokoh-tokoh yang mengenal cukup dekat dengan Suhardi Alius antara lain guru bangsa Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, imam besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menristek Dikti Prof. M Nasir, mantan Mentamben yang juga guru besar ITB Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto, Dr. Zainal Arifin Mochtar (Ketua Pusat Kajian Antikorupsi Pukat), Suryopratomo (Ketua Dewan Penasehat Forum Pimred), dan Ali Imron (pelaku bom Bali). Presenter Prita Laura tampil menjadi moderator.

Tampil sebagai keynote speaker Ketua BPK Prof. Dr. Moermahadi Soerja Djanegara, CA., CPA. Dari bangku undangan hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, beberapa mantan Kapolri seperti Jenderal Pol (purn) Dai Bachtiar dan Jenderal Pol (purn) Timur Pradopo, Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto. Juga hadir Gubernur Lemhanas Letjen TNI (purn) Agus Wijoyo, mantan Deputi 1 BNPT Letjen TNI Agus Surya Bakti, Mayjen (purn) Abdul Rahman Kadir, mantan Deputi 2 Irjen (purn) Arief Dharmawan, serta jajaran pejabat eselon 1 dan 2 BNPT.

“Tidak banyak orang seperti ini. Butuh kesabaran tingkat tinggi melakukan hal seperti itu,” kata Buya Syafii Maarif menanggapi buku “Memimpin Dengan Hati”

Buya menambahkan, tak banyak pula orang seperti Suhardi yang bisa menekan radikalisme di Indonesia dengan kekuatan hati.

Advertisement

“Orang ini berbeda dengan yang lain. Kalau orang seperti ini diperbanyak, radikalisme bisa berkurang,” tutur Syafi’i.

Selain itu, di tempat yang sama, terpidana kasus Bom Bali, Ali Imron, juga membeberkan gebrakan yang dilakukan oleh Suhardi. Salah satunya, berani mendatangi kampung halamannya, di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan.

“Baru kali ini ada pejabat mau datang ke Desa Tenggulun. Ini mau datang ke sarang teroris. Ini berani dan hebat,” cerita Ali.

Source

Advertisement
Bisnis11 jam ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten1 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport3 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport4 hari ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten4 hari ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan4 hari ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional5 hari ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport5 hari ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport5 hari ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan5 hari ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport5 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport6 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport6 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport6 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Sport3 minggu ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport6 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport6 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional1 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Nasional1 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Populer