Nasional
Menkes Budi Gunadi Sadikin: Pemimpin Jangan Banyak Cerita Sedikit Eksekusi

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menekankan kepada peserta pelatihan kepemimpinan Kementerian Kesehatan untuk lebih banyak bekerja daripada wacana. Untuk itu pihaknya akan membangun ekosistem mekanisme pendidikan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas, melainkan juga implementasi langsung di tempat kerja masing masing.
”Jadi pemimpin itu jangan cerita banyak eksekusi dikit. Pemimpin harus menghasilkan sesuatu jangan terlalu banyak omong dan cerita, jadi kerja itu sampai selesai,” ujar Menkes Budi, di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Rabu (14/6).
Pemimpin, lanjut Menkes bukan sekedar mendelegasikan pekerjaan kepada bawahannya, namun harus memastikan sendiri bahwa proses pekerjaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Salah satu tugas sebagai pemimpin adalah pilih anak buah yang terbaik. Pemimpin yang baik tidak mungkin bekerja sendiri, dia harus bisa bekerja dengan orang yang terbaik.
”Jadi mesti rekrut sendiri, pilih orang yang terbaik, tidak boleh didelegasikan,” ungkap Menkes Budi.
Selanjutnya, menjadi pemimpin harus amanah dan berhati baik. Baik itu bukan artinya lemah, bukan pula yang selalu memberikan yang diinginkan, tapi pemimpin yang benar-benar bekerja dan memiliki tujuan.
Tak hanya itu, Menkes Budi juga memberikan sejumlah pesan penting untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang terbaik. Pertama mengenai pendidikan, ia menyebut ada 3 jenis pendidikan yang ada yakni pendidikan fisik, pendidikan akal, dan pendidikan hati.
Pendidikan fisik adalah pendidikan yang paling dasar dan paling relatif lebih mudah, yaitu belajar bergerak saat kecil, dan berolahraga untuk menjaga kesehatan. Setingkat lebih tinggi lagi ada pendidikan akal, contohnya belajar matematika, ilmu pengetahuan, ilmu sosial. Pendidikan ini biasa dilakukan di sekolah formal seperti di antaranya SD, SMP, SMA, perguruan tinggi.
Pendidikan yang lebih tinggi di atas pendidikan fisik dan akal adalah pendidikan hati. Hati ini menentukan indah tidak indah, suka tidak suka.
”Pendidikan hati ini diperlukan untuk memahami manusia dan ini tidak dilatih di pendidikan formal,” ucap Menkes Budi.
Ia melanjutkan, pemimpin harus memahami ketiga pendidikan tersebut agar apa yang dipimpinnya mendapatkan kemajuan.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II untuk Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan. Sebanyak 60 orang peserta mengikuti pelatihan baik dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian/Lembaga lain. Diharapkan peserta menjadi pemimpin strategis yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.
JPT Pratama memainkan peranan yang sangat menentukan dalam menetapkan kebijakan strategis instansi, memimpin bawahan dan seluruh Pemangku Kepentingan strategis untuk melaksanakan kebijakan tersebut secara efektif dan efisien. Tugas ini menuntutnya memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, yaitu kemampuan dalam merumuskan kebijakan strategis dan kemampuan mempengaruhi pejabat struktural dan fungsional dibawahnya termasuk pemangku kepentingan lintas sektor lainnya untuk melaksanakan kebijakan strategis yang telah ditetapkan.
Pemerintahan2 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan2 minggu agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Pemerintahan2 minggu agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Pemerintahan1 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Pemerintahan1 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Nasional1 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid










































