Kali ini, jasad bayi laki-laki ditemukan dalam tas berwarna hitam berukuran besar dan dibungkus kain hitam di Taman Menteng Bintaro Jaya, Sektor VII Jalan Cut Mutia, Pondok Aren, Tangsel, Senin (10/2/2020).
Kronologi penemuan jasad bayi laki-laki tersebut sekitar pukul 09.00 WIB, saat petugas kebersihan yang sedang menyapu di sekitar Taman Menteng Bintaro Jaya menemukan dua tas berukuran besar.
“Saat sedang menyapu melihat ada tas berwarna hitam, yang berada di bawah tempat duduk yang terbuat dari semen berbentuk lingkaran, lalu setelah itu saksi memindahkan tas tersebut ke atas tempat duduk,” ujar Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni Sugiarto.
Penasaran akan tas tersebut, saksi kemudian membuka isi tas. Betapa terkejutnya, ketika saksi membuka isi tas yang didalamnya jasad bayi terbungkus kain hitam dan melaporkan ke Polsek Pondok Aren.
“Saat anggota mengecek lokasi, benar bayi jenis laki-laki dibungkus kain hitam di masukan kedalam tas hitam, tali pusarnya masih menempel. Diperkirakan berumur satu hari,” ungkapnya.
Selanjutnya, jasad bayi laki-laki dibawa ke RS Umum Tangerang untuk dilakukan visum guna mencari tahu faktor kematian dan siapa ibu si jabang bayi tersebut. (wt)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin













