Connect with us

Opini

Mungkinkah Ma’ruf Amin Dilengserkan?

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin

Oleh:  Sonny Majid

Di tengah hiruk-pikuknya pemberitaan Covid-19, ada berita “bumbu” politik, dimana beberapa pengamat politik yang mengatasnamakan lembaga menyebut Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin agar segera lengser atau diganti dari kursi wapres, karena dianggap tidak bekerja.

Statement-statement tersebut sebenarnya menggelitik, meski ujungnya ini hanyalah sebuah skema isu. Ya, tapi hal itu mahfum di negara yang menerapkan demokrasi. Meski di lain sisi sebenarnya masih ada dari kita yang mulai tidak terbiasa, atau entah tidak siap menerima demokrasi.

Hal ini bisa dilihat bagaimana setiap orang yang mengkritik pemerintah, akan selalu mengalami serangan dari buzzer, atau berujung pada pemidanaan. Tapi saya gak mau komentar lebih jauh soal itu.

Advertisement

Kembali ke soal isu pelengseran Ma’ruf Amin sebagai wapres.Namun jika ditelisik, dari sudut pandang subjektivitas saya sebagai orang yang awam, ujung dari skema isu pelengseran itu tak lain ujungnya posisi wapres diganti dengan Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan.

Hal ini terdeteksi ketika isu tersebut bergulir sekitar tiga pekan, para pengamat itu menyebut nama Prabowo Subianto sebagai figur yang tepat menggantikan Ma’ruf Amin.

Artinya, ini masih ada sambungannya dengan isu tiga periode Jokowi sebagai presiden, yang digulirkan berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Di lain sisi isu tiga periode dan pelengseran juga bisa difungsikan sebagai pengalih lantaran begitu banyaknya kritik terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini.

Advertisement

Jika benar demikian adanya, artinya mungkin dulu, tapi ini hanya dugaan ya, bahwa bisa jadi ada sebuah kontrak politik ketika Prabowo di lobby masuk kabinet. Saya yakin, para pelaku politik tahu siapa yang mendesain Prabowo masuk koalisi di ujung permainan Pilpres lalu.

“Pak Prabowo masuk kabinet, nanti kita coba pak di tengah jalan, siapa tau bisa mengambil posisi wapres.” Tapi entahlah, anggap saja sekali lagi ini mengada-ngada.

Atau memang di tengah perjalanan, ada semacam “test the water” isu-isu itu dilempar, setidaknya sekalian mengecek “respon pasar.” Ternyata “pasar isu tiga periode” mendapat respon negatif. Nah, di settinglah isu baru, yakni pelengseran Ma’ruf Amin.

Dalam tulisan ini saya juga ingin menyampaikan, dari apa yang saya amati, bahwa tema-tema pelengseran Ma’ruf Amin sebenarnya bukan barang baru. Hal ini sudah berlangsung sejak awal-awal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf baru berjalan.

Advertisement

Hanya saja jika terlalu awal, momennya tidak pas. Karena masih ada hawa-hawa  “anti Islam” yang di alamatkan ke Jokowi. Sementara terpilihnya Ma’ruf Amin atas pertimbangan politik kualitatif adalah untuk mematahkan tuduhan itu -Jokowi anti Islam.

Masih ingat ketika Ma’ruf Amin disindir oleh petinggi-petinggi tim kampanye nasional (TKN), tidak mampu mendongkrak elektabilitas. Tapi faktanya tidak, justru Jokowi-Ma’ruf memenangi kontestasi.

Selain itu, justru yang agak kelihatan adalah gerakan untuk mencerabut Ma’ruf Amin dengan basis politiknya, Islam lebih spesifik kalangan NU, seperti ingin dipisahkan.

Tidak terpilihnya Mahfud MD saya prediksi karena alasan itu juga. Meski Mahfud MD bagian dari keluarga besar NU, namun belum bisa mampu mengambil “klaim Islam.”

Advertisement

Pertimbangan lainnya adalah partai koalisi pendukung Jokowi memilih Ma’ruf Amin karena biar di pilpres 2024 semuanya dari nol (0). Maksudnya disini mampu mengusung figur baru. Karena jika diambil Mahfud MD, jangan sampai Menkopolkam itu menjadi kandidat kuat capres di 2024.

Wapres itu tugasnya mengkoordinasikan tugas-tugas yang diberikan presiden sebagaimana amanah Undang-Undang.

Yang patut dicatat adalah, kekuatan Jokowi saat itu hanyalah relawan plus yang juga bertugas sebagai buzzer, sebuah kekuatan yang semu karena lebih bersifat transaksional, yang kapan saja bisa berubah haluan.

Jadi begini: jika memang benar Ma’ruf Amin dilengserkan, justru membahayakan posisi Jokowi sendiri. Artian kata akan mengesankan politik yang tidak elok. Justru kemenangan Jokowi pada pilpres lalu, karena keberadaan figur Ma’ruf Amin.

Advertisement

Kemana Jokowi datang saat kasus Pilgub DKI Jakarta menyerang Ahok, dan kemana Jokowi saat bertarung di Pilpres, toh berlabuhnya juga ke N .juga.

Jangan meremehkan cara-cara NU berpolitik, kekuatan NU sudah teruji lintas zaman.

Kesimpulannya, isu tiga periode dan pelengseran Ma’ruf Amin cuma “kegenitan” di tengah pandemik Covid-19.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan3 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional6 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport9 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport11 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis12 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis12 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis12 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis12 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis12 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis12 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis12 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis12 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis12 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis12 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis12 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis12 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis12 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis12 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan13 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional13 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer