Ciputat
Nong May, Ingin Promosikan Budaya dan Pariwisata Tangsel

Tangerang Selatan adalah kota yang memiliki beragam kebudayaan. Etnis Sunda, Betawi, dan Tionghoa merupakan etnis mayoritas yang telah menetap lama di kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang Banten ini.
Irma Uswatun Hasanah (16), siswi kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, beberapa waktu lalu terpilih menjadi Nong Favorit Tangsel 2013. Sebagai salah satu Duta Pariwisata dan Budaya, Nong May, begitu dara cantik ini biasa disapa, ingin mempromosikan potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Tangsel.
“Saya akan melakukan suatu promosi melalui sekolah saya terlebih dahulu, mengadakan roadshow di berbagai acara, juga mengajak anak-anak di usia dini untuk lebih mengenal budaya apa yang kita punya. Bukan dengan Budaya dari Negara lain,” ujar Nong May, Sabtu, (5/10).
Dengan banyaknya budaya di Kota Tangsel yang heterogen, Nong May ingin mengenalkan salah satu tarian khas daerah ini.
“Tangsel memiliki banyak suku dan budaya, salah satu budayanya adalah tari cokek,” jelas Nong May yang tinggal di Bambu Apus, Pamulang.
Diantara Kang Nong Tangsel 2013 lainnya, Nong May merupakan salah satu duta budaya dan pariwisata Tangsel 2013 yang bisa dibilang masih remaja. Ia mempunyai kiat tersendiri dalam menjaga hubungan dengan Kang Nong Tangsel lainnya yang berumur lebih dewasa.
“Kita berbaur sama semuanya, dan anggap aja mereka sama tapi kita tetap mengedepankan etika kesopanan,” tutupnya . (red/kt)
Serba-Serbi5 hari agoKalender Februari 2026 Lengkap
Serba-Serbi5 hari agoKalender 2026 Pdf Free Download
Nasional6 hari agoBandara Internasional Banyuwangi Perkuat Peran sebagai Bandara Ramah Anak dan Ramah Lingkungan
Serba-Serbi5 hari agoAwal Puasa Ramadhan 1447 H Muhammadiyah Jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026
Banten5 hari agoJajaran Pengurus Bank Banten RUPS Luar Biasa Tahun 2026
Banten5 hari agoKomisi V DPRD Banten dan Dindik Bahas Program Sekolah Gratis di APBD 2026
Banten5 hari agoBank Banten Kelola Penuh Keuangan BLUD RSUD Balaraja
Banten5 hari agoBank Banten Didorong sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah


















