Lifestyle
Pahami 5 Alasan Kenapa Anak Nakal dan Berperilaku Buruk

Merawat dan mengasuh anak bukan tugas yang mudah. Apalagi jika si kecil sering kali membuat ulah dan terus menguji kesabaran Anda. Sebelum Anda marah dan memberinya hukuman, alangkah lebih baik jika Anda memahami lebih dulu apa penyebabnya. Lalu apa saja yang mendorong anak menjadi nakal dan berperilaku buruk?
Alasan yang membuat anak jadi nakal dan berperilaku buruk
Mencuri, memukul, menggigit, melanggar peraturan, atau membantah ucapan Anda, salah satunya pasti pernah dilakukan si kecil. Perilaku buruk pada anak ini tersebut memang perlu diluruskan, namun tidak selalu ditangani dengan hukuman atau omelan. Pada beberapa kasus, si kecil mungkin bisa dihadapi hanya dengan nasihat saja.
Selain itu, untuk menghadapi kenakalan si kecil, Anda perlu mengetahui penyebabnya. Ini mempermudah Anda untuk mengatasi sikap anak yang nakal. Beberapa hal yang mungkin mendorong anak berperilaku buruk, antara lain:
1. Rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggi
Anak-anak yang baru mengenal perlu mempelajari berbagai hal di sekitarnya. Hal ini membangun rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggi pada diri anak. Terlebih perkembangan fungsi otak mereka yang belum sempurna juga belum bisa memahami konsep benar atau salah sekaligus tidak berpikir panjang dalam melakukan sesuatu tindakan.
2. Belum bisa berkomunikasi dengan baik
Kemampuan anak yang belum mumpuni dalam berkomunikasi juga bisa jadi penyebabnya. Padahal komunikasi sangat diperlukan bagi anak untuk menyatakan pendapat atau keinginannya. Saat orang lain tidak mengerti apa yang mereka inginkan, anak berperilaku buruk, seperti menangis kencang, berteriak, memukul, atau menggigit.
3. Mencari perhatian
Anak-anak senang jika diperhatikan. Baik oleh orangtua maupun teman-temannya. Keinginan untuk diperhatikan inilah yang bisa mendorong anak untuk berbuat nakal. Kasus ini biasanya cenderung terjadi pada anak yang diabaikan orangtua karena perceraian, sibuk bekerja, atau dijauhi oleh teman-temannya.
4. Memiliki masalah medis
Anak dengan disleksia lebih mudah frustasi karena mereka sulit untuk belajar. Kesulitan tersebut membuat mereka memberontak dengan cara yang buruk, seperti tidak mengerjakan tugas sekolah atau tidak mau berangkat ke sekolah.
Selain itu, anak-anak dengan masalah medis, seperti autisme, ADHD, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, atau gangguan kompulsif obsesif juga bisa mendorong anak melakukan kenakalan.
5. Cara mengasuh Anda yang kurang tepat
Selain faktor dalam diri anak, orangtua juga bisa mendorong anak untuk berbuat nakal. Ini umumnya terjadi pada orantua yang menerapkan gaya pengasuhan yang salah. Misalnya, terlalu banyak memberi kritik, terlalu protektif, terlalu memanjakan anak, atau menerapkan kekerasan.
Kabartangsel.com
Pemerintahan5 hari agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Pemerintahan5 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Pemerintahan4 hari agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
Pemerintahan2 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan5 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan
Pemerintahan1 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi








































