Nasional
PD II Bikin Kaisar Jepang Kehilangan Status Manusia Setengah Dewa

Kabartangsel.com – Apa pentingnya suksesi Kekaisaran Jepang? Sebenarnya, di atas kertas, monarki tidak punya kewenangan apa pun dalam menentukan masa depan Negeri Sakura itu. Kekaisaran Jepang tidak sama seperti monarki negara-negara lain. Di Jepang, kaisar hanyalah simbol pemimpin.
Sejak Jepang dipaksa menyerah kepada AS dan sekutunya di akhir Perang Dunia II 1945, kaisar kehilangan status manusia setengah dewa. Seiring dengan berjalannya waktu, label yang melekat pada kaisar sebagai keturunan Dewi Ameterasu (Matahari) juga lenyap.
Kini pemerintahlah yang memegang penuh kendali negara. ’’Pada dasarnya, tak ada lagi nuansa kedewaan yang tertinggal. Hanya kecintaan terhadap tradisi,’’ kata Sarah Hightower, peneliti tentang Jepang.
Namun, bukan berarti pergantian kaisar tidak ada artinya. Itu bukan peristiwa biasa yang bisa diabaikan begitu saja. Meski tak punya kekuatan politik, kaisar adalah simbol kekuasaan tertinggi di Jepang. Karena itu, gengo alias nama era biasanya melekat di berbagai dokumen penting.
Jika era berubah, seluruh dokumen yang menggunakan nama era tersebut juga harus berubah. Yang paling repot adalah mengganti sistem penanggalan pada seluruh peranti lunak yang digunakan aparatur negara di seluruh Jepang. Karena itu, keputusan PM Shinzo Abe untuk mengumumkan gengo sebelum suksesi disambut baik oleh publik.
’’Tentunya kami senang dengan keputusan pemerintah untuk mengumumkan nama era sebelum penobatan,’’ ujar salah seorang pejabat perusahaan sistem komputer Jepang kepada Mainichi.
Wakil Direktur di Divisi Standardisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Tetsutaro Ueharawho mengatakan, pengumuman itu menjadi wujud iktikad baik pemerintah. Dia lega karena jarak pengumuman gengo dengan suksesi sekitar satu bulan.
Sebab, jika hanya selisih satu minggu, risiko Y2K pada Jepang bisa terjadi. Y2K adalah permasalahan sistem pelabelan komputer karena pergantian digit tahun dari 1999 menjadi 2000.
’’Seluruh programmer pasti sibuk dengan penataan fiskal pada periode itu. Mereka juga harus ketambahan perubahan nama era,’’ ungkap profesor di Ritsumeikan University.
(JPC)
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Nasional6 hari agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Pemerintahan6 hari agoHUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba
Techno4 hari ago3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik
Properti4 hari agoCitra Garden Serpong, Hunian Modern di Kawasan Strategis Tangerang









































