Pembongkaran atau peruntuhan Gedung tua milik Panin Bank di Bintaro di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memakan waktu 90 hari kerja atau tiga bulan. Baca juga: Pemkot Tangsel Keluarkan Surat Persetujuan Pembongkaran Gedung Panin Bank Bintaro
Perwakilan Panin Bank selaku pemilik gedung, Zaim Susilo mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Pemkot Tangsel terkait pembongkaran itu. Kata dia, pembongkaran bakal dilakukan selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2016.
“Persetujuan pembongkaran kita dapatkan tanggal 5 September kemarin. Untuk pelaksananya PT Wahanan Infonusa. Kita sudah rapatkan dan saat ini sudah masuk dalam tahap persiapan, seperti mobilisasi alat berat, pembuatan parit dan lainnya,” kata Zaim menjelaskan dalam konferensi pers di Bintaro, Jumat (9/9).
Project Manager PT Wahana Infonusa, Ari Yudhanto menambahkan pihaknya lebih mengutamakan sisi keselamatan dalam proses pembongkaran. Maka itu, area pembongkaran disterilkan selama proses peruntuhan berlangsung.

“Untuk teknis pembongkaran, nantinya dilakukan dengan metode kombinasi, yakni penggunaan Crewler Crane 250 T dengan Wrecking Ball dibantu dengan pelemahan struktur (Prestressed release pada bagian balok plat lantai, pengeboran beton dan pemberian Chemical khusu, pembobokan beton dan pemotongan tulang) serta memasang sling baja untuk menarik dan pengarahkan jatuh material,” bebernya.
Menurutnya, penggunaan alat berat atau crewler crane tersebut sebagai peralatan utama dalam kegiatan pembongkaran ini. Alat berat ini digunakan untuk mengangkat pekerja dan peralatannya untuk melaksanakan pemasangan safety net, perlemahan struktur dengan chemical dan pembobokan serta pemotongan tulang besi pada bagian coree wall serta pemasangan sling baja penarik dan pengarah jatuh material.
“Kita juga koordinasi dengan Satpol PP, Dishub, Damkar, Kepolisian dan rumah sakit selama proses pembongkaran. Akan ada petugas Damkar selama proses pembongkaran. Ini untuk meminimalisir debu yang dikeluarkan dari peruntuhan bangunan. Jadi akan dibuat hujan buatan,” tandasnya.
Soal area aman, Ari mengaku jarak aman dari lokasi peruntuhan bangunan yakni 100 sampai 150 meter. Kata dia, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait rencana pembongkaran tersebut.
“Harapannya lancar dan tepat waktu. Kalau kondisi cuaca bagus, kita harapkan Desember sudah selesai,” tandasnya.
Plt Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman, Edi Malonda yang mewakili walikota Airin Rachmi Diany berharap proses pembongkaran atau peruntuhan gedung tua itu berjalan lancar. Terlebih menurutnya, seluruh prosedur sudah ditempuh dan sesuai tahapan yang berlaku.
“Jadi pembongkaran atau peruntuhan bangunan ini dilakukan secara resmi, disosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat maklum. Kita harapkan lancar, karena sudah ada konsultasi dengan Tim Ahli Bangunan Daerah,” tandasnya. (tri/fid)
Banten3 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis3 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis3 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis3 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional3 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis3 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis3 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional3 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis














