Connect with us

Nasional

Pengamat: Debat Pilpres 2019 Kaku dan Tidak Menarik

Kabartangsel.com, JAKARTA – Debat putaran pertama berjalan kaku dan kurang menarik, masih sangat jauh dari harapan publik.

Visi-misi yang disampaikan kedua pasangan calon belum menyentuh akar persoalan dan justru kedua kandidat terjebak pada retorik general yang bersifat normatif.

Secara umum visi-misi kedua pasang calon dalam dibidang Hukum dan HAM, kurupsi dan terorisme tidak jauh berbeda, lebih kepada pendekatan persoalan masalah yang  mungkin bisa sedikit membedakannya (distingsi).

Advertisement

Paslon 01 lebih menekankan pada reformasi kelembagaan dan penguatan sistem. Sedangkan paslon 02 lebih menekankan pada kepastian hukum dengan pendekatan behavioral/perilaku aparat penegak hukum memastikan kesejahteraan.

Dari segi kepastian hukum, kedua paslon juga memberikan pandangan yang hampir sama, memastikan tidak terjadi dan atau menertibkan peraturan-peraturan yang tumpang tindih, namun paslon 01 lebih menekankan pada sinkronisasi lewat badan legislasi nasional, sementara paslon 02 lebih menekankan pembinaan peraturan dengan melibatkan partisipasi publik dan para ahli di bawah kendali langsung presiden untuk menjamin adanya kepastian hukum.

Untuk konteks HAM, kedua paslon sepertinya tidak punya prioritas yang jelas, secara konseptual juga keliru dalam memahami persoalan dan cenderung membahas hal remeh-temeh. Kedua paslon tidak bisa membedakan antara konsep hak azasi dengan hak warga negara, hak azasi itu bersifat melekat (given) pada individu yang harus dilindungi.

Sedangkan hak warga negara harus dipenuhi oleh negara. Kerancuan jalan berfikir pada akhirnya membuat kedua paslon tidak punya fokus yang jelas untuk menyelesaikan akar persoalan, faham saja tidak bagaimana mau carikan solusi.

Advertisement

Untuk pemberantasan korupsi, kedua pasangan juga masih berkutat pada jawaban yang bersifat umum dan normatif. Paslon 01 menekankan pada proses rekruitmen aparat yang punya kapasitas melalui merit-sistem dan untuk jabatan politik dengan menekan politik biaya tinggi namun kering narasi masing masing paslon bagaimana pikiran mereka membuat politik biaya rendah untuk menjadi pemimpin.

Paslon 02 tetap pada pendekatan integritas aparat dengan perbaikan kesejahteraan aparat negara dengan menaikkan tax ratio sebagai sumber pendanaan, melakukan pengawasan internal yang ketat melalui penegakan disiplin yang ketat serta melakukan perbaikan pencatatan aset negara.

Untuk isu penanggulangan terorisme paslon 01 masih pada posisi melanjutkan program pemerintah melalui upaya deradikalisasi dengan mengindentifikasi akar persoalan.

Akar persoalannya bisa pada pemahaman keagamaan yang salah, maka pendekatan keagamaan dipandang akan lebih efektif. Jika akar masalahnya pada soal kesejahteraan maka membuka kesempatan dan akses terhadap pekerjaan akan dibuka lebih luas.

Advertisement

Sementara paslon 02 lebih kepada sisi akar masalah, namun menawarkan pedekatan yang lebih persuasif dan lebih menekankan pada upaya pencegahan melalui peningkatan kapasitas aparat keamanan, intelijen dan pelibatan TNI dalam skala tertentu melalui pemetaan resiko.

Jalannya debat putaran pertama jika kita lihat dari segi penyelenggaraan masih jauh dari kata sempurna. Publik masih belum terpuaskan dengan format debat yang masih kaku dan belum cair. Wajar dan tak berlebihan agar debat pertama dievaluasi termasuk pemberian kisi kisi pertanyaan yang membuat capres dan cawapres tidak genuine, tidak berselancar dengan pikirannya liarnya dan tidak berpetualang dengan ide dan gagasan besar yang ada di dalam otaknya.

Namun setidaknya ada catatan penilaian terhadap jalannya debat tersebut.

Pertama; penguasaan masalah. Dalam aspek penguasaan masalah kedua kandidat masih belum mampu menunjukkan kapasitas/performa terbaiknya, masih terdapat kekurangan di sana-sini bahkan ada beberapa segmen yang justru jawabannya tidak nyambung, di luar konteks dan tidak menjawab inti persoalan.

Advertisement

Ke Dua; Program kerja, Kedua kandidat juga belum menawarkan program kerja yang nyata. Bahkan petahana sendiri terkesan memposisikan diri sebagai pendatang baru dengan visi baru.

Ke Tiga; Komunikasi, debat putaran pertama cukup mengejutkan di mana petahana lebih cenderung emosional ketimbang penantang yang lebih santai. Momentum politik oleh penantang tidak dimanfaatkan untuk menyerang petahana jika memang dianggap gagal. Jadi, petahana lebih agresif, sementara sang penantang seperti tak punya beban dan enjoy.

Ke Empat; kalau kita perhatikan dari jauh, cawapres 01 belum terlalu banyak membantu, Ma’ruf Amin lebih banyak diam, apakah karena sudah desain seperti itu? Mungkin ada ketakutan kalau beliau terlalu banyak bicara dikhawatirkan banyak blunder. Sementara Cawapres 02, Sandiaga Uno cukup baik, berbeda dengan Ma’ruf Amin yang lebih banyak diam dan setuju dengan pikiran dan narasi Jokowi, cawapres 02 cukup baik dan maksimal memanfaatkan waktu tersisa, peran berbagi terkesan pada paslon 02, sehingga Prabowo tidak di-stempel terlalu mendominasi.

Ke Lima; kalau kita lihat dan cermati lebih seksama, walaupun pertanyaan debat kali ini sudah ada kisi-kisi dari KPU, namun tetap capres 01 melihat kertas contekan teks. Sementara, capres 02 tidak terlihat melihat contekan, berupaya tetap percaya diri menyampaikan pikiran dan narasinya dalam debat perdana.

Advertisement

Kalau kita lihat konteks isu debat soal penegakan hukum, terorisme, korupsi dan HAM, idealnya ini bisa menjadi panggung milik Prabowo, namun Prabowo tidak berhasil mengambil dan menguasai panggung debat perdana.

Contoh Prabowo tidak fokus menagih janji incumbent soal kegamangan dalam penegakan hukum dan keadilan, menjawab kegelisan masyarakat soal hukum yang tunduk pada kehendak kekuasaan, semestinya hukum adalah panglima, hukum harus di atas kekuasaan, tentu dibantu dengan data fakta yang terukur, contoh yang jelas, indikator yang terukur.

Fokus menagih janji Jokowi menyelesaikan kasus HAM masa lalu, kasus OTT dan korupsi yang kita tidak tahu ujungnya dan seakan tidak berhenti, kasus Novel Baswedan dan seterusnya, namun narasi di atas ngak keluar dari capres 02.  Prabowo belum terlihat berhasil mengeluarkan kartu mati/kartu truf yang ditujukan ke capres 01.

Untuk fase awal ini sepertinya publik disuguhi tontonan debat yang kurang berkualitas, terkesan hanya untuk memenuhi kewajiaban atas ketentuan undang-undang.

Advertisement

Kita belum terlalu yakin bahwa pasca debat perdana, apakah pemilih sudah punya preferensi politik memutuskan pilihan yang sebelumnya masih ragu-ragu (undecided voter), menjadi voter yang semakin mantap dan yakin memilih (strong voter) baik capres 01 maupun capres 02?

Debat perdana kali ini nampaknya hanya memperkuat basis grasroot dukungan masing masing capres 01 dan capres 02, saya belum terlalu yakin terjadi pergeseran selera, yang awalnya memilih Jokowi kemudian menyeberang/banting stir memilih Prabowo dan sebaliknya.

Belum terlihat upaya serius dengan membuat format debat yang tidak kaku dan terlalu banyak aturan, debat pilpres bercita rasa cerdas cermat. Khitah debat sebagai salah satu metode kampanye mencapai target dan sasarannya, menarik minat dan mencerdaskan publik.

Semoga dalam debat selanjutnya ada perbaikan!

Advertisement

*Oleh: PANGI SYARWI CHANIAGO*

Pengamat Politik, Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting (Ron)

Source

Advertisement
Bisnis2 jam ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten1 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport3 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport3 hari ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten3 hari ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan4 hari ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional4 hari ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport4 hari ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport4 hari ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan5 hari ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport5 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport6 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport6 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport6 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Sport3 minggu ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport6 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport6 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional1 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional1 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Populer