Bisnis
Peningkatan Penggunaan Teknologi Seluler, Persaingan Antar Brand D2C Meningkat

Peningkatan penggunaan teknologi seluler telah mendorong pertumbuhan konsumsi aplikasi seluler D2C (Direct-to-Consumer). Selain itu, perilaku konsumen terhadap brand D2C juga meningkat secara drastis, karena mobilitas dan interaksi langsung kembali berjalan di tahun 2022.
Diakui Robert Wildner, Co-Founder & CEO AVOW, musim belanja liburan di Asia Tenggara akan segera dimulai. Brand D2C diperkirakan akan menarik perhatian dan permintaan yang signifikan dan sentimen konsumen terlihat optimis.
“Brand seperti ini berharap bahwa pendapatan akan meningkat di musim seperti ini melalui pemasaran kinerja, karena brand konsumen selama promosi dan festival khusus di Asia Tenggara terbukti membuat bisnis bertumbuh,” katanya.
Sementara itu, laporan menunjukkan bahwa jumlah pembeli Indonesia meningkat sebesar 61% pada masa liburan, di mana hampir 8 dari 10 pembeli berniat untuk menambah belanja.
Bahkan, tren saat ini, persaingan antar brand D2C meningkat, karena mereka lebih berfokus pada belanja iklan untuk memaksimalkan pertumbuhan selama musim belanja, walaupun ada kekhawatiran bahwa inflasi akan naik.
Lebih jauh ia menegaskan, brand D2C Indonesia berkembang pesat dengan avatar pemasaran omnichannel yang merupakan gabungan dari DOOH (Digital Out of Home) pemasaran melalui influencer, iklan digital dengan search dan social, media cetak, dan sebagainya.
“Keberhasilan metode pemasaran tradisional sulit diukur, tetapi ROAS (laba atas belanja iklan) dapat secara efektif diukur dengan pemasaran kinerja melalui pemasaran aplikasi mobile OEM (Produsen Peralatan Asli),” ungkapnya.
Dengan memanfaatkan strategi pemasaran aplikasi OEM untuk mengakuisisi pengguna selama periode puncak musim ini, brand D2C dapat memperoleh ROAS yang lebih menguntungkan dan meningkatkan keterlibatan pengguna. “Selain itu, dengan mobile OEM, pemasar D2C SEA dapat menargetkan audience yang belum dapat dijangkau dan membuka sumber pendapatan baru yang lebih efisien,” lanjutnya.
Iklan mobile OEM yang ditawarkan oleh mobile OEM, seperti Xiaomi, Huawei, Oppo, Vivo, dan Samsung, juga dapat membantu brand D2C dalam mendukung discoverability aplikasi, meningkatkan visibilitas, dan meningkatkan pelibatan ulang.
(rls/MC)
Nasional6 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis6 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis6 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan2 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis6 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum4 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur













