Connect with us

Lifestyle

Penyebab Alergi dan 4 Faktornya yang Meningkatkan Risiko Anda

Alergi adalah kondisi kesehatan yang dialami cukup banyak orang. Ada banyak pula jenis alergi di dunia, mulai dari alergi makanan, alergi debu, alergi hewan, hingga alergi obat-obatan tertentu. Apa pun jenisnya, alergi umum memunculkan gejala seperti gatal-gatal, hidung dan mata berair, bibir dan lidah bengkak, mual, atau diare. Alergi bahkan juga bisa menyebabkan gejala serius seperti syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Kira-kira, apa yang menjadi penyebab alergi?

Penyebab alergi

Alergi muncul sebagai reaksi abnormal dari sistem imun ketika melawan zat asing yang pada dasarnya tidak berbahaya. Sistem imun seharusnya mampu membedakan mana partikel yang aman, yang bermanfaat, dan mana yang benar-benar berbahaya.

Sistem imun yang normal hanya akan aktif bekerja melawan partikel asing yang dapat membahayakan kesehatan atau mengancam nyawa. Misalnya bakteri, virus, parasit, jamur, atau zat asing lainnya yang menyebabkan penyakit. Sementara jika makanan yang masuk, sistem imun tidak akan bereaksi negatif karena tahu itu bermanfaat buat tubuh.

Advertisement

Namun bagi orang yang memiliki alergi, sistem imunnya tidak bekerja demikian. Sistem imun mereka tidak bisa, keliru, atau kebingungan membedakan mana zat yang aman dan buruk. Sistem imun pengidap alergi akan otomatis menganggap zat biasa sebagai ancaman dan menyerangnya.

Zat yang dianggap berbahaya oleh tubuh yang alergi ini disebut sebagai alergen. Masuknya alergen ke dalam tubuh menyebabkan sistem imun melepaskan antibodi Immunoglobulin E (IgE) ke aliran darah. Antibodi ini akan langsung menghancurkan zat asing yang dianggapnya berbahaya; padahal normalnya tidak. Pelepasan antibodi IgE juga membawa histamin dan bahan kimia lain yang dapat memicu reaksi alergi. 

Faktor risiko alergi

Alergi adalah kondisi yang umum ditemui di dunia. Namun sampai saat ini, para pakar kesehatan masih belum mengetahui apa pastinya penyebab dari alergi. Belum jelas pula apa yang menyebabkan sistem imun bisa memunculkan reaksi berbeda terhadap zat-zat tertentu.

Namun, peluang Anda memiliki alergi dapat lebih tinggi jika Anda memiliki satu atau lebih dari faktor risiko di bawah ini:

Advertisement

1. Genetik

Warisan genetik yang diturunkan dalam keluarga adalah salah satu faktor risiko penyebab alergi.

Jika anggota keluarga terdekat Anda ada yang memiliki alergi, Anda berpeluang lebih besar memilikinya. Misalnya orangtua atau saudara kandung Anda ada yang punya riwayat alergi. Maka, Anda juga bisa mengalami kondisi yang sama

Sampai saat ini dokter dan ahli kesehatan masih mencari tahu gen mana yang bertanggung jawab menjadi faktor penyebab kemunculan alergi. Namun, gen Anda sendiri mungkin bukan jadi satu-satunya faktor penentu yang menjadi penyebab alergi. 

2. Terlalu jarang terpapar alergen

Mengutip Livescience, risiko seseorang memiliki alergi dapat lebih tinggi jika sejak masa kanak-kanak  dibiasakan hidup di lingkungan yang terlalu bersih. Dengan begitu, sistem imun tidak mendapat banyak kesempatan untuk terpapar berbagai macam zat asing yang ada di sekitarnya. Maka nanti tubuh si anak tidak bisa membedakan mana zat yang benar-benar harus dilawan dan yang tidak.

Advertisement

Penelitian yang dikutip Livescience menemukan, risiko alergi dan asma pada anak yang sering terpapar alergen di rumah sejak lahir sampai umur setahun justru lebih rendah ketimbang anak yang dibiasakan hidup terlalu “steril” di rumah yang terlalu bersih dan bebas zat alergen.

Menurut dr. Christine Cole Johnson, salah satu peneliti dan ketua Department of Public Health Sciences di Detroit, tidak jelas apa alasannya sering terpapar alergen sejak kecil bisa membuat seseorang lebih kebal alergi.

Namun, dr. Johnson dan timnya menduga frekuensi paparan yang tinggi selama masa tumbuh kembang emas akan menghasilkan sistem kekebalan yang lebih kuat dan baik.

4. Dibatasi makan makanan tertentu 

Apabila sejak kecil Anda tidak diperbolehkan makan makanan tertentu oleh orangtua, ini bisa jadi faktor risiko penyebab munculnya alergi. Misalnya Anda dibatasi makan kacang atau telur sejak kecil karena orangtua sudah keburu takut akan kena alergi; padahal belum tentu. Maka saat dewasa nanti, sistem imun tubuh Anda akan lebih sensitif terhadap makanan tersebut. 

Advertisement

American Academy of Pediatrics (AAP) menuturkan, memvariasikan menu makan anak sejak dini justru dapat mencegah risiko alergi berkembang di kemudian hari. Tidak ada alasan juga untuk menunda memberikan bayi makanan yang sering dianggap sebagai pemicu alergi, misalnya seperti kacang, telur, atau ikan. 

Dr. Scott Sicherer, seorang ahli alergi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York merekomendasikan setiap orangtua untuk memberi makanan jenis apapun tanpa harus takut menjadi penyebab alergi nantinya. 

Alergi makanan pada umumnya terjadi akibat sistem imun tubuh yang salah menganggap protein dalam kandungannya sebagai zat asing. Maka dari itu, membiasakan anak makan makanan bervariasi sejak dini menjadi kesempatan untuk orangtua mengenalkan protein sebagai zat yang baik.

Sistem kekebalan tubuh anak umumnya juga masih akan terus berkembang, sehingga dapat menyesuaikan reaksinya terhadap berbagai kandungan makanan.

Advertisement

Dr. Sicherer juga mengatakan, orangtua bisa memberikan makanan yang sering menjadi penyebab alergen didampingi dengan nasi, buah-buahan, atau sayuran sebagai awal perkenalan.

Berbagai pemicu alergi yang umum

Respon abnormal dari sistem imun terhadap zat umum adalah faktor utama dari penyebab munculnya reaksi alergi. Paparan alergen baik itu lewat jalur hirup, konsumsi mulut, atau kontak langsung dengan kulit bisa memicu sistem imun memproduksi immunoglobulin E dan histamin untuk menghasilkan gejala alergi.

Nah, berikut adalah beberapa zat yang sering menjadi penyebab alergi seseorang muncul atau kambuh:

1. Obat tertentu

Beberapa obat bisa menjadi pemicu kumatnya alergi. Antara lain obat antinyeri non-steroid (NSAID), antibiotik, obat kemoterapi, obat antikejang, dan ACE inhibitor.

Advertisement

Gejala seperti gatal, batuk, dan muntah biasanya terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi obat.

2. Makanan tertentu

Beberapa makanan yang umum jadi penyebab alergi kumat adalah susu dan produk olahannya, kacang dan produk olahannya, biji-bijian seperti gandum, dan makanan laut (ikan, kerang, kepiting, udang, dan lain sebagainya).

Makanan seharusnya tidak dianggap berbahaya oleh tubuh karena justru menguntungkan. Namun, tubuh beberapa orang bisa menganggapnya sebagai zat asing yang berpotensi merusak sehingga harus dibasmi.

Alergi makanan menyebabkan reaksi seperti gatal-gatal di kulit, bibir bengkak, diare, mengi, dan bahkan anafilaksis jika terlalu banyak.

Advertisement

3. Debu, spora jamur, tungau

Menghirup udara berdebu yang mengandung partikel tungau dan spora jamur dapat menimbulkan gejala alergi.

Debu rentan menyebar saat cuaca kering dan berangin. Meski beberapa partikel debu dan spora ada juga yang lebih mudah menyebar bersama kabut atau embun ketika udara lembap. Alhasil, menghiruo udara berdebu membuat Anda jadi batuk-batuk, bersin-bersin, gatal-gatal.

Debu dapat ditemukan di rumah Anda, seperti di sofa, kasur, dan juga furnitur berlapis kain dan karpet.

4. Bulu hewan

Hewan berbulu seperti anjing atau kucing sering dianggap penyebab kumatnya gejala alergi. Namun, bukan bulu dari hewan yang sebenarnya memicu alergi, melainkan partikel-partikel yang tersangkut di antaranya.

Advertisement

Bulu hewan dapat mengandung protein dari residu air liur, urine, sel kulit mati, dan feses. Bulu hewan yang rontok dan membawa sebagian partikel ini dapat beterbangan di udara dan kemudian terhirup. Saat masuk ke dalam tubuh, barulah sistem imun akan bereaksi dengan memunculkan gejala alergi. Reaksi alergi yang pertama kali muncul biasanya badan gatal-gatal dan langsung bersin-bersin. 

Gejala alergi biasanya muncul dalam beberapa menit hingga 8-12 jam setelah kontak dengan hewan. 

5. Pemicu alergi lainnya

Selain empat jenis pemicu alergi di atas, ada beberapa hal lain yang bisa memicu reaksi alergi namun mungkin kurang umum. Misalnya:

  • Lateks terbuat dari karet dan mengandung protein. Protein di dalam lateks inilah yang menyebabkan tubuh bereaksi dan menghasilkan gejala alergi. Lateks umumnya terdapat di pakaian dan juga menjadi bahan dasar kondom.
  • Gigitan serangga.  Gigitan serangga dapat membuat kulit gatal, bengkak, dan juga demam. Serangga saat menggigit biasanya akan mengeluarkan racun, yang dianggap tubuh sebagai zat asing yang harus dilawan. 
  • Serbuk sari yang terlepas dari putiknya saat bunga mekar bisa terbawa angin sampai terhirup. Antibodi tubuh akan menganggap serbuk sari berbahaya dan menjadi penyebab kambuhnya gejala alergi.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Techno5 jam ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Pemerintahan2 hari ago

HUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Nasional2 hari ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 hari ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan3 hari ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

Melalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital

Pemerintahan3 hari ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan5 hari ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan5 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan5 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan6 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan6 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan6 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan1 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan1 minggu ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport2 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport2 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan3 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Sport3 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport3 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Bisnis2 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Serba-Serbi3 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis2 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

Sport3 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Nasional3 minggu ago

DeepTalk Indonesia: Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Dorong Reformasi Kejaksaan, Kawal Tuntas Proses Hukum Febrie Adriansyah

Pemerintahan3 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Pemerintahan6 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Banten1 minggu ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Populer