Lifestyle
Penyebab Neuroblastoma pada Anak yang Tak Terduga

Neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada anak dan sering muncul sejak mereka lahir. Apa penyebab neuroblastoma pada anak?
Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.
Penyebab neuroblastoma pada anak

Neuroblastoma adalah tumor padat yang dibentuk oleh sel saraf khusus yang disebut sebagai neuroblas. Umumnya, sel tersebut belum matang dan tumbuh menjadi sel saraf yang memiliki fungsi.
Namun, dalam kasus neuroblastoma, sel tersebut justru berubah menjadi sel kanker. Sel neuroblas ini tidak jarang terbentuk sebelum anak lahir, tetapi tidak terdeteksi sampai mereka lahir.
Walaupun demikian, jika neuroblastoma cepat didiagnosis dan diobati ketika bayi, peluang untuk sembuh cukup besar.
Penyebab munculnya neuroblastoma sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, menurut American Cancer Society, kondisi ini dapat terjadi karena adanya perubahan sel DNA.
Hampir sebagian besar anak yang menderita penyakit ini terjadi karena kebetulan. Hanya saja, terdapat beberapa kasus yang disebabkan oleh faktor genetik.
Bagaimana sel normal berubah menjadi neuroblastoma?


Walaupun penyebab neuroblastoma pada anak tidak diketahui dengan jelas, ada beberapa hal yang membuat sel normal berubah menjadi sel kanker ini.
Neuroblastoma berasal dari sel neuroblas, yaitu sel saraf imatur yang menjadi proses perkembangan janin. Setelah hamilnya sudah cukup bulan, neuroblastoma akan berubah menjadi sel saraf dan serat hingga menutupi kelenjar adrenal.
Seiring dengan bertambahnya usia anak, semakin kecil sel tersebut akan matang dan risikonya semakin besar berubah menjadi sel kanker. Jika neuroblastoma sudah cukup besar, umumnya sel kanker ini akan menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.
Bahkan, sebagian besar dari sel neuroblas ini tidak dapat tumbuh dewasa dan menyebar, kecuali diobati dengan benar.
Kegagalan sel neuroblas untuk berubah menjadi sel dewasa dikarenakan adanya DNA abnormal dalam sel anak tersebut. DNA merupakan senyawa kimia yang ada di setiap sel manusia dan berfungsi membentuk gen.
Oleh karena itu, DNA sangat memengaruhi pertumbuhan sel neuroblas di tubuh anak yang dapat berkembang menjadi sel kanker.
Walaupun demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut apa penyebab terjadinya neuroblastoma pada anak.
Gejala neuroblastoma pada anak


Setelah mengetahui apa penyebab neuroblastoma pada anak, kenali beberapa gejala yang timbul akibat penyakit ini. Hal ini bertujuan agar orangtua dapat lebih sigap dan mendampingi anak menjalani pengobatan lebih cepat.
Gejala neuroblastoma pada anak sebenarnya dapat berbeda karena tergantung di mana penyakit itu pertama kali muncul atau sudah berapa banyak sel kanker tumbuh.
Umumnya, gejala pertama kali kanker ini tidak cukup jelas dan lebih sering dikaitkan dengan penyakit lainnya, seperti:
- Mudah marah dan lelah
- Tidak nafsu makan
- Demam
Ketiga gejala tersebut sangat umum terjadi pada anak sebagaimana gejala penyakit lainnya. Akibatnya, neuroblastoma cukup sulit untuk dideteksi sejak dini.
Pada kebanyakan kasus, neuroblastoma sering ditemukan pada anak kecil yang terdapat benjolan di perut. Bahkan, benjolan tersebut juga bisa timbul pada tempat lain, seperti leher dan dada.
Selain itu, tanda-tanda neuroblastoma dapat dikenali dengan cukup umum ketika pertumbuhan tumor menekan jaringan di dekatnya atau menyebar ke tempat lain. Akibatnya, ada beberapa gejala yang dapat muncul, seperti:
- Perut membengkak dan terasa nyeri
- Tidak nafsu makan jika tumor berada di perut
- Nyeri tulang; terdapat memar di tubuh, kulit pucat, dan mata panda
- Sulit berjalan dan bergerak jika sel kanker menekan saraf tulang belakang
Penyebab terjadinya neuroblastoma pada anak memang belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, karena faktor risikonya lebih kepada faktor keturunan, mencegahnya pun akan cukup sulit. Oleh karena itu, anak bisa sembuh dari penyakit ini jika tanda-tandanya dapat dideteksi sejak dini.
Kabartangsel.com
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku




























