Connect with us

Politik

Ketakutan Lawan Politik Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie Dinilai Berlebihan

“Lawan-lawan politik sudah tidak bisa membedakan lagi mana Ibu Airin ketika bertugas sebagai kepala daerah atau sebagai calon walikota. Sehingga posisi ibu Airin terus mengalami tekanan-tekanan politik,” tegas Juru Bicara Airin Rachmi Diany

Desakan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwaskada) Tangerang Selatan (Tangsel) oleh pasangan lain untuk mencopot iklan-iklan layanan Pemkot Tangsel yang ditujukan kepada masyarakat yang memuat gambar Walikota Airin Rachmi Diany maupun Wakil Walikota Benyamin Davnie, dinilai sebagai sebuah ketakutan yang berlebihan.

Alasannya, lantaran pasangan petahana Airin-Benyamin masih mengantongi popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi jika dibandingkan pasangan lainnya, Ikhsan Modjo-Li Claudia dan Arsid-Elvier.

“Lawan-lawan politik sudah tidak bisa membedakan lagi mana Ibu Airin ketika bertugas sebagai kepala daerah atau sebagai calon walikota. Sehingga posisi ibu Airin terus mengalami tekanan-tekanan politik,” tegas Juru Bicara Airin Rachmi Diany, Sonny Majid, Jumat (23/10/2015).

Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie mendapatkan nomor urut 3 di Pilkada Tangsel

Menurut Sonny-demikian ia akrab disapa, gambar-gambar petahana dalam bentuk layanan kepada masyarakat adalah bentuk tanggungjawab Airin sebagai kepala daerah karena menggunakan simbol-simbol kepala daerah, dan sampai hari ini, Airin kata Sonny lagi, masih menjabat sebagai walikota.

Advertisement

“Pemasangan iklan layanan masyarakat tersebut juga harus melalui mekanisme sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (fid/kts)

Populer