Connect with us

Lifestyle

Pola Asuh Tepat untuk Mencegah Anak Melakukan Bullying

Dalam kasus bullying di lingkungan sekolah atau pertemanan, anak-anak tidak hanya menjadi korban, tapi juga bisa menjadi pelakunya. Alasan anak melakukan tindakan bullying bisa berkaitan dengan kondisi psikologis ataupun masalah dalam kemampuan  bersosialisasi. Namun, sedikit banyak, pola asuh orangtua ikut berkontribusi. Lantas, pola asuh seperti apa yang harus diterapkan ataupun dihindari untuk mencegah anak melakukan bullying?

Pola asuh otoriter memicu anak menjadi pelaku bullying

Pola asuh orangtua turut membentuk kepribadian anak. Itu sebabnya, mengadopsi pola asuh yang tepat akan mencegah anak melakukan tindakan bullying.

Sebagian besar, anak akan mencontoh perilaku yang ditunjukkan orangtua di rumah. Cara orangtua memperlakukan sang anak pun akan memengaruhi mereka untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Advertisement

Studi bertajuk Understanding the Psychology of Bullying menyebutkan bahwa penyebab anak melakukan bullying memang tidak hanya dari lingkungan keluarga. Lingkungan sosial, seperti pertemanan, sekolah, lingkungan tempat tinggal juga memengaruhi sikap bullying anak.

Meski begitu, terdapat pola asuh, atau parenting style, yang nyatanya juga berkontribusi terhadap tindakan bullying yang dilakukan anak.

Studi tersebut menjelaskan bahwa kecenderungan anak menjadi pelaku bullying atau perundungan akan meningkat saat orangtua menunjukkan perilaku agresif atau tindak kekerasan di rumah, baik secara fisik maupun verbal. Pola asuh yang mengekang, seperti tidak melibatkan pendapat anak saat berkomunikasi dan jarang menunjukkan dukungan pada anak, juga ikut berpengaruh.

Orangtua yang menggunakan kekerasan fisik sebagai bentuk hukuman atas kesalahan anak juga berisiko lebih tinggi membuat mereka melakukan bullying.

Advertisement

Salah satu studi pada tahun 2015 dalam jurnal Child Abuse & Neglect, mendapati bahwa orangtua yang menghukum dengan kekerasan fisik membuat anak terbiasa dengan tindak kekerasan. Anak jadi ikut menunjukkan perilaku agresif ketika mencoba beradaptasi di lingkungan sosialnya.

Anak yang kerap mendapatkan hukuman fisik melihat tindak kekerasan sebagai alat untuk “mengontrol” orang lain. Dengan memiliki kendali atas situasi di sekelilingnya, anak merasa lebih mudah menyesuaikan diri di lingkungan pertemanannya.

Dalam klasifikasi pola asuh yang ditentukan psikolog Diana Baumrind, pola asuh orangtua di atas disebut dengan pola asuh otoriter (authoritarian parenting style).

Pola asuh otoriter patut dihindari bukan hanya untuk mencegah anak melakukan bullying. Cara ini juga sekaligus memutus mata rantai perilaku bullying di lingkungan keluarga sendiri. Pasalnya, apabila dibiarkan, saat dewasa ia bisa ikut membesarkan anak-anaknya dengan pola asuh serupa sehingga melanggengkan tindakan bullying.

Advertisement

Pola asuh yang mencegah anak jadi pelaku bullying

Lantas, pola asuh seperti apa yang dapat mencegah anak melakukan tindakan bullying? Pola asuh autoritatif bisa diterapkan dalam upaya mencegah anak melakukan tindakan bullying. 

Dalam klasifikasi Baumrind, pola asuh autoritatif berarti gaya komunikasi orangtua yang lebih demokratis. Orangtua bertugas membimbing anak memahami permasalahan di sekelilingnya dan mengetahui konsekuensi atas perbuatannya.

Ketika berbuat salah, orangtua akan mendorong anak untuk bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahannya. Hal ini tentu dilakukan tanpa memberikan hukuman yang menyakiti secara fisik dan mental.

Salah satu yang bisa dijadikan contoh adalah perlunya mengajarkan anak untuk menjunjung rasa saling menghargai perbedaan. Pola asuh semacam ini bisa mencegah anak untuk melakukan tindakan bullying alias perundungan.

Advertisement

Anda bisa menceritakan bahwa setiap orang diciptakan dengan kondisi berbeda. Setiap orang juga memiliki latar belakang yang berbeda dan masing-masing memiliki pribadi yang unik. Intinya, Anda perlu mencoba membiasakan anak untuk toleran terhadap perbedaan di lingkungan sekitarnya.

Meski begitu, yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai akhirnya Anda “bablas” dan akhirnya melakukan pola asuh permisif. Dalam pola asuh ini, Anda cenderung memberikan kebebasan pada anak tanpa batasan jelas. Jika dilakukan berlebihan, ujungnya Anda cenderung memanjakan anak. Anak pun bisa merasa mendapatkan pembenaran dari orangtua atas tindakan bullying yang ia lakukan.

Pola asuh permisif yang mengabaikan juga bisa membuat anak memiliki masalah psikologis internal. Ia bisa jadi merasa tidak diterima oleh lingkungan di sekelilingnya.

Menurut American Psychological Association, sebagian besar anak pelaku bullying memang cenderung memiliki kondisi psikologis yang lemah atau tidak stabil, termasuk kerap merasa kurang percaya diri. Mereka mengintimidasi anak lainnya demi meningkatkan kepercayaan diri. Cara itu juga mereka lakukan untuk memperkuat posisinya di lingkungan pertemanan mereka.

Advertisement

Apabila anak memiliki masalah seperti ini dalam bersosialisasi atau bahkan merasa tidak diterima, berikanlah dukungan dan perhatian lebih. Perhatian dan dukungan dari orang di sekitar akan membuat anak merasa aman dan tak mudah tertekan ketika menghadapi penolakan di lingkungan sosialnya.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Hukum23 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional23 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer