PPKM Jawa-Bali, Pemkot Tangsel Segera Susun Kebijakan Tindaklanjuti Surat Edaran Pemerintah Pusat

By: Kamis, 7 Januari 2021

Pemerintah Pusat memastikan akan melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Dengan demikian, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini akan segera menyiapkan kebijakan yang menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Fuad menjelaskan bahwa saat ini bersama dengan Satgas Covid-19 akan segera menyusun ketentuan tersebut.

Selian itu, satgas juga akan memiliki peran untuk memberikan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai proses 4M. Yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari keramaian.

”Serta kita juga akan mengoptimalisasi 3-T yang mana merupakan tracking, testing dan treatment,” ujarnya menjelaskan bahwa untuk 3-T ini Pemerintah sudah menyiapkan semaksimal mungkin ruang perawatan bagi kasus positif.

Kemudian Fuad menambahkan, pengawasan mengenai proses PPKM ini akan kembali dimaksimalkan. Sehingga masyarakat akan lebih segan untuk melakukan pelanggaran yang ditetapkan pada masa PPKM  11 januari hingga 25 Januari mendatang.

Pemkot akan melaksanakan pengetatan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan, dengan meningkatkan pelaksanaan operasi yustisi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), aparat Kepolisian, dan unsur TNI.

Pemkot akan terus memantau pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ini, dengan melakukan evaluasi dan monitoring secara intensif. Dalam implementasinya, Pemkot akan menguatkan pelaksanaan Operasi Yustisi, untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan Covid-19.

Sementara untuk keadaan Tangsel saat ini, angka kematian mencapai 5 persen. Angka ini naik dari angka sebelumnya yaitu 4,3 persen. Kemudian, angka kesembuhan mencapai 84,4 persen.

Angka-angka tersebut juga dilengkap dengan angka okupansi ruang isolasi yang kini sudah terisi mencapai 92 persen. Dengan ruang ICU yang sudah digunakan sebanyak 96 persen.

”Dengan keadaan angka tersebut diharapkan masyarakat bisa lebih disiplin, agar bisa pelaksanaan proses pencegahan penularan Covid-19 bisa dilakukan dengan maksimal,” tutup Fuad. (red/fid)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *