Presiden Jokowi Ingin Swasta dan BUMN Diberi Tanggung Jawab Bina Olahraga

By on Minggu, 5 Agustus 2018

Terkait dengan pembinaan talenta dalam olahraga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dirinya dengan Kepala Staf Kepresidenan ingin membuat sebuah badan manajemen strategis untuk mengurus masalah tersebut.

Jadi anak mulai dari kecil itu sudah diamati betul ini pintarnya apa dan jangan dilepas mulai gizinya, mulai nutrisinya. Ini harus ada yang mengurusi betul,” kata Presiden Jokowi saat berdialog dengan para netizen, atlet, dan artis pada Promosi Asian Games 2018 “Jalan Terus Indonesia”, di halaman belakang gedung induk Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8) siang.

Presiden setuju dengan pendapat mantan pebulutangkis nasional Icuk Sugiarto, bahwa saat ini, terlalu banyak yang mengurusi sehingga ini justru memang menjadi tidak terurus semuanya. “Kelihatan yang ngurusi ini, ngurusi ini, ngurusi,” ujarnya.

Menurut Presiden, dirinya ingin nantinya akan tanggung jawab satu-satu saja. Bola misalnya Pertamina, basket Mandiri, pencak silat siapa lagi nanti. Itu akan lebih jelas, kalau enggak berprestasi mereka akan mendapat sebuah persepsi, sebuah image, menjadi citra yang tidak baik bagi perusahaan itu.

“Saya rasa ini juga baik untuk perusahaan, akan mengangkat perusahaan kalau prestasinya bagus. Kalau prestasinya enggak bagus perusahaan juga bisa ikut citranya enggak baik,” terang Presiden.

Presiden mengaku sebenarnya ingin menitipkan cabang olahraga ykepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang gede-gede kemudian swasta, setiap cabang olahraga. Misalnya, tambah Presiden Pertamina tanggung jawab bola, harus menang terus. Ia menambahkan Bulutangkis misalnya berikan total ke Djarum dan Basket diberikan ke Mandiri misalnya, total, tapi harus menang terus, kalau kalah awas.

Namun diakui Presiden Jokowi, jika regulasinya memang ada yang tidak memperbolehkan BUMN itu memberikan. Ia menunjuk contoh, misalnya bola dulu boleh ddari APBD tapi kemudian dilarang karena banyak kasus. Banyak kepala daerah, wali kota/bupati yang ditangkap gara-gara memberi bantuan ke bola.

“Ini kita juga mau kaji lagi ini. Karena apa? Kadang-kadang kita ini karena 1, 2, 3 kasus kemudian langsung babat habis semuanya,ndak boleh,” ucap Presiden seraya melanjutkan dengan nada setengah bertanya, kalau seperti ini terus olahraga mau didorong dari sebelah mana?

Karena itu, lanjut Presiden, regulasi baru dikalkulasi. Pemerintah kaji mengenai entah tadi bola, kemudian BUMN supaya bisa masuk ke cabang-cabang olahraga secara penuh, dan juga atlet-atlet itu juga bisa masuk juga ke BUMN tanpa harus tes.

“Ini kelihatannya regulasinya sudah ada ini, baru mungkin 2 minggu atau 3 minggu yang lalu. Jadi bisa itu dilakukan. Sudah keluar dari Menpan,” ungkap Presiden Jokowi. (rls/fid)