Sepanjang 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar meningkatkan program-program pencegahan korupsi. Salah satunya dengan mendampingi sembilan pemerintah daerah yang rawan terjadinya korupsi.
Wakil Ketua KPK, Alexande Marwata mengungkapkan, pihaknya mendampingi tiga daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena kasus korupsi yang berulang. Ketiga daerah itu, yakni Sumatera Utara, Riau dan Banten. Sementara tiga daerah lainnya, yakni Aceh, Papua, dan Papua Barat didampingi karena mengelola dana otonomi khusus yang cukup besar dari pemerintah pusat.
“Kami melakukan pendampingan beberapa provinsi di bidang koordinasi supervisi pencegahan di beberapa provinsi. Tiga daerah karena tingkat kerawanan berulang, seperti Sumatera Utara, Riau, dan Banten. Sementara tiga daerah mengelola dana otonomi khusus, yakni Aceh, Papua dan Papua Barat,” kata Alex di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/1).
Dikatakan Alex, terdapat tiga daerah lain yang meminta pendampingan KPK. Ketiga daerah itu, yakni Bengkulu, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sehingga 2016, KPK melaukan pendampingan di sembilan provinsi,” katanya.
Dijelaskan, KPK mendorong sembilan pemerintah daerah ini untuk memperbaiki sistem tata kelola anggaran, perencanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan mengadopsi praktek terbaik tata kelola pemerintahan berbasis elektoronik seperti e-procurment dan perbaikan Aparatur Pengawasan Internal Pemerintahan (APIP) atau inspektorat.
“Program berbasis elektronik misalnya dapat (diadopsi) dari Jawa Barat di bidang perencanaan anggaran, PTSP, pajak kendaraan bermotor dan implementasi tunjangan perbaikan penghasilan, aplikasi perencanaan dan penganggaran keuangan Pemkot Surabaya dan aplikasi perizinan terpadu milik Pemkab Sidoarjo,” katanya.
Selain itu, Alex menyatakan, pihaknya mendorong agar setiap pemerintah daerah di Indonesia memperkuat APIP. Dikatakan, banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi tidak terlepas dari lemahnya fungsi pengawasan.
“Kita berharap melalui PP atau perubahan perundang-undangan aparat pengawasan pemerintah bisa diperkuat,” katanya. (rls)
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional1 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional1 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional1 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional1 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”













