Proyek Kawasan Pertanian Terpadu Tangsel Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini

By on Minggu, 28 Juli 2019

Proyek Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlokasi di dekat Tandon Ciater, Serpong tak lama lagi rampung. Targetnya, akhir tahun ini proyek tersebut sudah selesai dan pada 2020 bisa digunakan.

Dengan luas mencapai 18 hektar, kawasan yang dibangun Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) ini akan ditata menjadi sangat komprehensif mulai dari pertanian, peternakan, perikanan dan pengembangan agrobisnis.

“Januari tahun depan mungkin sudah rapi. Kita sekarang akan dirapikan dulu untuk memberikan berbagai contoh-contoh kepada masyarakat berkaitan dengan hasil pertanian, perikanan dan peternakan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel Nur Slamet.

Kawasan pertanian terpadu sebagai adalah pusat edukasi pertanian, peternakan dan perikanan serta turunanya adanya pusat olahanya produksi berbagai bidang yang ada. Selain bercocok tanam, ada hasilnya atau dengan kata lain kreativitasnya ada di tempat ini, dari mulai menanam hingga keluar hasil olahan.

Bahkan akan diberikan ruang untuk memajang hasil olahan, seperti ruang pameran dan lain sebagainya. Ruang ini diharapkan dapat dikunjungi masyarakat untuk mencari kebutuhan baik makanan olahan dari pertanian, bibit pohon, ikan, dan lain sebagainya.

“Ada galeri pameran, seperti bercocok anggrek dan lain-lain. Ada pengolahan pangan dan pusat penjualan UKM. Nanti ada tamu pemkot oleh-oleh pertanian khasa makanana bakal di sini,” bebernya.

Bahkan telah dirancang untuk memudahkan wahana edukasi bagi anak-anak TK hingga SD belajar bagaimaan cara bercocok tanam, beternak bebek, ayam dan angsa, serta bagaimana bisa membudidayakan berbagai macam ikan.

“Mereka akan belajar di sini sebagai laboratorium pengetahuan pertanian terpadu bagi masyarakat Tangsel. Tentunya akan ada kandang-kandang, perikanan dan anggrek,” imbuhnya.

Pada akhirnya, masyarakat diajak untuk tetap bertani kendati hidup di tengah perkotaan. tentu konsep pertaniannya dengan pertanian modern ala perkotaan.

“Tujuannya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu menjadi pusat kajian pertanian perkotaan yang mana lahannya sudah sangat sempit tapi bertanam tidak dibatasi dengan lahan yang sempit dan terkahir adalah pengembangan tanaman unggulan seperti anggrek dan tanaman unggulan lain,” pungkasnya. (plp)