Bisnis
PT Pertamina International Shipping Borong 8 Penghargaan di 17th Annual Global CSR and ESG Summit and Award

PT Pertamina International Shipping (PIS), anak usaha PT Pertamina (Persero), menorehkan prestasi internasional dengan meraih delapan penghargaan bergengsi dalam ajang 17th Annual Global CSR and ESG Summit and Award yang diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas komitmen dan inovasi PIS dalam penerapan prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri marine logistic.
Penghargaan yang diraih oleh PIS mencerminkan dedikasi perusahaan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari upaya berkelanjutan PIS dalam menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit semata, tetapi juga mengedepankan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron, dalam keterangan pers yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat (14/3).
Kategori penghargaan yang diraih PIS, yaitu Excellence in Provision Of Literacy & Education Award – Gold; Product Excellence Award – Platinum; Best CEO – Platinum; Best CFO – Platinum; Best Corporate Communications & Investor Relations Team – Platinum.
Selanjutnya, penghargaan Best Environmental Excellence Award – Silver; Empowerment of Women – Gold; dan Best Community Program – Silver.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi PIS sebagai pemain utama dalam industri marine logistic yang tidak hanya mengedepankan efisiensi dan inovasi, tetapi juga berkontribusi terhadap transisi energi serta praktik bisnis yang berkelanjutan.
Hingga tahun ini PIS terus memperkuat langkahnya dalam mengembangkan armada ramah lingkungan, infrastruktur hijau, serta solusi berbasis teknologi untuk mendukung transisi energi global, sejalan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang lebih luas.
Perusahaan juga telah menyusun roadmap keberlanjutan hingga 2034, dengan target peningkatan kontribusi bisnis hijau hingga 34% serta penurunan emisi karbon sebesar 32%.
Implementasi teknologi ramah lingkungan terus diperkuat, termasuk pengadopsian bahan bakar ramah lingkungan B40, penerapan dual-fuel engine, serta desain Green Ship dengan sistem pengolahan air ballast dan scrubber.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dalam aspek sosial, PIS memiliki payung program TJSL yakni “BerSEAnergi Untuk Laut” yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekosistem laut bagi keberlanjutan lingkungan.
PIS juga aktif dalam program inisiatif sosial dan lingkungan lainnya, seperti penyediaan Rumah Sakit Apung di Papua Barat, edukasi kelautan melalui LiteraSEA, konservasi hiu paus di Nabire, serta rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman 10 ribu mangrove di wilayah operasionalnya.
Baron menegaskan bahwa pihaknya akan terus bertransformasi dan terus menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan.
“Dengan langkah ini, kami ingin memastikan bahwa PIS tidak hanya menjadi pemimpin industri, tetapi juga pelopor keberlanjutan di sektor logistik maritim nasional,” katanya tandas.
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport7 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden






















