Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis menghadiri konferensi internasional bertajuk ‘The Role of Religion in Promoting Tolerance’ yang digelar Peace Forum di Abu Dhabi, Senin-Rabu (9-11/12/2019). Konferensi dihadiri para tokoh agama, politik, dan kebangsaan dengan tujuan mendorong penguatan peran agama dalam mempromosikan toleransi bagi kehidupan manusia. Konferensi rencanaya ditutup dengan Deklarasi Aliansi untuk Kebajikan.
Rektor hadir dalam kapasitasnya sebagai Anggota Badan Penasehat Forum for Promoting Peace in Muslim Societies yang dipimpin oleh Syaikh Abdullah bin Bayyah. Selain Rektor, sejumlah tokoh nasional juga diundang dan hadir dalam forum yang sama seperti Prof. Din Syamsuddin, Prof. Huzaemah, Prof. Zaitunah Subhan, Prof. Amal Zarkasyi, Bapak Husni Kamal, Dr. Abdul Hadizh, KH Muhyidin Junaidi, dan KH Abdullah Jaidi.
Konferensi sendiri dibuka Putera Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan dengan menerima seluruh langsung di istananya di Abu Dhabi. “Inilah bukti perhatian besar pemerintah Emirat terhadap ulama dan pemuka agama,” terang Rektor.
Sejumlah tokoh juga hadir dan memberi sambutan seperti Menteri Toleransi UEA, Yang Mulia Nahyan bin Mubarak, yang pernah berceramah di UIN Jakarta dalam kunjungan terakhirnya pada 21 Oktober 2019, Dilanjutkan oleh Syaikh Abdullah bin Bayyah yang menjelaskan tentang tema dan subtema Konferensi. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Wakil Presiden Nigeria, Sekretris General Rabithah Alam Islami Syaikh Al-Isa, Menteri Wakaf Emirat, Menteri Wakaf Kuwait, Menteri Wakaf Mesir, Pendeta Bob Roberts, Rabi Bruce Lustig, Imam Mohamed Magid dari AS, dan Rektor Al-Azhar, Mesir.
Rektor menuturkan, konferensi diisi sejumlah pleno dan sesi paralel yang melibatkan para peserta menyampaikan pandangannya tentang peranan agama dalam mempromosikan toleransi. Sejumlah topik penting dibahas seperti pengertian toleransi dalam agama, nilai toleransi di dalam masyarakat, dan toleransi beragama sebuah keharusan.
“Forum juga membahas penguatan penguatan kepedulian sosial serta nilai kemanusiaan,” katanya.
Selanjutnya, forum juga memberi kesempatan para partisipan berbagi pengalaman komunitas masing-masing dalam menumbuhkan toleransi dan kepedulian sosial baik di Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Selain itu, mereka juga diminta memberi pertimbangan kemungkinan dibentuknya aliansi khusus kemanusiaan.
Dalam kesempatan yang sama, para delegasi juga membahas banyak istilah penting dan meluruskan pemaknaannya, seperti minoritas-mayoritas dan toleransi beragama. “Semua tidak ada yang taken for granted,” kata Rektor lagi.
Puncak konferensi sendiri direncanakan bakal ditutup dengan penyampaian Deklarasi Aliansi untuk Kebajikan. Aliansi ini merupakan perjanjian bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat pemerintah untuk menumbuhkan rasa saling peduli terhadap nasib sesama manusia atas nama toleransi dan bergotong-royong untuk menghilangkan kemiskinan dan ketidakadilan di seluruh pelosok dunia.
Perjanjian ini diberi nama Aliansi Kebajikan Baru atau Hilf al-Fudhul al-Jadid sebagai penerus semangat deklarasi serupa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW bersama para pemimpin komunitas Arab. Saat itu, Nabi Muhammad yang masih berusia muda bersama-sama para pemimpin kabilah dan suku Arab membangun Aliansi Kebajikan, Hilf al-Fudhul atau the Alliance of Virtue sebagai aliansi bersejarah dalam mendorong solidaritas sosial.
“Sejak itu, kemanusiaan mengenal solidaritas dan empati terhadap yang terpinggirkan dan yang membutuhkan,” ungkap Rektor.
Diketahui, kegiatan Peace Forum ini digelar keenam kalinya oleh Pemerintahan Uni Emirat Arab. Pada kesempatan yang sama, forum juga memberikan penghargaan Hasan bin Ali untuk dunia perdamaian kepada figur yang dinilai aktif mendorong perdamaian kemanusiaan.
Banten5 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Pemerintahan2 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
Nasional2 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Pemerintahan2 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan














