Rektor Prof. Dr. Amany Lubis MA mendorong generasi milenial tumbuh sebagai generasi bangsa yang toleran dan penuh penghormatan terhadap keragamaan yang dimiliki bangsa ini. Untuk itu, ia mengingatkan generasi ini mewaspadai paparan sikap radikal dan kejahatan dunia digital. Selanjutnya, Rektor juga mendorong generasi milenial mempersiapkan diri jadi generasi tangguh di masa depan.
Demikian benang merah paparan yang disampaikan Rektor dalam Seminar Nasional Keagamaan ‘Harmonisasi Keberagaman dan Kebangsaan Bagi Generasi Milenial’ di Auditorium Universitas Pamulang, Sabtu (14/12/2019). Menurut Rektor, sikap toleran dan penghormatan terhadap keragaman telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah yang disepakati bersama-sama masyarakat Madinah yang sudah sedemikian plural pada masanya.
“Kembali ke konteks modern ini, apa yang kita tarik dari apa yang telah Rasulullah SAW contohkan saat itu adalah bahwa sesama kita saat ini harus saling menghormati keragaman,” katanya sebagaimana dilansir dari laman uinjkt.ac.id.
Rektor menjelaskan, Piagam Madinah merupakan konstitusi penting yang menjadi contoh bagaimana keanekaragaman perlu dihargai. Masyarakat Madinah kala itu, tuturnya, terdiri dari berbagai suku dan keyakinan keagamaan. Selain masyarakat Muslim, baik Muhajirin dan Anshar, Madinah juga di terdiri dari komunitas Yahudi, Nashrani, dan berbagai latar belakang suku.
Tak kurang dari 47 pasal yang mengatur kehidupan masyarakat Madinah dan termuat dalam Piagam Madinah. Pasal-pasal ini mengatur hak dan kewajiban masyarakat Madinah, tanpa membeda-bedakan keberbedaan, termasuk mengomodir komunitas minoritas.
Rektor menambahkan, toleransi dan penghargaan amat diperlukan ketika ancaman keamanaan yang bisa membahayakan bangsa dan negara terus menunjukkan kekuatannya di tingkat global-nasional. Sikap radikal dengan kecenderungan ekstremis muncul di berbagai kawasan hingga menimbulkan banyak kekacauan sosial politik seperti berlangsung di negara-negara Timur Tengah.
Di saat yang sama, lanjut Rektor, generasi milenial juga perlu mempersiapkan diri menjadi generasi tangguh di era mendatang yang sangat kompetetif. Selain meningkatkan keahlian masing-masing, setiap generasi milenial perlu meningkatkan kemampuan berbahasa sebagai prasyarat penting dalam kompetisi global.
“Tingkatkan kemampuan bahasa, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Dengan begitu Anda semua memiliki bekal berkompetisi di era global,” sarannya lagi.
Seminar nasional keagamaan ini diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa. Selain Rektor, seminar nasional juga menghadirkan narasumber Imam Besar Mesjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan eks Teroris Sofyan Tsauri.
Pemerintahan2 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi4 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport4 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Otomotif2 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Piala AFF 2026
Sport4 minggu agoJadwal Bola Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Tips4 minggu agoReview Sepatu Padel Asics Sonic Smash Padel, Nyaman Dipakai Main Berjam-jam?












