Industri keuangan syariah nasional didorong terus memperkuat kepercayaan publik atas berbagai produk dan layanan keuangan yang mereka tawarkan. Penguatan kepercayaan publik dibutuhkan agar pasar keuangan dari negara mayoritas Muslim ini bisa termanfaatkan dengan baik.
Demikian benang merah sambutan Rektor Prof. Dr. Amany Lubis MA saat membuka International Seminar on Islamic Economics di Auditorium Utama, Kamis (14/11/2019). Seminar bertajuk “Embracing Sharia Economy as a New Engine towards Strong, Sustainable, and Inclusive Economic Growth” ini digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta dan Bank Indonesia.
Rektor menuturkan, tantangan sistem ekonomi syariah di tingkat nasional adalah masih rendahnya kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan syariah. Dari total jumlah penduduk nasional dengan mayoritas merupakan masyarakat Muslim, industri keuangan syariah nasional hanya bisa mencatatkan market share di bawah 10 persen.
Sebaliknya, masyarakat tanah air masih mencatatkan kepercayaan mereka terhadap bank-bank konvensional baik yang dimiliki negara maupun swasta. “Pangsa pasar (syariah) di bawah 10%, sementara Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar,” tandasnya sebagaimana dilansir dari laman uinjkt.ac.id
Selain rendahnya market share, sambungnya, minimnya tingkat kepercayaan publik terhadap industri keuangan juga ditunjukkan rendahnya literasi keuangan syariah di semua tingkatan dan kelompok. “Masalah ini membutuhkan solusi untuk inklusi keuangan,” sarannya.
Solusi ini bertujuan mengembangkan lembaga keuangan Syariah yang mempromosikan inklusi keuangan sejalan dengan tantangan tujuan pembangunan nasional berkelanjutan.
Rektor juga mengingatkan pentingnya industri keuangan syariah meningkatkan teknologi informasi dalam layanan keuangan syariah. Ini agar layanan industri keuangan syariah juga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Rektor optimistis, industri keuangan syariah nasional masih sangat prospektif. Hal ini tidak lepas dari dukungan yang diberikan pemerintah berupa kebijakan sektor keuangan yang responsif, infrastruktur yang sangat baik, informasi teknologi, dan sumber daya manusia andal dan profesional.
Seminar internasional sendiri merupakan bagian dari kegiatan International Public Seminar & Workshop Academic Writing pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-6. Kegiatan diinisiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta dan BI Institute didukung Ikatan Ahli Ekonomi Islam.
Seminar dihadiri ratusan akademisi dan praktisi ekonomi syariah nasional-global. Beberapa diantaranya Prof. Dr. Habib Ahmed dari Durham University, Prof. Dr. Paresh Narayan dari Deakin University, pimpinan di Direktorat Ekonomi Syariah Bank Indonesia dan Direktorat Bank Indonesia Institute.
Sport4 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Banten4 minggu agoLamiPak Bersama Frisian Flag Resmikan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik di Kabupaten Serang
Pendidikan4 minggu agoPahami Poin-Poin Perubahan Juknis Serdos Tahun 2026
Nasional3 minggu agoProf Asep Saepudin Jahar: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Nasional4 minggu agoHarga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Pemerintahan3 minggu ago379 Masjid dan 376 Musala di Tangsel Terhubung Internet Gratis, Diskominfo Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Edukasi













