Lembaga filantropi Dompet Dhuafa (DD) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) bekerja sama membangun Rumah Sakit Wakaf (RSW) Spesialis Mata untuk dhuafa di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A Said menjelaskan, RSW akan melayani pasien dari semua kalangan terutama dhuafa. Masyarakat yang tidak mampu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan RSW secara gratis. Menurutnya, masyarakat dhuafa bukan hanya kesulitan dengan biaya berobat saja.
“Bagaimana dia menuju tempat berobat itu yang jadi masalah, makanya menyediakan ambulans, kalau diperlukan kita antar jemput (pasien),” kata Ismail di Gedung Bayt Alquran TMII usai menandatangani nota kesepahaman (6/4) kemarin di Jakarta.
Bagi masyarakat dhuafa, menurutnya, yang belum memiliki BPJS maka harus ditolong dengan menggunakan dana zakat. Sementara, untuk mereka yang dhuafa dan memiliki BPJS maka biaya berobat di RSW akan ditanggung BPJS. Tapi, dalam kenyataannya di lapangan tidak semua obat ditanggung BPJS.
Dikatakan dia, jadi nanti obat yang tidak ditanggung BPJS akan dibelikan menggunakan dana zakat meski pasien memiliki BPJS. Ia menambahkan, untuk pasien umum yang mampu dan mau bayar, mereka juga akan dilayani di RSW.
Secara fisik, RSW BWI-DD Spesialis Mata sudah ada dan pembangunannya sudah sampai 70 persen. Saat ini ada beberapa perbaikan di beberapa titik bangunan saja. RSW tersebut ditargetkan akan beroperasi pada Juli 2017.
Meski RSW BWI-DD menggunakan dana dari masyarakat untuk pembangunan dan fasilitasnya, RSW BWI-DD akan menggunakan peralatan teknologi tinggi untuk melayani pasien.
“Teknologi yang digunakan Rumah Sakit ini cukup terdepan,” kata Direktur Pemberdayaan Pengembangan Kesehatan DD, Wahyu Prabowo.
Semisal untuk operasi katarak, RSW BWI-DD tidak menggunakan jahitan. RSW BWI-DD akan menggunakan laser dan alat yang cukup canggih. Wahyu memastikan, karena fasilitas RSW BWI-DD dari dana wakaf, bukan berarti pelayanannya buruk atau alatnya sederhana.
Ketua BWI Slamet Riyanto menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir saat berobat di RSW. Biaya berobat bisa ditanggulangi seratus persen.
“Ada yang ditanggulangi BPJS ada juga yang ditanggulangi dana zakat, tidak usah khawatir,” ujarnya.
Sementara itu, terpisah Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten Abdurrahman Usman menyambut baik realisasi RSW di Taktakan, Serang, Banten.
Usman mengatakan, RSW di Serang adalah bukti bahwa dana ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf. red) dapat memberi kemanfaatan yang luas apabila dikelola oleh lembaga yang berpengalaman seperti Dompet Dhuafa.
“Setelah sukses mengelola Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu di Parung dan RS Aka Medika Sribhawono Lampung Timur, tahun ini Dompet Dhuafa juga akan mengoperasikan 12 rumah sakit yang didanai dari dana wakaf yang salah satunya ada di Serang, Banten. Rumah sakit ini akan melayani masyarakat umum dan khususnya mereka yang dhuafa. Semoga ikhtiar kita ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dhuafa, khususnya di Banten,” tutur Usman, Jum’at (7/4/2017).
Usman pun berharap, kehadiran RSW di Banten dapat memotivasi para muwakif (orang yang berwakaf. red) untuk memercayakan pengelolaan aset wakafnya melalui lembaga.
“Begitu pun dengan dana zakat dan sedekah. Kami mengajak para muzaki dan donatur untuk terus bergandengan tangan membantu saudara kita yang lemah dengan berzakat dan bersedekah di Dompet Dhuafa. Nantinya, pasien yang belum terkaver BPJS akan dibantu dengan dana zakat dan sedekah,” pungkasnya. (fid)
Pemerintahan6 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Nasional6 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum6 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Pemerintahan6 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten6 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional6 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025
Nasional6 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden
Bisnis6 hari ago96 Persen Masyarakat Jarang ke Dokter Gigi, Pepsodent Luncurkan Program Dentfluencer












