Lifestyle
Saat Ibu Diduga Terinfeksi Coronavirus Melahirkan, Apa Dampaknya?

Sabtu (25/1), seorang ibu yang diduga terinfeksi novel coronavirus melahirkan bayi laki-laki dengan bantuan tim dokter yang melakukan operasi caesar darurat. Apa efeknya peristiwa ini pada ibu dan anak?
Kelahiran bayi dari pasien yang terinfeksi coronavirus 2019 ini merupakan fenomena baru dan masih hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Tim dokter pun masih menganalisis kondisi sang anak dan ibu. Belum ada informasi resmi apakah anaknya terinfeksi juga atau tidak.
Namun dari sejumlah kasus penyebaran coronavirus selanjutnya, ada beberapa kasus mirip yang bisa dijadikan sebagai gambaran. Berikut catatannya.
Apa yang terjadi ketika ibu hamil yang terinfeksi coronavirus melahirkan?

Menurut sejumlah laporan dari media, bayi yang dilahirkan oleh wanita bernama Xiaoyan ini langsung dipulangkan ke rumah. Walaupun ibu yang melahirkan masih belum dikonfirmasi terinfeksi coronavirus, tindakan tersebut dilakukan agar bayi tidak terpapar virus yang tersebar di rumah sakit.
Kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi ketika wabah MERS-COV berlangsung. MERS (Middle East respiratory syndrome) adalah virus yang menyerang paru-paru akibat coronavirus, payung besar virus yang meliputi SARS dan novel coronavirus.
Hampir sedikit masyarakat mengetahui tentang efek coronavirus, terutama MERS, selama kehamilan. Di Arab Saudi, terdapat 5 kasus infeksi MERS-CoV pada wanita hamil yang diteliti. Hasilnya, kelima kasus tersebut berujung pada kesimpulan bahwa MERS-CoV dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan kematian perinatal.


Pada 2016, terdapat penelitian dari jurnal BMC Infectious Diseases yang mengungkapkan bahwa ibu yang melahirkan saat terinfeksi coronavirus berisiko mengalami kematian.
Pasalnya, lebih dari 80% ibu yang terinfeksi coronavirus dan melahirkan melalui operasi caesar darurat mengalami kegagalan. Kejadian ini disebabkan mereka tidak dapat mempertahankan keseimbangan oksigen darah meskipun sudah menggunakan oksigen sebanyak 100%.
Dalam sebuah kasus, pasien MERS-CoV yang melahirkan, bayinya lahir dalam keadaan sehat tanpa indikasi MERS-CoV . Namun sang ibu tidak dapat bertahan dan meninggal dunia.
Apakah sama kondisinya ketika pasien MERS-CoV dan novel coronavirus melahirkan? Masih butuh penelitian lebih lanjut.
Efek coronavirus terhadap ibu hamil


Setelah mengetahui dampak dari ibu yang terinfeksi coronavirus dan melahirkan bayinya, kenali apa saja efek yang dapat muncul dari virus ini terhadap ibu hamil
Baik novel coronavirus, SARS, dan MERS-CoV, ketiganya menghasilkan dampak yang cukup serius pada tubuh manusia, terutama ibu hamil. Bagaimana tidak, menurut laporan dari Emerging Infectious Diseases, penyakit SARS 2002 telah menyebabkan keguguran dan kematian ibu hamil tahun 2004.
Kemudian, wabah MERS-CoV juga mengakibatkan efek yang serupa terhadap ibu hamil, yaitu keguguran dan hal ini terjadi setahun setelahnya.
Coronavirus yang menjadi penyebab SARS dan MERS memang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil. Namun, wabah coronavirus di Wuhan, Tiongkok masih perlu diteliti lebih dalam lagi.
Terlebih lagi, kasus yang baru saja muncul adalah seorang ibu yang menjadi pasien suspect coronavirus melahirkan seorang bayi dan hingga saat ini masih dipantau oleh tim dokter.
Efek coronavirus terhadap kesehatan janin


Mengutip pernyataan dari dr. Rajeev Fernando, M.D, ahli penyakit menular kepada What to Expect, perlu diketahui bahwa tidak ada virus pernapasan yang dapat memengaruhi janin. Maka itu, para ilmuwan berpendapat bahwa coronavirus mungkin tidak akan berdampak pada bayi meskipun Anda sedang terinfeksi.
Walaupun demikian, pernyataan tersebut masih perlu didukung oleh penelitian lebih lanjut. Selain itu, ibu hamil juga lebih rentan terhadap komplikasi infeksi coronavirus, sehingga sangat direkomendasikan untuk tetap melakukan upaya pencegahan tertentu, misalnya mencuci tangan.
Ibu hamil juga direkomendasikan untuk tetap membatasi paparan virus atau tempat yang memiliki udara yang buruk. Anda bisa menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan dan tetap mencuci tangan sebelum dan setelah memegang suatu benda.
Kabartangsel.com
Pemerintahan4 hari agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Pemerintahan4 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Pemerintahan4 hari agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
Pemerintahan1 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan4 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan
Pemerintahan3 hari agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan








































