Connect with us

Lifestyle

Saatnya Berhenti Makan Trenggiling

Trenggiling merupakan salah satu hewan yang sering dikonsumsi di Tiongkok dan beberapa negara di Afrika karena diyakini punya khasiat kesehatan untuk tubuh. Padahal hewan itu semakin langka dan belakangan disinyalir sebagai penyebar covid-19 atau novel coronavirus. Sudah saatnya konsumsi trenggiling dihentikan.

Stop makan trenggiling

Sumber: Wikipedia

Trenggiling merupakan hewan mamalia yang beraktivitas di malam hari dan hidup di daerah tropis seperti Afrika dan Asia. Hewan bersisik ini dikenal memiliki protein yang cukup padat, alias keratin. Apabila trenggiling merasa terancam, hewan ini akan menggulung diri mereka menyerupai bola. 

Trenggiling termasuk hewan dilindungi karena populasinya terbatas dan terancam punah. Jumlahnya semakin berkurang akibat diburu manusia. Banyak yang meyakini daging trenggiling bisa memberi efek kesehatan terhadap tubuh. 

Misal, masyarakat di Vietnam percaya bahwa konsumsi sisik trenggiling dapat digunakan untuk mengobati saluran susu yang tersumbat. Padahal kenyataannya, belum ada penelitian ilmiah soal ini.

Untuk mengubah persepsi masyarakat, para mahasiswa jurusan pengobatan tradisional di beberapa universitas di Vietnam kini diajarkan bahwa konsumsi trenggiling tidak termasuk obat tradisional yang efektif.

Advertisement

Tidak hanya itu, para peneliti juga tidak mendukung klaim masyarakat yang menyebutkan ada manfaat sisik trenggiling untuk kesehatan ginjal.

Sumber: Wikimedia Commons

Selain di Asia, negara lain yang percaya bahwa makan trenggiling memiliki efek kesehatan yang baik untuk tubuh adalah Afrika. Menurut penelitian dari PLoS One, 13 bagian tubuh trenggiling digunakan sebagai salah satu metode pengobatan tradisional, terutama sisik dan tulangnya. 

Bagian-bagian tubuh trenggiling tersebut dikonsumsi untuk mengobati kejang dan rematik. Pengobatan tradisional ini terus berlangsung sampai saat ini meskipun manfaatnya kesehatan tubuh belum terbukti secara ilmiah.

Makan trenggiling membuat mereka semakin cepat punah

Banyak masyarakat yang percaya bahwa makan daging trenggiling memiliki efek kesehatan yang baik bagi tubuh mereka. Tanpa disadari, konsumsi terhadap hewan mamalia ini membuat trenggiling menjadi lebih cepat punah. 

Pada 2019, terjadi peningkatan permintaan terbesar terhadap daging trenggiling di Malaysia Timur. Menurut sejumlah media, pihak berwenang menemukan sekitar 30 ton produk trenggiling, termasuk 1800 daging trenggiling beku dan 316 kilogram sisik trenggiling. 

Advertisement

Selain itu, pada Januari 2019, pihak berwajib juga menemukan sekitar 8 ton sisik trenggiling yang kemungkinan berasal dari 14.000 trenggiling di Hong Kong. Penyelundupan hewan yang terancam punah ini disebut-sebut berasal dari Nigeria dan dihargai sebesar 8 juta dolar AS. 

Akibat meningkatnya permintaan daging trenggiling, terutama pada negara-negara di Asia, membuat trenggiling terancam punah. 

Oleh karena itu, bagi sebagian masyarakat yang mungkin percaya bahwa makan trenggiling memberikan efek baik terhadap kesehatan, mungkin sudah saatnya untuk berhenti. 

Hal ini dikarenakan belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa trenggiling memiliki manfaat untuk kesehatan Anda. Terlebih lagi, menghentikan konsumsi daging hewan bersisik kering ini juga bertujuan untuk melindungi mereka dari kepunahan.

Advertisement

Trenggiling disebut sebagai ‘penyebab’ novel coronavirus

Sudah dianggap sebagai hewan yang terancam punah, para peneliti menduga bahwa trenggiling menjadi ‘tersangka’ hewan yang menularkan novel coronavirus ke manusia. 

Wabah coronavirus yang sudah menelan lebih dari 1.000 korban jiwa dan menimbulkan sekitar 40.000 kasus secara global ini belum diketahui bagaimana penyebarannya.

Coronavirus merupakan zoonosis, yaitu penyakit dan infeksi yang berasal dari hewan vertebrata yang dapat menular ke manusia.

Penularan virus dari hewan ke manusia sebenarnya cukup jarang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa kasus, seperti SARS dan MERS-CoV, zoonosis menjadi dalang dibalik wabah penyakit tersebut.

Advertisement

Mirip dengan SARS dan MERS-CoV, novel coronavirus atau 2019-nCoV diduga berasal dari kelelawar. Sel virus yang ada pada kelelawar tersebut diduga berpindah ke trenggiling dan akhirnya dimakan oleh manusia. 

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa daging dan sisik trenggiling diperjualbelikan di Wuhan, Tiongkok. Hal ini dikarenakan masyarakat Asia, terutama di Tiongkok, percaya bahwa makan daging trenggiling memberikan manfaat yang baik terhadap tubuh mereka. 

Maka itu, trenggiling diduga menjadi salah satu ‘dalang’ dibalik wabah novel coronavirus. Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut apakah molekul virus yang ditemukan pada trenggiling menjadi penyebab dari novel coronavirus. 

Yuk, hentikan konsumsi satwa liar

hewan liar novel coronavirus

hewan liar novel coronavirus

Trenggiling bukan satu-satunya satwa liar yang terancam punah karena dieksploitasi oleh manusia. Entah itu makan daging trenggiling dan satwa lainnya untuk efek kesehatan atau hanya sekadar mengikuti tren. 

Advertisement

Pasalnya, tidak hanya mempercepat kepunahan satwa liar, konsumsi hewan-hewan yang dianggap eksotis ini dapat menimbulkan berbagai penyakit. Salah satu sumber penyakit yang cukup mengkhawatirkan adalah sel coronavirus yang ditemukan di beberapa hewan, seperti kelelawar. 

Oleh karena itu, dengan mengurangi hingga menghentikan konsumsi satwa liar, Anda sudah berkontribusi dalam mencegah kepunahan hewan tersebut dan mengurangi risiko penularan. 

Kepercayaan masyarakat di beberapa negara tentang efek kesehatan yang didapat dari makan daging trenggiling ternyata menimbulkan masalah baru terhadap lingkungan. Tidak hanya lingkungan, konsumsi satwa liar juga berisiko terinfeksi virus yang mungkin ditemukan di tubuh hewan. 

Maka itu, sangat disarankan untuk menghentikan konsumsi satwa liar sebagai upaya mencegah kepunahan hewan tersebut dan menjaga kesehatan Anda.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport1 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Selasa 27 Oktober: PSS Sleman vs Borneo FC Samarinda

Sport1 jam ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport2 jam ago

Persija vs Persik Kediri, Shin Tae-yong Bidik Tiga Poin di JIS

Sport2 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Senin 26 Oktober: Persebaya vs Madura United, Bhayangkara FC vs PSM Makassar, dan Persija vs Persik

Sport18 jam ago

Hasil Garudayaksa FC vs Persib Bandung 1-2

Sport21 jam ago

Arema FC Hajar Dewa United 4-0, Kekalahan Perdana Banten Warriors di BRI Super League 2026/27

Sport21 jam ago

Hasil Arema vs Dewa United 4-0 di BRI Super League 2026/27 Pekan ke-7

Sport21 jam ago

Hasil Pertandingan Persita Tangerang Vs Bali United Berakhir 1-1

Nasional2 hari ago

4 Pernyataan Sikap MUI Soal Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Tangerang Selatan3 hari ago

Warga Kelurahan Kranggan Apresiasi Program Penataan Kawasan Kumuh Tangsel

Nasional3 hari ago

Sambut Konser Andrea Bocelli, Pemuda Ekonomi Syariah Dorong Sinergi Musik, Pendidikan, dan Ekonomi Kemanusiaan

Jabodetabek3 hari ago

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Asta Cita Prabowo Penting untuk Generasi Mendatang

Jabodetabek3 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Pemerintahan4 hari ago

Bali Tech Week 2026, Diskominfo Tangsel Dukung Transformasi Digital

Pemerintahan4 hari ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintahan4 hari ago

Diskominfo Tangsel Gandeng Onno W Purbo Gelar Pelatihan AI bagi Ibu-Ibu

Pemerintahan4 hari ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Nasional4 hari ago

Prof Asep Saepudin Jahar: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

Tips5 hari ago

Tempat Jual Beli Barang Bekas di Tangerang Selatan, Ini Pilihan untuk Mencari Barang Preloved

Banten5 hari ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Sport3 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Nasional1 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan3 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Nasional3 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Sport1 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Jabodetabek3 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Nasional2 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Nasional1 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport1 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport1 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Populer