Kabartangsel.com — Menanggapi video di facebook berjudul ‘Gunung Sampah Di Tepi Sungai Cisadane’ yang diunggah oleh Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) pada tanggal 17 Februari 2018, Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan klarifikasi.
Plt Kepala DLH Kota Tangsel, Mukoddas Syuhada, mengatakan tulisan dalam video yang menyatakan bahwa sampah yang mengotori mencemari dan merusak lingkungan sungai Cisadane tersebut berasal dari TPA Cipeucang adalah tidak benar.
“Tuduhan mereka sudah merupakan fitnah dan pencemaran nama baik Pemkot Tangsel. Eskavator yang ada di atas gunungan sampah merupakan alat berat yang digunakan untuk merapihkan dan memindahkan sampah supaya tidak hanyut ke Cisadane jika airnya meluap,” kata Mukoddas, Rabu (21/2/2018).
Mukoddas Syuhada menjelaskan, YAPELH mengunggah video yang sangat jelas menuduh TPA Cipeucang sebagai sumber sampah Cisadane.
“Mereka juga memasuki kawasan TPA Cipeucang di malam hari tanpa seizin Pihak UPT Cipeucang sehingga mereka melanggar aturan yang ada dalam pengelolaan UPT Cipeucang,” paparnya.
Terkait kronologis unggahan video tersebut, Muqodas mengaku pada tanggal 11 Februari dihubungi via WhatsApp oleh seseorang yang mengaku berprofesi sebagai wartawan dan menginformasikan mengenai hasil investigasi YAPELH dalam bentuk tulisan dan video mengenai sumber sampah Cisadane serta meminta tanggapan. Selanjutnya, pada tanggal 12 Februari pagi, dirinya memberikan tanggapan dan menjelaskan via Whatsapp. Kemudian disepakati untuk bertemu di kantor DLH pada pukul 10 pagi.
“Sayangnya, mereka dari YAPELH datang terlambat satu jam lebih dan tetap kami terima dan jelaskan bahwa sampah di Cisadane itu bukan dari TPA Cipeucang. Akan tetapi mereka tetap bersikukuh bahwa TPA Cipeucang lah sumber sampah Cisadane,” bebernya.
Kemudian, kata Muqoddas, Kepala UPT Cipeucang menghubungi kembali YAPELH untuk melihat langsung kondisi TPA Cipeucang. Setelah melihat kondisi TPA Cipeucang tanggal 13 Februari, ternyata mereka masih tetap bersikukuh bahwa TPA Cipeucang lah sumber sampah Cisadane dan tanggal 17 Februari memposting dan mengupload video hasil investigasi mereka.
“Pemerintah Kota Tangsel yang diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup, akan terus berupaya maksimal untuk mengatasi masalah sampah di Tangsel, terutama TPA Cipeucang. Jadi, kritikan dan masukkan warga akan selalu kami perhatikan dan tindak lanjuti. Tetapi kami juga tidak mau dituduh dan difitnah. Mari kita selesaikan bersama-sama masalah sampah di Tangsel, karena sampah adalah tanggung jawab kita semua,” ungkapnya.
Muqodas menambahkan, jika YAPELH tidak meminta maaf dan menghapus tulisan dan video yang telah diposting dan diupload di Facebook dengan account Yayasan Peduli Lingkungan Hidup, maka pihaknya akan membawa masalah ini ke ranah hukum. (ms/fid)
Bisnis3 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport4 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport4 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport4 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26














