Sampoerna Berkomitmen Tingkatkan Daya Saing UKM Peretail Tradisional

By on Sabtu, 24 November 2018

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggelar Pesta Retail Nasional (PRN) pada Kamis, 22 November 2018 di Indonesia Convention Expo (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Kegiatan tahunan ini merupakan bentuk apresiasi dan wadah yang bertujuan memicu semangat produktivitas serta daya saing dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) khususnya peretail tradisional mitra Sampoerna yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Perhelatan yang dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto ini digelar dengan mengusung tema “Ayo Maju, Ayo Bersama, Ayo Berbagi” dan menghadirkan 3.000 perwakilan SRC terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia.

”Selama lebih dari 10 tahun melalui payung program perusahaan ’Sampoerna untuk Indonesia’ kami secara konsisten mendukung pemerintah dalam membangun dasar ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UKM di Indonesia. Investasi jangka panjang Sampoerna berfokus pada program-program pemberdayaan yang memberikan dampak pada bagi pertumbuhan perekonomian bangsa dengan melakukan pendampingan terhadap pelaku retail tradisional yang tergabung di Sampoerna Retail Community,” tutur Henny Susanto, Kepala Urusan Komersial & Pengembangan Bisnis PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna).

Agung Pambudhi, Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Research Institute menjelaskan, Industri retail, khususnya retail tradisional, masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh. Hingga kini toko tradisional masih menjadi tempat favorit belanja karena faktor lokasi dan kemudahan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari.

“Yang juga tidak kalah penting adalah kayanya nilai-nilai sosial dalam hubungan antara retail tradisional dengan para pembeli berlandaskan kepercayaan,” ujarnya.

Pernyataan Agung diperkuat oleh informasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 yang menyebutkan bahwa sektor retail memiliki kontribusi 15,24% terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non pertanian. Selain itu, distribusi toko retail Indonesia pada tahun 2017 masih didominasi oleh toko tradisional (82,3%). Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko retail tradisional yang dinilai lebih efektif.

Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa kini banyak peretail tradisional maupun UKM yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka karena mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem retail modern skala terbatas, seperti: penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan sistem IT sederhana.

Besarnya potensi retail tradisional untuk terus berkembang memang harus didukung secara maksimal dengan terciptanya sinergi dari pemerintah dan sektor dunia usaha. Muhammad Rudy Salahuddin selaku Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia.

“Kami mengapresiasi inisiatif Sampoerna dalam mendampingi toko retail tradisional menghadapi tantangan, khususnya di era digitalisasi seperti sekarang ini. Sinergi pemerintah dengan sektor swasta yang memiliki keahlian dalam dunia retail seperti Sampoerna merupakan inisiatif yang tepat sasaran,” jelasnya.

Program-program pendampingan UKM Sampoerna dilakukan dalam bentuk pembangunan kapabilitas yang terintegrasi. Secara simultan Sampoerna melakukan program pembinaan terhadap anggota SRC melalui edukasi penataan toko, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan. Melalui ini, diharapkan para pelaku retail tradisional mampu berakselerasi dengan perubahan zaman, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi menyejahterakan komunitas sekitarnya.

Untuk memberikan edukasi melalui pengalaman nyata mengenai ekosistem komersial, PRN menampilkan replika toko retail tradisional dan simulasi pembinaan. Para peserta akan mendapat pengetahuan mengenai peran SRC dalam membangun sosial ekonomi dan keterlibatan semua lini untuk memperkuat jaringan komunitas SRC.

“Melalui tiga misi utama PRN, ‘Ayo Maju, Ayo Bersama, Ayo Berbagi’, Sampoerna senantiasa mengambil peran aktif yang memberikan dampak peningkatkan kualitas bagi mitra, anggota serta masyarakat luas,” lanjut Henny.

Bersamaan dengan kegiatan PRN, Sampoerna juga melakukan terobosan inovatif untuk memperkuat ekosistem komersialnya melalui pemanfaatan teknologi digital, yaitu dengan meluncurkan aplikasi ”Ayo SRC” untuk memudahkan akses para anggota SRC terhadap informasi mengenai pembinaan UKM dari Sampoerna.

Mengenai pemanfaatan teknologi digital, Wardoyo selaku Sekretaris Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia menyampaikan pendapatnya, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pengembangan Koperasi dan UKM pada tahun 2017 yang masing-masing berjumlah sekitar 152.714 unit Koperasi dan 815.717 unit pelaku UKM menjadi sangat penting. Dari jumlah koperasi tersebut, sebanyak 59,03% merupakan jenis konsumen dengan mayoritas berbisnis retail tradisonal. Untuk itu, bagi pelaku Koperasi dan UKM, khususnya peretail tradisional, mempermudah usaha sekaligus menjangkau pasar secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi informasi merupakan sebuah keniscayaan. Bisnis yang ingin sukses jangan sampai ketinggalan trend terbaru agar bisa mempertahankan daya saing secara berkelanjutan.

“Oleh karena itu, para pelaku Koperasi dan UKM perlu memahami penggunaan teknologi informasi, agar mereka dapat mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar pada tahun 2020 nanti,” paparnya.

Selain itu, SRC juga memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) berupa video komitmen 9.000 anggota SRC untuk Indonesia, dimana mereka menyanyikan lagu ‘Bagimu Negeri’ sebagai simbol karya bakti SRC untuk ekonomi Indonesia.

“Perjalanan ke depan masih panjang. Kami berharap sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus berjalan, sehingga Sampoerna dapat terus merangkul lebih banyak lagi mitra retail tradisional untuk tumbuh dan maju bersama,” tutup Henny. (rls/fid)