Connect with us

Lifestyle

Sindrom Usus Bocor, Gangguan Pencernaan yang Masih Misterius

Istilah ‘leaky gut syndrome’ atau ‘sindrom usus bocor’ beberapa tahun terakhir menyita perhatian para pemerhati kesehatan di seluruh dunia. Banyak ahli menduga kondisi ini adalah dalang dari berbagai masalah kesehatan yang belum diketahui penyebabnya, seperti multiple sclerosis, alergi makanan, hingga kelelahan kronis.

Sindrom usus bocor adalah kondisi ketika bakteri dan racun dari saluran pencernaan memasuki aliran darah lewat celah pada dinding usus. Uniknya, kondisi ini belum diakui secara medis dan bahkan disangkal oleh banyak ahli kesehatan. Mengapa demikian?

Apa itu sindrom usus bocor?

bakteri usus multiple sclerosis

Fungsi sistem pencernaan bukan hanya untuk mencerna makanan dan menyerap zat gizi. Dinding usus juga berbatasan langsung dengan sirkulasi darah. Area ini berfungsi mengatur apa saja yang boleh memasuki aliran darah dan dikirim menuju organ-organ.

Advertisement

Dalam dinding usus, terdapat celah ketat yang menjadi tempat keluarnya air dan nutrisi dari hasil pencernaan. Pada saat yang sama, celah-celah ini juga mencegah keluarnya bakteri dan racun dari saluran cerna menuju aliran darah.

Jika celah ini longgar, bakteri dan zat-zat berbahaya dari saluran cerna bisa menembus dinding usus. Bakteri dan racun pun masuk ke dalam aliran darah, kemudian memicu reaksi kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Orang yang mengalami gangguan usus ini mungkin akan menunjukkan gejala:

  • diare, sembelit, atau perut kembung terus-menerus
  • pusing, kebingungan, atau susah berkonsentrasi
  • masalah kulit seperti jerawat, ruam, atau eksim
  • cepat lelah
  • sakit kepala
  • nyeri sendi

Penyakit terkait kebocoran dinding usus

angka ketahanan hidup penderita kanker

angka ketahanan hidup penderita kanker

Setiap jaringan tubuh dilewati oleh aliran darah. Maka dari itu, peradangan akibat racun dan bakteri saluran cerna juga dapat menyebar ke segala tempat. Ini sebabnya banyak sindrom usus besar dikaitkan dengan masalah kesehatan yang sangat beragam.

Advertisement

Kondisi ini diyakini menjadi awal mula sindrom kelelahan kronis, masalah kulit, migrain, hingga kelainan kelenjar tiroid. Ada pula dugaan bahwa bakteri usus menyebabkan multiple sclerosis, fibromyalgia (rasa nyeri pada seluruh badan), bahkan autisme.

Menurut sebuah penelitian, bakteri usus ada kaitannya dengan risiko depresi. Hal ini terjadi karena bakteri usus dapat menghasilkan dan mengirimkan zat seperti serotonin (hormon yang mengatur rasa bahagia) ke dalam sistem saraf.

Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa anak dengan autisme mempunyai dinding usus yang lebih mudah ditembus. Ada pula penelitian yang menemukan kaitan antara bakteri usus dan munculnya masalah kulit.

Akan tetapi, sindrom usus bocor sebenarnya belum diakui dunia medis. Ini disebabkan karena studi yang membahas kondisi ini masih terbatas dan hasilnya berubah-ubah. Meski begitu, para pakar menyetujui bahwa pembentukan celah dinding usus memang bisa terjadi pada penyakit kronis.

Advertisement

Penyebab sindrom usus bocor

cara menjaga bakteri usus

cara menjaga bakteri usus

Kebocoran dinding usus ada kaitannya dengan protein yang disebut zonulin. Ini adalah satu-satunya protein yang mengatur sistem penyaringan pada dinding usus. Bila protein ini aktif, orang-orang yang rentan akan lebih berisiko mengalami sindrom usus bocor.

Ada beberapa faktor yang diyakini meningkatkan risiko kebocoran dinding usus, antara lain:

  • Konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan
  • Pola makan tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa
  • Kekurangan vitamin A, vitamin D, dan zinc
  • Stres berkepanjangan
  • Jumlah bakteri baik pada usus lebih sedikit dibandingkan bakteri jahat
  • Peradangan jangka panjang pada tubuh
  • Pertumbuhan jamur ragi pada usus yang tidak terkendali

Selain berbagai faktor tersebut, Anda juga lebih berisiko mengalami sindrom usus bocor bila menderita diabetes, penyakit celiac, atau irritable bowel syndrome (IBS). Pasalnya, penyakit-penyakit tersebut membuat dinding usus lebih rentan membentuk celah.

Cara mencegah sindrom usus bocor

makanan tinggi serat

makanan tinggi serat

Terlepas dari diakui atau tidaknya sindrom usus bocor dalam dunia medis, kondisi ini tetap menimbulkan gejala yang mengganggu. Anda bisa mengurangi risikonya dengan memiliki sistem pencernaan yang sehat dan memperbaiki pola makan.

Berikut adalah sederet tips yang dapat Anda coba.

Advertisement
  • Membatasi asupan makanan manis, sebab bakteri usus tumbuh dengan subur ketika Anda mengonsumsi banyak gula.
  • Mengonsumsi makanan mengandung probiotik seperti yogurt, kimchi, dan kombucha. Makanan yang kaya probiotik bisa memicu pertumbuhan bakteri baik.
  • Mengonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga keseimbangan bakteri dan melancarkan pencernaan.
  • Tidak meminum obat pereda nyeri secara terus-menerus. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sindrom usus bocor adalah masalah kesehatan yang masih menjadi misteri. Sebagian ahli meyakini adanya kondisi ini, tapi tidak sedikit pula yang menyangkalnya. Hingga terdapat penelitian yang lebih meyakinkan, kondisi ini mungkin akan tetap menimbulkan perdebatan.

Walau demikian, gangguan pada dinding usus merupakan masalah kesehatan nyata yang dapat dialami siapa saja. Ini sebabnya setiap orang perlu menjaga kesehatan pencernaannya dengan mengikuti pola makan yang sehat.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Hukum21 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional21 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer