Bulan ramadan yang telah datang ini membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel menjadi fase krisis darah bagi PMI Tangsel. Maka dari itu, PMI Tangsel terus menjemput bola sebelumnya.
Pada bulan ramadhan ini, PMI Tangsel sudah menyiapkan strategi guna memenuhi kebutuhan stok darah.
“Stok darah sampai minggu ke-2 puasa masih terbilang aman. Untuk di bulan ramadhan nanti planning kita ialah menjemput bola dengan mendatangi gereja dan pusat perbelanjaan,” ujar Staff Pelayanan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Tangsel, M Fajar.
Lanjut Fajar, nantinya akan menargetkan lokasi donor darah maksimal dua lokasi yang berbeda.
“Dengan target 75 kantong perkedatangan. Dan, maksimal ada dua lokasi yang kita datangi,” imbuhnya.
Ia juga akan terus mensosialisasikan ke masyarakat tentang manfaat donor darah dan mengapa harus mendonor darah. Dengan sasaran sosialiasi yaitu pemula, karena prospek mereka kedepanya lebih nyata untuk berdonor seperti sekolah, universitas dan juga tempat-tempat umum.
“Ya kami berikan penjelasan, seperti kenapa sih kita harus donor, manfaatnya apa dan syarat yang boleh donor gimana, secara umum saja kami berikan pemahaman,” tutur Fajar.
Lanjutnya, dengan cara jemput bola dampak sudah sangat nyata untuk donor darah. Fajar mengatakan, di bulan November 2018 lalu saja PMI Tangsel berhasil meraih 1.600 kantong darah.
Bahkan pada perioder 2019, PMI Tangsel menargetkan 2.000 kantong darah perbulannya.
“Dampak dari sosialisasi itu ada. Daya serap kita meningkat dari 1.300 perbulan. Di November kemarin kita bisa menyentuh angka sekitar 1.600. Tapi tetap harus terus meningkat, karena target kita di 2019 yaitu 2.000 kantong perbulan. Dan, insha allah periode awal tahun bisa kita lalui,” jelasnya.
Ini tak lepas dari Peraturan Wali Kota nomor 14 tahun 2017 terkait pembebasan biaya pengganti pengolahan darah, dan akan diterapkan mulai tahun 2019.
Dengan pengolahan darah yang digratiskan, otomatis warga dapat menggunakan stok darah dari PMI Tangsel yang ada untuk keperluan perawatan medis secara gratis.
“Dengan adanya perwal tersebut, otomatis permintaan akan meningkat di Tangsel,” imbuhnya.
Jabodetabek5 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan Buka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke-14 Tingkat Kota Tangsel
Nasional6 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Banten7 hari agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Jabodetabek5 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan5 hari agoLomba Inovasi TTG ke-14 Tingkat Kota Tangsel 2026, Unpam dan SMAN 1 Tangsel Raih Juara Pertama
Pemerintahan6 hari agoSekda Tangsel Bambang Noertjahjo Lepas 357 Atlet untuk POPDA XII dan PEPARPEDA IX Banten 2026












