Nasional
Tim ER-ACT Klaten: Tujuh Kelurahan Tergenang Banjir

Kabartangsel.com, KLATEN – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Klaten pada Rabu (6/3) menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan.
Berdasarkan pantauan Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jateng, setidaknya terdapat enam kecamatan yang terdampak banjir. Lokasi terparah ketinggian air diperkirakan mencapai satu meter.
Enam kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Bayat, Kecamatan Cawas, Kecamatan Gantiwarno, Kecamatan Klaten Selatan, Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Karangdowo. Sampai Kamis (7/3), Tim Emergency Response ACT Jateng masih mengevakuasi dan membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga.
Selain hujan lebat, banjir juga disebabkan oleh jebolnya beberapa tanggul.
“Terdapat tujuh kelurahan yang tergenang banjir di Kecamatan Bayat. Setelah kami pantau penyebabnya adalah meluapnya aliran Sungai Dengkeng dan jebolnya tanggul penahan air,” ungkap Bambang Yudi, dari Tim ER-ACT wilayah Klaten.
Ia menambahkan, terdapat 55 warga yang mengungsi dari 13 Kepala Keluarga (KK) yang tercatat di wilayah tersebut.
“Selain banjir, terjadi juga tanah longsor di Desa Paseban dan tebing longsor di Desa Krakitan. Harap menjadi perhatian bagi warga yang berada di sekitar bantaran sungai Gamping Kecamatan Cawas, dan Sungai Ngogik di Kecamatan Klaten Selatan, karena sejak kemarin sore terpantau meluap,” tambah Bambang.
Sehari setelah banjir, air sudah mulai surut dengan ketinggian genangan air sekitar 10 cm. Warga di berbagai desa memperbaiki tanggul yang jebol.

Giyanto, selaku kepala Program ACT Jateng mengimbau warga untuk tidak panik dan diharapkan selalu melaporkan kondisi terkini di lokasi bencana.
“Warga adalah sumber informasi primer, oleh karena itu kita bisa memahami bencana apa yang terjadi dan bantuan apa yang paling dibutuhkan adalah berdasarkan pemaparan warga penyintas bencana,” kata Giyanto.
Menurutnya, pada bencana banjir biasanya warga akan kesulitan mendapatkan air bersih dan kebutuhan pangan.

Giyanto menambahkan, selain bantuan pangan selanjutnya adalah pelayanan kesehatan karena kerap kali penyakit kulit dan infeksi pencernaan menjadi momok bagi korban banjir.
“Tim kami masih terus melakukan evakuasi dan pemantauan di lapangan. InsyaAllah kita sudah menyiapkan relawan medis dan segera memberi bantuan kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya. (sen)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf









































