Tips Mencegah Batuk dan Pilek Saat Beribadah Haji

By on Jumat, 27 Maret 2020

Saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, Anda perlu selalu memerhatikan kesehatan agar bisa beribadah dengan khusyuk. Kapan pun tubuh bisa terserang penyakit. Sebagai contoh jemaah haji cukup sering mengalami batuk dan pilek. Sebelum kondisi kesehatan semakin menurun karena batuk dan pilek saat haji, lebih baik Anda melakukan tindakan pencegahan.

Apa penyebab para jemaah mengalami batuk dan pilek saat haji?

Pertama-tama, mari bahas terlebih dahulu mengenai batuk. Batuk sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk membersihkan tenggorokan dari lendir atau penyebab iritasi. Namun, batuk juga dapat disebabkan atau merupakan gejala dari masalah kesehatan lain.

Seperti yang dilansir dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), batuk yang dialami para jemaah haji sebagian besar disebabkan oleh iklim dan cuaca yang panas, kelelahan, dan debu yang bertebaran di udara lalu terhirup oleh jemaah.

Sementara itu, pilek disebabkan oleh virus yang tersebar dan Anda secara tidak sadar mungkin tertular. Penyebaran virus dapat melalui batuk, bersin, dan menyentuh permukaan benda yang terdapat virus pilek.

Batuk dan pilek sama-sama merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada saluran pernapasan. Keduanya sering muncul secara bersamaan saat Anda beribadah haji.

Pentingnya mencegah batuk dan pilek saat ibadah haji

Batuk dan pilek biasanya akan hilang kurang lebih dalam satu atau dua minggu sejak gejala muncul. Namun, jika Anda menunggu batuk dan pilek untuk hilang dengan sendirinya, proses ibadah haji kemungkinan besar akan terganggu.

Perlu penanganan yang cepat dan efektif untuk mengatasi kondisi kesehatan ini. Apabila batuk dan pilek masih tidak hilang, Anda mungkin mengalami komplikasi yang cukup sering dialami oleh para jemaah haji, seperti:

  • Bronkitis
  • Pneumonia
  • Sinusitis

Apa saja tips mencegah batuk dan pilek saat haji?

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jemaah agar tidak terserang batuk dan pilek saat haji. Dilansir dari situs Kemenag, seorang pemandu ibadah menyarankan agar para jemaah haji untuk mengurangi aktivitas di luar hotel.

Selain itu, Anda dapat mencegah tertular batuk dan pilek saat haji dengan tips berikut ini:

1. Menggunakan masker

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, batuk pada jemaah haji banyak disebabkan karena iritasi sehingga penting untuk memakai masker setiap akan melakukan aktivitas luar ruangan. Hal ini untuk mencegah terjadinya iritasi.

Ditambah lagi, masker dapat mencegah virus dan bakteri penyebab pilek masuk dalam tubuh. Anda perlu menggunakan masker terutama ketika berada di tempat yang sesak dan dipenuhi jemaah haji lainnya agar terhindar dari batuk dan pilek saat haji.

2. Sedia saputangan

Saputangan berguna untuk mengurangi penyebaran virus atau bakteri penyebab pilek. Halangi penyebaran virus dengan menutup hidung dan mulut dengan saputangan ketika batuk dan bersin. Jika tidak memiliki saputangan, tutupi batuk dan bersin dengan lengan tangan bagian atas.

3. Sering mencuci tangan

Penyebaran pilek dapat terjadi melalui sentuhan, misalnya mungkin Anda secara tidak sadar bersalaman dengan orang yang sedang pilek. Oleh karena itu, penting untuk selalu mencuci tangan. Hindari memegang mata, hidung, atau wajah sebelum Anda membersihkan tangan.

Batuk dan pilek saat haji dapat dihindari asalkan Anda selalu menjaga kebersihan dan menjauhkan diri dari paparan virus dan bakteri.

4. Menjaga asupan nutrisi

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi buah, serat, dan flavonoid lebih jarang mengalami gejala saluran pernapasan kronis seperti batuk. Selain itu, mengonsumsi makanan kaya vitamin seperti buah dan sayur juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jika Anda kesulitan menemukan makanan sehat, suplemen atau vitamin dapat menjadi alternatif selama Anda menjalankan ibadah haji.

Anda bisa mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

5. Istirahat yang cukup

Usahakan untuk selalu mendapat waktu istirahat yang cukup dan jangan memaksakan diri untuk melakukan ibadah, selain yang termasuk dalam rangkaian ibadah haji. Tubuh memerlukan waktu untuk mengembalikan energi yang hilang. Oleh karena itu, segera tidur ketika sudah tiba waktunya agar dapat kembali melanjutkan aktivitas di esok hari.

Kabartangsel.com

Source