Kabartangsel.com — Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Jessica Kumala Wongso melakukan Peninjauan Kembali (PK), teripidana kasus pembunuhan berencana terhadap mendiang Wayan Mirna Salihin.
Kasus bermula saat Mirna meninggal dunia tidak berapa lama setelah meminum kopi di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, pada 6 Januari 2016. Kematian Mirna mengarahkan polisi kepada Jessica, karena korban sedang minum kopi bersama Jessica. Dan terbukti, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memustukan bahwa Jessica sebagai tersangka pembunuh tunggal.
Atas perbuatannya itu Jessica dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.
Atas vonis itu, Jessica mengajukan permohonan banding. Tapi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan putusan PN Jakpus Nomor 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst pada 27 Oktober 2016. Upaya kasasi diajukan Jessica, tapi tetap ditolak MA pada 21 Juni 2017.
“Tolak,” demikian bunyi putusan yang tercantum dalam laman resmi MA, Senin (31/12). Perkara Nomor 69 PK/PID/2018 Hakim Agung Suhadi, Sofyan Sitompul, dan Sri Murwahyuni.(Fjr/Gtg-03).
Nasional6 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport7 hari agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport5 hari agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport7 hari agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober













