Setelah menerima pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pengurus Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), dan setelah juga menerima para tokoh ulama Aceh, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/3).
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang mendampingi Presiden Jokowi secara bergiliran menerima tokoh-tokoh dari berbagai agama itu mengatakan, sebagian tokoh agama memanfaatkan pertemuan dengan Presiden untuk meminta klarifikasi terhadap isu-isu yang berkembang, berita-berita tidak berdasar, hoaks dan lain sebagainya.
“Terkait Bapak Presiden itu antek asing atau tidak, kemudian isu PKI, isu tidak memperhatikan umat Islam, dan seterusnya, dan seterusnya yang semuanya itu dijawab oleh Bapak Presiden bahwa itu semua tidak benar,” kata Menag kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima tokoh-tokoh ulama Aceh, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/3) siang.
Terkait isu-isu itu, menurut Menag, para tokoh agama dan ulama mengharapkan agar Presiden sebaiknya tidak lagi diam saja menyikapi isu-isu yang tidak berdasar itu, dan mereka meminta Presiden lebih tegas untuk menjawab, mengklarifikasi bahwa semua isu-isu apalagi yang berkembang di media sosial (medsos) itu tidak benar.
“Mereka para ulama itu, tokoh-tokoh masyarakat sangat mendukung dan bersedia sepenuhnya membantu Bapak Presiden untuk menyebarluaskan jawaban terhadap berita-berita yang tidak berdasar itu,” jelas Menag.
Jangan Ancam Keutuhan
Mengenai respon Presiden Jokowi terkait masukan dari para tokoh agama dan ulama itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Presiden menyampaikan bahwa kehidupan politik kita yang memang menimbulkan keragaman pilihan, karena memang agenda politik itu kan tidak tunggal, selalu ada pilihan-pilihan, ada calon-calon anggota legislatif, ada capres-capres, cawapres dan seterusnya.
Tapi keragaman ini, Presiden meminta jangan sampai lalu kemudian ditempuh dengan cara-cara yang tidak sehat. Dengan membuat berita-berita yang tidak berdasar, apalagi saling menebarkan fitnah.
“Yang ini akibatnya tidak hanya kepada para calon yang sedang tampil, apakah calon anggota legislatif atau capres-cawapres, tapi keutuhan bangsa ini secara keseluruhan,” ujar Menag mengutip Presiden Jokowi.
Menag menuturkan, itu yang harus menjadi pemahaman kita semua bahwa keragaman perbedaan pilihan politik jangan sampai lalu kemudian menimbulkan keutuhan kita sebagai sebuah bangsa itu terancam bahkan lalu kemudian terpecah belah.
“Ini yang Bapak Presiden wanti-wanti dan seluruh ulama, tokoh-tokoh agama, para pemuka agama yang hadir amat sangat mendukung dengan pandangan seperti ini,” pungkas Menag.
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Nasional2 minggu agoProfil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo
Nasional2 minggu agoProfil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri
Nasional2 minggu agoPernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional2 minggu agoSuyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Pemerintahan2 minggu agoKadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan










